.

Pengertian, Tujuan dan Dasar Khilafah

Kata “khilafah” menurut bahasa berarti kepemimpinan. Sedangkan menurut istilah, para ulama fiqih mendefinisikan sebagai :

رِئَاسَةُ عَامَةُ فِى أُمُوْرِ الدِّيْنِ وَالدُّ نْيَا، وَهِيَ رِئَاسَةٌ عَامَةٌ لِلْمُسْلِمِيْنَ جَمِيْعًا فِي الدُّ نْيَا لإِقَامَةِ أَحْكَام الشَّرْعِ وَحَمْلِ الدَّعْوَةِ الإِسْلاَمِيَّةِ إِلَى الْعَالَمِ

Artinya : “Kepemimpinan umum dalam urusan agama dan dunia. Dengan kata lain, yaitu kepemimpinan umum bagi umat Islam secara keseluruhan di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syara dan mengemban dakwah Islamiyah ke seluruh penjuru dunia

Menurut Imam Al-Mawardi khilafah adalah :

خِلاَفَةُ النُّبُوَّةِ فِى حُرَاسَةِ الدِّيْنِ وَسِيَاسَةُ الدَُّنْيَا

Artinya :”Mengganti Nabi dalam melindungi agama dan mengatur dunia

Kedua definisi tersebut memperlihatkan adanya hubungan timbal balik yang saling memerlukan antara agama dan negara (dunia). Karena itu, sekalipun antara ‘memelihara agama” dan “mengatur dunia” merupakan dua bidang aktivitas yang berbeda, namun anatara keduanya tidak dapat dipisahkan. Selain itu diketahui juga bahwa tugas khilafah pada hakikatnya adalah menggantikan posisi Nabi dalam memelihara agama dan mengatur dunia.

Pengertian khilafah sebagai “pmerintahan pasca Nabi Muhammad SAW merupakan produk ijtihad para sahabat. Pertimbangan pembentukannya adalah untuk menciptakan persatuan dalam memelihara ketertiban kehidupan bersama umat Islam. Dengan demikian, tujuan khilafah adalah untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, sejahtera lahir dan batin serta meperoleh ampunan dan ridla Allah SWT.

Secara rinci tujuan khilafah adalah sebagai berikut :

  1. Melanjutkan kepemimpinan agama setelah Nabi Muhammad SAW wafat
  2. Memelihara kemurnian ajaran Islam dan menyelamtkan akidah umat
  3. Mengupayakan kesejahteraan lahir dan batin dalam rangka memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat (sa’adah fi daraini)
  4. Mewujudkan dasar-dasar pemerintahan (khilafah) yang adil dalam seluruh aspek kehidupan umat.
  5. Melaksanakan hukuman (paradilan) dan melerai pertengakaran antara dua kelompok yang berlawanan.
  6. Menjaga keutuhan kedaulatan Negara dari serangan musuh
  7. Menyebarkan dakwah Islamiyah ke seluruh dunia

DASAR-DASAR KHILAFAH

Sebagai struktur pemerintahan yang pelaksanannya diatur berdasar syariat Islam, khilafah dibangun berdasarkan prinsip yang kokoh untuk menegakkan ajaran agama Allah. Karena itu, khilafah ditegakkan atas dasar-dasar sebagai berikut :

1. Tauhid, yaitu menegaskan ke-Maha Esa-an Allah SWT.

وَقُلِ الْحَمْدُ للهِ الَّذِى لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيْكٌ فِى الْمُلْكِ ....

Artinya : “Dan katakanlah : Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaanNya” (Q.S. Al-Israa; 111)

2. Persamaan derajat antara sesama manusia, karena yang membedakan satu dengan lainnya hanyalah ketaqwaannya kepada Allah :

... إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَكُمْ

Artinya :”Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu (Q.S. al-Hujrat ; 13)

3. Persatuan Islam, yaitu prinsip untuk menggalang persaudaraan dan kesatuan dalam Islam.

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَلاَ تَفَرَّقُوْا

Artinya : “Dan berpeganglah kamu sekalian kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai” (Q.S. Ali Imran ; 103).

4. Permusyawaratan atau kedaulatan rakyat. Firman Allah ;

وَأَمْرُهُمْ شُوْرَى بَيْنَهُمْ

Artinya :”Urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka” (Q.S. al-Syura ; 38)

5. Keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh umat. Firman Allah :

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ وإِيْتَآئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَخْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Artinya : “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia mengajarkan kamu supaya menjadi peringatan bagimu” (Q.S. An-Nahl ; 90)