.

HAJI

III.HAJI
a.Pengertian
Kata haji berasal dari bahasa arab ‘al-hajj’ yang berarti ‘al-qashdu’ (menuju atau menziarahi) suatu tempat. Para ulama fikih mendefinisikan haji sebagai perjalanan mengunjungi ka’bah untuk beribadah dengan cara tertentu, dalam waktu tertentu dan pada tempat-tempat tertentu. Para ulama sepakat bahwa perintah ibadah haji itu dimulai pada zaman Nabi Ibrahim a.s. setelah selesai membangun ka’bah dengan beberapa alasan, antara lain firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 125:
Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: ‘bersikanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang I’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud.
Sulaiman Rasjid dalam fiqih islam menyebutkan bahwasannya kata haji (asal ma’nanya) adalah menyengaja sesuatu. Sedangkan menurut syara’ adalah sengaja mengunjungi ka’bah untuk melakukan beberapa amal ibadah, dengan syarat tertentu.

b.Syarat-syarat wajib Haji
•Islam (tidak wajib dan tidak sah hajinya orang selain Islam).
•Berakal.
•Balig.
•Kuasa.(tidak wajib haji bagi orang yang tidak mampu).

c.Rukun Haji

•Ihram (berniat melakukan haji ).
•Hadir di Padang Arafah pada waktu yang ditentukan, yaitu mulai dari tergelincir matahari tanggal 9 sampai terbit fajar tanggal 10 bulan dzul hijjah. Artinya, orang yang sedang mengerjakan ibadah haji wajib berada di Padang Arafah pada waktu tersebut.
•Tawaf Ifadah.
•Sa’I (berlari-lari kecil di antara bukit Safa dan Marwah).

d.Wajib Haji

•Ihram dari miqat
•Berhenti di Muzdalifah sesudah tengah malam, di malam hari raya haji sesudah hadir di padang arafah.
•Melempar jumrah ‘Aqabah pada hari raya haji.

Sabda Rasulullah Saw:
Dari Jabir. Ia berkata, ‘saya melihat Nabi Saw. Melempar jumrah dari atas kendaraannya pada hari raya, lalu beliau bersabda, ‘Hendaklah kamu turut cara ibadah seperti yang aku kerjakan ini, karena sesungguhnya aku tidak mengetahui, apakah aku akan dapat mengerjakan haji lagi sesudah ini.” (H.R. Muslim dan Ahmad)
•Melontar tiga jumrah.
•Bermalam di Mina.
•Tawaf wada’ (tawaf sewaktu akan meninggalkan Makkah).
•Menjauhkan diri dari segala larangan atau yang diharamkan.

e.Sunnah-sunnah Haji
•Mengerjakan hai dengan cara Ifrad.
•Membaca talbiyah dengan suara yang keras bagi laki-laki dan sekadar terdengar oleh telinganya sendiri bagi perempuan.
•Berdoa sesudah membaca talbiyah.
•Membaca zikir sewaktu tawaf.
•Shalat dua rakaat sesudah tawaf.
•Masuk ke Ka’bah.

f.Tahallul (penghalalan beberapa larangan)
Adapun perkara yang apabila dikerjakan maka beberapa larangan akan menjadi halal itu ada tiga:
1.Melontar jumrah ‘aqabah pada hari raya haji.
2.Mencukur atau menggunting rambut.
3.Tawaf yang diiringi dengan sa’i, kalau ia belum sa’i sesudah tawaf qudum.
Apabila dua perkara di antara tiga perkara tersebut telah dikerjakan, halallah baginya beberapa larangan berikut ini:
•Memakai pakaian berjahit.
•Menutup kepala bagi laki-laki dan menutup muka tapak tangan bagi perempuan.
•Memotong kuku.
•Memakai wangi-wangian, berminyak rambut, dan memotongnya kalau ia belum bercukur.
•Berburu dan membunuh binatang yang liar.

sebelumnya --> klik