.

Copas: Perkembangan Militer dan Pemerintahan Islam di Spanyol (Andalusia)

Perkembangan Militer dan Pemerintahan Islam di Spanyol (Andalusia)
Sebelumnya | Tokoh-tokoh Islam

Perkembangan Islam di Spanyol yang berlangsung lebih dari tujuh setengah abad, Islam memainkan peranan yang sangat besar. Perkembangan islam di spanyol bisa dikatan sangat menyeluruh, mulai dari militer, pemerintahan, pendidikan, perekonomian, ilmu pengetahuan dan masih banyak lagi.

Sebagai suatu wilayah negara, Islam di Spanyol diperlengkapi dengan personil-personil militer lebih banyak dari jumlah ketika mereka datang. Dan untuk keamanan serta pertahanan kedaulatannya, Amir membangun kekuatan militer di Spanyol.

la mendatangkan lebih dari 40.000 personil dari afrika untuk dilatih dengan mendapat gaji baik, agar mereka benar-benar setia menghormati dan mau ikut menjaga kekuasaan Amir.(Hitti, 1970 508).

Pasukan militer dibedakan menjadi empat kelompok. Yaitu:
  1. Tentara tetap (Profesional) yang berpangkalan di Cordova.
  2. Tentara Reguler (Jund) yang dipimpin oleh penguasa wilayah militer.
  3. Tentara Irreguler (Belladi), yaitu orang-orang Arab yang datang bersama Musa Ibnu Nushair.
  4. Tentara luar biasa atau sukarelawan (Hasyid), yaitu orang-orang yang tidak diminta dan dengan sukarela bergabung bersama kekuatan militer (lmamuddin, 1981: 63).

Disamping pasukan darat, dibentuk pula kekuatan laut setelah adanya serangan mendadak Normandia di pantai barat Spanyol pada tahun 844-845 M. Kemudian dibangun menara-menara pengintai musuh yang melakukan kegiatan di samudra Atlantik di sepanjang pantai.

Setelah Abdurrahman al-Dkhil (Abdurrahman I) meninggal, maka pemerintahan dipegang oleh anaknya Hisyam I (789-796), Dia seorang yang memiliki pengetahuan yang luas tentang Al-Qur'an dan sunnah, dan banyak dipengaruhi oleh ulama fikih. la meneruskan pembangunan masjid Cordova dan juga membangun terusan Cordova. Hisyam adalah seorang penguasa yang taqwa, adil dan lemah lembut serta darmawan. Dia menduduki tahta selama 8 tahun, tetapi banyak kemajuan-kemajuan yang dicapai.

Setelah Hisyam wafat, ia diganti oleh ananya hakam I (796-822 M). Hakam adalah orang yang suku akan kemegahan dan pertunjukan-pertunjaukn serta sangat kecanduan dengan minuman anggur. Pada masa kekuasaannya terjadi pemberontakan yang dipelopori oleh Sulaiman dan Abdullah pamannya sendiri, yang akhirnya pemberontakan itu dapat dipadamkan. Sulaiman meninggal dan Abdullah diampuni setelah ia menyerah.

Sesudah Hakam meninggal; pemerintahan di pegang oleh putranya Abdurrahman II (822-852 M). Dengan pengalaman militernya yang tinggal dan kecakapannya dalam memimpin pemerintahan, Abdurahman II telah berhasil membawa Spanyol kembali kepada kedamaian dan kemakmuran. Di masanya Mesjid Cordova diperluas, dan banyak mesjid baru dibangun di kota-kota Jaen, Seville,dan di ibu kola Cordova sendiri. Barang-barang di impor dari Timur. Bendungan dan irigasi dibangun, ibu kota diperindah dengan taman-taman yang luas lagi indah yang dilalui oleh terusan-terusan yang mengalirkan air dari gunung-gunung. Jembatan-jembatan dibangun dan istana Cordova telah dapat menandingi istana di Bagdad. (Dozy, 1972:260). Setelah menjalankan pemerintahannya selama 30 tahun yang membawa kepada kemakmuran, Abdurahman II meninggal dunia pada tahun 852 M

Pemerintahan berikutnya setelah Abdurahman II wafat, Dipegang oleh anaknya Muhammad 1(852-886 M). Masa kekuasaanya banyak terjadi kerusuhan dalam negeri, antara lain: Pemberontakan rakyat Toledo, Pemberontakan orang-orang Kristen yang fanatik di Cordova yang telah ditumpas oleh Abdurahman II, namun mereka tetap berhubungan dengan raja Perancis, Charles Le Beld dengan tujuan mengajaknya untuk menyerang Spanyol. Akhirnya pemberontakan-pemberontakan itu dapat dipadamkan, bahkan pemberontakan itu di Tabanos yang merupakan sarang fanatisme dihancurkan. Para pemimpin mereka digantung. Muhammad I adalah orang yang bijak, adil, dan berani. Dia memperbaiki keadaan rakyat dengan kedermawanannya. La seorang yang rajin dalam meneliti urusan administrasi sekecil apapun.(Mahmudunnasir, 1993: 297). la meninggal dalam usia 65 tahun setelah menjalankan pemerintahannya selama 34 tahun.

