.

Contoh Bentuk Akhir Model Pembelajaran Tematik

Bentuk Akhir Model Pembelajaran Tematik - Selama dilakukan ujicoba penerapan model pembelajaran tematik mengalami beberapa perkembangan. Pada ujicoba pertama, penetapan jumlah indikator yang dilakukan baik pada sekolah baik, sedang dan kurang dirasakan tidak sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia. Apalagi di kelas yang besar (di sekolah baik) karena selama ini belum pernah dilakukan metode pembelajaran kerja kelompok, guru membutuhkan waktu yang banyak dalam pengorganisasian kelas. Begitu pula  pada ujicoba kedua, selain jumlah indikator, yang perlu diperhatikan dalam penetapan indikator adalah tingkat kedalaman dari indikator yang hendak dicapai. Berdasarkan hasil ujicoba satu dan dua, peneliti dan guru akhirnya melakukan pertimbangan yang lebih dalam terhadap penentuan indikator yang terkait dalam tema dengan alokasi waktu yang tersedia.

Pemilihan  tema  dilakukan  dengan  mempertimbangkan  kedekatan  tema dengan diri dan lingkungan siswa. Tujuannya agar siswa dapat menghubungkan pengalaman yang mereka dapatkan di sekolah dengan kehidupan mereka seharihari. Disamping juga untuk memberikan motivasi atau ketertarikan siswa dalam belajar. Berdasarkan hasil ujicoba diketahui bahwa melalui tema-tema yang dikembangkan, siswa menjadi termotivasi dalam mengikuti pembelajaran.  Hal ini dapat dilihat dari aktivitas belajar mereka dalam hal bertanya, mengungkapkan pendapat dan bekerjasama yang cenderung meningkat di tiap ujicoba.

Berdasarkan hasil ujicoba, pemilihan tema masih sepenuhnya ditentukan oleh guru. Guru belum  mengikutsertakan  siswa  dalam  penentuan  tema. Walaupun begitu, guru di sekolah baik dan sedang sudah mencoba untuk tidak menyodorkan langsung tema yang telah ditentukan oleh guru. Guru berusaha untuk mengeksplorasi pengalaman siswa yang mengarah pada tema terlebih dahulu. Setelah itu baru menegaskan tema yang akan dipelajari oleh siswa pada hari itu. Pada sekolah kurang, kondisi ini belum terjadi.  Guru menyodorkan tema terlebih dahulu kepada siswa, baru kemudian melakukan tanya jawab dengan siswa terkait dengan tema yang menjadi fokus pembelajaran.

Pemilihan tema yang dekat dengan diri dan lingkungan siswa juga mempengaruhi pengembangan materi dan metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Guru mengakui bahwa pemilihan tema yang dekat dengan diri dan lingkungan siswa memudahkan guru dalam mengeksplorasi pengalaman yang dimiliki oleh siswa dan mengaitkan materi antar mata pelajaran. Selain itu juga guru menjadi lebih kreatif dalam mengembangkan materi dan metode pembelajaran. Seperti pada waktu pemilihan tema rekreasi, guru lebih mudah mengeksplorasi pengalaman siswa karena tempat rekreasi yang berupa lingkungan alam sangat dekat dengan lingkungan diri siswa.

Prosedur pembelajaran dilakukan dengan menggunakan tiga tahap pembelajaran yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir pembelajaran. Pada kegiatan awal dilakukan kegiatan penginformasian tema, tujuan dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan oleh siswa. Pada kegiatan inti, kegiatan pembelajaran diawali dengan penyampaian pertanyaan pemandu yang dituliskan di papan tulis. Tujuannya untuk membantu siswa yang belum lancar membaca. Jika semua siswa telah mempunyai kemampuan membaca yang cukup baik, maka pertanyaan pemandu tidak perlu dituliskan di papan tulis, seperti yang dilakukan oleh guru di sekolah baik. Menurut Subroto dan Herawati (2004:1.10) pertanyaan pemandu merupakan serangkaian kunci hubungan antar pokok bahasan atau subpokok bahasan dalam satu bidang  atau  antar bidang. Selain  itu  juga, pertanyaan pemandu ini penting dalam memberikan arahan kegiatan yang akan dikerjakan oleh murid. Oleh karena itu, pertanyaan pemandu, selain berfungsi membantu guru untuk mengaitkan materi yang terkait juga dapat membantu guru untuk meningkatkan motivasi dan minat siswa untuk mencari dan menemukan jawaban serta menarik perhatian siswa dalam belajar.

Kegiatan inti dilakukan dengan metode pembelajaran yang mengacu pada aktivitas belajar siswa.   Kegiatan inti diakhiri dengan penguatan terhadap materi pembelajaran melalui diskusi bersama antara guru dan siswa. Penguatan ini dapat berfungsi untuk membangkitkan pengertian lama yang telah dimiliki siswa agar diterapkan dengan pengertian baru, mendorong siswa menggunakan pengetahuan yang telah dimiliki untuk memecahkan masalah-masalah yang sedang dibahas (aplikasi). Selain itu juga membantu siswa menginterpretasi dan mengorganisasi pengetahuan dan pengalamannya dalam bentuk prinsip dan generalisasi yang lebih luas.

Pada kegiatan akhir, dilakukan evaluasi pembelajaran dengan memberikan pertanyaan yang bersifat terbatas  dan  terbuka. Bentuk pertanyaan ini dapat dilakukan mengingat kemampuan siswa dalam hal membaca dan menulis di sekolah baik, sedang dan kurang sudah cukup baik, akan tetapi jika masih terdapat siswa yang belum mempunyai kemampuan yang baik dalam membaca dan menulis, evaluasi  pembelajaran  tidak  harus  dilakukan  dengan  cara  tertulis.

Gambaran akan penerapan model pembelajaran tematik akhir dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini: