Contoh Pembahasan Hasil Penelitian (Pembelajaran Tematik)

Pelaksanaan Pembelajaran Tematik - Pelaksanaan pembelajaran tematik merupakan inti dari aktivitas pembelajaran, yang dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan rambu-rambu yang telah disusun dalam perencanaan sebelumnya. Pada tahapan ini dapat diketahui kekuatan dan kelemahan dari rancangan desain yang telah disusun.Oleh karena itu  dibutuhkan  kemampuan guru  dalam  melaksanakan  model pembelajaran tematik.

Kemampuan guru  dalam menerapkan pembelajaran tematik yang menjadi fokus dalam  penelitian ini adalah pada kemampuan guru untuk menerapkan langkah-langkah pembelajaran yang telah ditetapkan.

Berdasarkan hasil ujicoba yang telah dilaksanakan di tiga sekolah yang berkategori baik, sedang dan kurang diketahui bahwa tingkat keberhasilan guru dalam menerapkan pembelajaran tematik sangat bergantung pada kemampuan guru. Berdasarkan hasil observasi pada ujicoba pertama terlihat guru mengalami kesulitan dalam menerapkan pembelajaran tematik. Hal ini terlihat dari : (1) Belum dikomunikasikannya tujuan dan kegiatan pembelajaran  yang  akan dilakukan kepada siswa secara jelas.  Di sekolah kurang, bahkan guru tidak melakukan apersepsi kepada siswa. Siswa langsung diminta untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru. (2) Belum dipahami dan digunakannya pertanyaan pemandu secara  baik. (3) Pada  akhir kegiatan  inti  guru  tidak  melakukan pembahasan terhadap hasil kerja siswa untuk memberikan penguatan terhadap pelajaran yang telah mereka terima. (4) Belum dirumuskannya kesimpulan akhir pada kegiatan akhir.

Hasil temuan yang diperoleh pada ujicoba pertama ini selanjutnya didiskusikan bersama dengan guru melalui proses refleksi. Dari hasil refleksi diketahui bahwa kesulitan  guru  dalam  menerapkan  pembelajaran  tematik dikarenakan pertama guru kurang mempelajari rencana pelaksanaan pembelajaran yang  telah  dirancang;  kedua masih  kurangnya  pemahaman  guru  akan pembelajaran tematik.

Sejalan dengan pelaksanaan ujicoba, kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran tematik mengalami peningkatan, baik di sekolah kategori baik, sedang maupun  kurang  Peningkatan kemampuan guru  ini tidak  lepas  dari meningkatnya pemahaman dan keterampilan guru dalam mengembangkan materi pembelajaran yang terkait dengan tema. Kemampuan guru dalam mengembangkan materi pembelajaran ini erat hubungannya dengan pemilihan tema yang menjadi fokus pembelajaran.   Menurut pengakuan guru, pemilihan tema yang dekat dengan diri dan lingkungan siswa sangat membantu guru dalam mengembangkan materi pembelajaran. Di samping itu pula, pemilihan tema juga sangat mempengaruhi motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu juga  tema  yang  menjadi fokus  pembelajaran  membuat  siswa  tidak  merasa dibebani    dengan adanya pemilihan bidang studi yang ketat, karena melalui pembelajaran tematik membuat mereka belajar sesuatu yang utuh dan padu. Keterlibatan mereka dalam menjelajahi tema yang dijabarkan ke dalam sejumlah topik  dari  beberapa  bidang  studi  yang dipadukan,  telah  dapat  memfasilitasi berkembangnya potensi mereka, baik kognitif, emosi dan sosial (Nasution, 1995).

Secara umum terjadi pula peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran  tematik, akan  tetapi  peningkatan  kemampuan  guru  ini  di  tiap sekolah berbeda-beda. Kemampuan guru di sekolah kategori kurang terlihat sangat berbeda jika dibandingkan dengan kemampuan guru di sekolah baik dan sedang yang hampir sama.  Perbedaan ini tidak dapat dilepaskan dari aspek-aspek yang dimiliki oleh guru di tiap sekolah tersebut. Menurut Dunkin (Sanjaya, 2006) ada sejumlah aspek yang dapat mempengaruhi kualitas proses  pembelajaran dilihat dari faktor guru yaitu  (1) Formative experience, meliputi jenis kelamin serta semua pengalaman hidup yang menjadi latar belakang sosial mereka (2) Teacher training experience, meliputi pengalaman-pengalman yang berhubungan dengan aktivitas dan latar belakang pendidikan guru, (3) Training properties , segala sesuatu yang berhubungan dengan sifat yang dimiliki guru, seperti sikap guru terhadap siswa, kemampuan dan intelegensi guru baik dalam kemampuan guru dalam pengelola pembelajaran maupun kemampuan guru dalam penguasaan materi pembelajaran.