Kemudian pemerintahan diganti oleh anaknya Munzir (886-888 M). la cukup mampu menumpas pemberontakan ketika ayahnya memerintah. Masa pemerintahannya yang begitu singkat diawarnai dengan kektidak damaian dan kericuhan.

Setelah Munzir wafat, ia digantikan oleh saudaranya Abdullah (888-912). la memerintah cukup lama selama 25 tahun, tetapi masa kekuasaanya selalu mendapat tantangan yang cukup banyak.

Selanjutnya pemerintahan dipegang oleh Abd al-Rahman al-Nashir atau Abdurrahman III (912-961 M). Ia naik tahta dalam usia 23 tahun, usia yang relatif muda. Usaha yang dilakukannya pertama kali ditujukan kepada pengukuhan kesatuan dan stabilitas dalam negeri. Begitu ia dilantik ia mengirm utusan kepada gubernur-gubernur yang ada disemenanjung Iberia dan mengajak mereka untuk memberikan bai'at kepadanya. Sebagian diantara mereka menyambut seruan itu dengan baik dan sebagian yang lain tidak memperdulikannya. Dalam menghadapi penentanganya, Abdurahman III menumpasnya dengan militer sehingga dalam jangka 10 tahun umat Islam Spanyol bersatu kembali.(Benton, 1970: 1087).

Abdurahman III membangun beberapa buah istana dan memajukan pertanian rakyat. Rakyat taat kepadanya dan semua orang merasa hidup damai bersamanya. la mewajibkan penguasa-penguasa Kristen membayar upeti ke Cordova. Pada tahun 929, ia memproklamirkan dirinya sebagai khalifah. Pada masa kekuasaanya, Cordova merupakan pusat kebudayaan Islam yang penting di Barat sebagai tandingan Bagdad di Timur. Kalau di Bagdad ada bait al-Hikmah serta madrasah Nizamiah, dan Kairo ada al-Azhar serta Dar al-Hikmah, maka di Cordova ada universitas Cordova sebagai pusat ilmu pengetahuan. Perpustakaanya mengandung ratusan ribu buku.(Nasution, 1985:62)

Cordova, Constantinopel dan Bagdad adalah tiga kota yang merupakan pusat kebudayaan dunia pada saat itu. Di Cordopa terdapat 113.000 rumah, 70 Perpustakaan, sejumlah toko buku dan Mesjid, bermil-mil jalan aspal diterangi dengan lampu-lampu dari rumah-rumah yang berhampiran. Semuanya membuat Cordova memperoleh popularitas Internasional dan kekaguman para pengunjungnya. Banyak perutusan diplomatik berkumpul di Cordova, baik dari dalam maupun dari luar Spanyol. Delegasi berdatangan dari suku-suku Zanatah Afrika Utara yang kuat, dari dinasti Idrisi, dari raja-raja Kristen Prancis, Jerman dan Konstantinopel.

In this period Umayad Capital took its place as the most cultured city and Europe and, with Constabtinople and Bagdad, as one of the three cultural centres of the world. With its one hundred and thirteen thousand homes, twenty-one suburbs, seventy libraries and numerous book shops, mosques and palaces, it acquired international fame and inspired awe and admiration in the hearts of travellers. It enjoy miles of paved streets illuminated by lights from the bordering houses whereas. (Hitti, 1970: 526).

Abdurrahman III di anggap sebagai sang penyelamat imperium muslim Spanyol. Dengan berbagai kebijakan dan kemampuan intelektualnya, maka stabilitas nasional terkendali serta dapat menarik masyarakat Spanyol dengan tidak menimbulkan jurang pemisah antara kelas dan golongan agama yang ada, sehingga benar-benar tercipta suatu imperium Umayyah yang damai dan kuat di Spanyol. Setelah memegang kekuasaan selama 49 tahun, ia meninggal dunia pada bulan oktober 961 M.

Pemerintahan selanjutnya dipegang oleh anaknya Hakam II (961-976 M). la meneruskan politik ayahnya dalam mempertahankan stabilitas pemerintahan dan kemakmuran negaranya. Hakam memiliki sifat yang mirif dengan ayahnya. Ia tetap mempertahankan menteri-menteri yang diangkat oleh ayahnya. Pada masa pemerintahannya la memerangi pemberontakan Kristen yang ingin melepaskan diri dari Spanyol. Sepeninggal Hakam II, Pemerintahan dipegang oleh Hisyam II (976-1009 M). Pada masa pemerintahannya, kekuasaan khalifah mengalami kemunduran. Kekuasaan umat Islam di Spanyol saat itu berada wazir dan wali Hisyam II yang bernama Ibnu Abi Amir, yang kemudian bergelar al-Mansur.