.

Ilmu Astronomi dan Matematika Pada Masa Kejayaan Islam

Dasar-dasar ilmu geometri mulai diperkenalkan di dunia Islam oleh Sinbind, seorang ahli astronomi berkebangsaan India yang pernah bekerja pada majelis ilmu pengetahuan Khalifah Al Mansur dari dinasti Abbasiyah. Pada mulanya ia memperkenalkan sistem perangkaan yang berlaku di India yang di antaranya adalah angka nol (0). Itulah sebabnya sistem perangkaan dalam bahasa Arab disebut Hindi dan ilmu berhitung disebut Hindasah.

Penyebarluasan penggunaan angka yang berasal dari India ke dunia Islam juga dilakukan melalui gerakan tarjamah. Dalam hal ini karya terjemahan buku-buku India ke dalam bahasa Arab yang dikerjakan oleh Al Fazari banyak membantu. Dengan mempelajari buku-buku dari India itu, umat islam berusaha menyusun mengembangkan dan menyempurnakannya. Banyak sarjana yang berjasa dalam usaha besar ini, di antaranya ialah:

1. Muhammad bin Musa Al Khawarizmi (w. 261 H / 874 M)
Seorang tokoh utama dalam sejarah matematika dan tokoh terbesar dalam ilmu pasti yang banyak mempengaruhi jalan pikiran para ilmuwan Eropa abad pertengahan. Dialah orang pertama yang menyusun daftar astronomi (zij), menulis buku tentang arithmatika dan aljabar. Bukunya yang terkenal berjudul “Hisab Al Jabr wal Muqabalah” (perhitungan integral dan persamaan) memuat lebih dari 800 masalah, termasuk masalah-masalah yang oleh Neo-Babylonia masih dikemukakan dalam bentuk dugaan sudah dibuktikan kebenarannya dalam buku ini. Di dunia Barat buku ini pertama kali diperkenalkan oleh Gerard dari Cremona yang menyalinnya kedalam bahasa Latin. Buku inilah yang telah memperkenalkan ilmu aljabar ke dunia Barat yang mereka sebut “Algebra”. Mereka juga menyebut angka Arab dengan “algorismus” dinisbatkan pada nama Al Khawarizmi. Di antara ahli matematika Barat yang mendapat pengaruh dari Al Khawarizm ialah Leonardo Fibonacci dari Pisa dan Jacob dari Florence. Buku matematika karya Leonardo Fibonacci memuat enam tipe persamaan kuadrat yang dikemukakan oleh Al Khawarizmi.

2. Abu Raihan Muhammad bin Ahmad Al Biruni (w. 442 H)
Seorang ahli astronomi dan ilmu pasti terkenal dari Persia yang pernah ditinggal di Ghazna, Afghanistan. Dia banyak menyusun buku tentang geometri, aritmatika, astronomi dan astrologi. Di antaranya adalah “Al Atsar Al Baqiyah ‘an Al Quran Al Khaliyah” (membicarakan tentang kalender dari penduduk purbakala), “At Tafhim li Awail Shina ‘At Tanjim (berisi tanya jawab singkat tentang geometri dan astronomi).

3. Abu Al Qasim Maslamah Al Majriti (w. 398 H)
Seorang ahli astronomi dari Cordova. Dalam bidang astronomi ia melakukan koreksi terhadap daftar zij yang ditulis oleh Al Khawarizmi dan dalam bidang matematika ia mendapat julukan “Al Hasib”.

4. Umar Al Khayam (w. 518 H)
Seorang ahli astronomi dan matematika asal Persia yang banyak mendapat pengaruh dari Al Khawarizmi. Dia juga dikenal sebagai penyair Persia dan pemikir bebas. Bukunya tentang matematika memuat pemecahan-pemecahan persamaan geometri dan aljabar kuadrat serta klasifikasi yang mengagumkan tentang perhitungan persamaan. Sementara bukunya yang berjudul “Al Tarikh Al Jalali” memuat hasil penelitian timnya tentang pembuatan kalender.

5. Jabir bin Aflah (w. 545 H)
Yang dalam literatur Barat dikenal dengan nama Geber Filius. Dia ialah sarjana astronomi asal Sevilla yang menyusun buku astronomi berjudul “Kitab Al Hai’ah”. Dalam buku ini juga diuraikan tentang perhitungan bidang lingkaran dan ilmu ukur sudut bidang datar.