Dampak Penerapan Pembelajaran Tematik
Dampak dari penerapan pembelajaran tematik diketahui dengan melakukan evaluasi secara terpadu selama pembelajaran berlangsung. Tujuan evaluasi yang dilakukan sama seperti kegiatan evaluasi pada pembelajaran model lainnya yaitu untuk mengetahui perolehan perkembangan kemampuan siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Menurut Ministry of Education Victoria (1986) aspek-aspek yang perlu diamati dan dinilai pada siswa selama pembelajaran terpadu adalah penguasaan konsep setiap bidang ilmu yang terkait, disamping itu juga penilaian dilakukan terhadap keterampilan siswa bertanya, interaksi siswa, keterampilan mengkomunikasikan gagasan, kemampuan membaca dan menulis serta ekspresi siswa dalam  menerima  pelajaran.    Disamping  itu  Tim  Pengembang  PGSD (1996:38) mengungkapkan bahwa evaluasi dalam pembelajaran terpadu perlu diarahkan perhatian yang cukup banyak pada evaluasi dampak  pengiring (nurturant effect) seperti kemampuan kerjasama, tenggang rasa, dependability, dan keholistikan persepsi.

Berdasarkan pendapat tersebut, evaluasi yang dilakukan pada penelitian ini difokuskan pada aspek proses dan produk pembelajaran. Evaluasi terhadap proses pembelajaran terutama ditujukan untuk melihat dampak pengiring yang dihasilkan dari  penerapan  pembelajaran  tematik  terhadap siswa, seperti kemampuan bertanya, mengeluarkan pendapat dan bekerjasama. Sedangkan evaluasi terhadap produk pembelajaran dilakukan untuk mengetahui tingkat ketercapaian terhadap penguasaan materi yang diperoleh siswa dalam setiap ujicoba.

Hasil evaluasi dari ujicoba yang dilakukan di sekolah baik, sedang dan kurang menunjukkan bahwa dari aspek proses pembelajaran, terlihat terjadinya peningkatan kemampuan siswa dalam bertanya, mengeluarkan pendapat dan bekerjasama. Meningkatnya kemampuan bertanya dan mengeluarkan pendapat siswa ini dikarenakan,  pertama kemampuan guru dalam mengembangkan kedekatan diri guru terhadap siswa baik dari aspek sosial  maupun emosi. Kedekatan guru dengan siswa baik dari aspek sosial maupun emosi ini terutama sangat terlihat ketika guru semakin mengembangkan kemampuan guru dalam hal mengembangkan rasa percaya diri siswa dan keterlibatan siswa dalam KBM.   Di samping itu juga kemampuan guru dalam menghadapi perilaku siswa seperti bersikap ramah, luwes, terbuka, penuh pengertian dan sabar juga mengembangkan aspek emosi siswa terhadap guru. Kedua, dikarenakan kemampuan guru dalam mengembangkan materi dan metode pembelajaran. Pengembangan materi dan metode pembelajaran ini sangat terkait dengan proses pemilihan tema yang dekat dengan diri siswa. Sebagaimana diakui oleh guru di sekolah baik, sedang maupun kurang bahwa pemilihan tema yang sangat dekat dengan diri dan lingkungan siswa membuat guru lebih mudah untuk mengembangkan materi dan metode yang diberikan kepada siswa. Hal ini sebagaimana yang  diungkapkan oleh  Tim Pengembang PGSD  (1997) bahwa perkembangan fisik individu tidak dapat dipisahkan dari perkembangan mental, sosial dan emosional atau sebaliknya dan perkembangan itu akan  terpadu   dengan pengalaman, kehidupan dan lingkungannya.

Sejalan dengan meningkatnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, kemampuan siswa terhadap penguasaan materi pembelajaran yang dapat diketahui dari tes hasil belajar yang dilakukan pada setiap akhir ujicoba juga mengalami peningkatan. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran tematik tidak hanya memberikan dampak terhadap aktivitas belajar siswa juga terhadap penguasaan materi pembelajaran.

=======================

Oleh: Hesty. S.Si. M.Pd