.

LOGIKA SEBAGAI SALAH SATU CABANG FILSAFAT

Pengertian Logika

Logika berasal dari kata Yunani kuno (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika adalah salah satu cabang filsafat.

Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur.

Ilmu disini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal.[1]

Dalam matematika Logika masuk kedalam kategori matematika murni karena matematika adalah logika yang tersistematisasi. Matematika adalah pendekatan logika kepada metode ilmu ukur yang menggunakan tanda-tanda atau simbol-simbol matematik (logika simbolik). Logika tersistematisasi dikenalkan oleh dua orang dokter medis, Galenus (130-201 M) dan Sextus Empiricus (sekitar 200 M) yang mengembangkan logika dengan menerapkan metode geometri.

Logika adalah cabang filsafat yang mempelajari kegiatan berpikir manusia. Objek material logika adalah kegiatan berpikir.

Secara teknis, berpikir adalah proses rohani/kegiatan akalbudi yang berada dalam kerangka bertanya dan berusaha untuk memperoleh jawaban.

Faktor-faktor yang memungkinkan manusia bisa berpikir:

  • Jika pernyataan/pendiriannya dibantah orang lain
  • Jika terjadi perubahan mendadak dalam lingkungannya
  • Jika ia ditanya

Berpikir merupakan upaya untuk memecahkan masalah. Sering juga disebut berpikir refleksif. Berpikir refleksif berarti terarah/teratur, yakni berpikir untuk menjawab pertanyaan yang terus menerus menjadi pusat perhatian. Menurut tujuannya, kegiatan berpikir dibagi atas:

  • Berpikir teoretikal yaitu kegiatan berpikir yang ditujukan untuk mengubah pengetahuan.
  • Berpikir praktikal yaitu berpikir untuk mengubah keadaan/situasi.

Macam-Macam Logika

1. Logika alamiah

Logika alamiah adalah kinerja akal budi manusia yang berpikir secara tepat dan lurus sebelum dipengaruhi oleh keinginan-keinginan dan kecenderungan-kecenderungan yang subyektif. Kemampuan logika alamiah manusia ada sejak lahir.

2. Logika ilmiah

Logika ilmiah memperhalus, mempertajam pikiran serta akal budi.

Logika ilmiah menjadi ilmu khusus yang merumuskan azas-azas yang harus ditepati dalam setiap pemikiran. Berkat pertolongan logika ilmiah inilah akal budi dapat bekerja dengan lebih tepat, lebih teliti, lebih mudah dan lebih aman. Logika ilmiah dimaksudkan untuk menghindarkan kesesatan atau, paling tidak, dikurangi.


[1] Jan Hendrik Rapar. Pengantar Logika. Asas-asas penalaran sistematis. Penerbit Kanisius.