.

Mendalami Pengelompokan Masalah Dalam Pengeloaan Kelas

Mendalami Pengelompokan Masalah Dalam Pengeloaan Kelas - Masalah pengelolaan kelas dapat di kelompokkan menjadi dua kategori yaitu masalah individual dan masalah kelompok.

Tindakan pengelolaan kelas seorang guru akan efektif apabila ia dapat mengidentifikasi dengan tepat hakikat masalah yang sedang dihadapi, dan dapat memilih strategi penanggulangannya dengan tepat pula.

B. Masalah Individu/Perorangan

Rudolf Dreikurs dan Pearl Cassell (Noorhadi,1985:5), mengemukakan bahwa semua tingkah taku individual merupakan upaya pencapaian tujuan pemenuhan kebutuhan untuk diterima kelompok dan kebutuhan untuk mencapai harga diri.

Akibat tidak terpenuhinya kebutuhan, kemungkinan akan terjadi beberapa tindakan siswa yang dapat digolongkan menjadi:
  1. Tingkah-Iaku yang ingin mendapatkan perhatian orang lain (attention getting behavior), misalnya membadut di dalam kelas (aktif), atau dengan berbuat serba lamban sehingga perlu mendapat pertolongan ekstra (pasif).
  2. Tingkah-Iaku yang ingin merujukan kekuatan (power seeking behaviours), misalnya selalu mendebat atau kehilangan kendali emosional, seperti marah-marah, menangis atau selalu "lupa" pada aturan penting di kelas (pasif).
  3. Tingkah-Iaku yang bertujuan menyakiti orang lain (revenge seeking behaviors), misalnya menyakiti orang lain seperti mengata-ngatai, memukul, menggigit dan sebagainya (kelompok ini nampaknya kebanyakan dalam bentuk aktif atau pasif).
  4. Peragaan ketidakmampuan (displaying indequacy) yaitu dalam bentuk sama sekali menolak untuk mencoba melakukan apapun karena yakin bahwa hanya kegagalanlah yang menjadi bagiannya.
Keempat tindakan yang dilakukan individu tersebut di atas dapat diistilahkan menjadi:
  • Pola aktif yang konstruktif
  • Pola aktif yang distruktif
  • Pola pasif yang konstruktif
  • Pola pasif yang distruktif
C. Masalah Kelompok

Masalah ini merupakan yang harus diperhatikan dalam pengelolaan kelas. Masalah kelompok akan muncul apabila tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan kelompok, kelas frustasi atau lemas dan akhirnya siswa menjadi anggota kelompok bersifat pasif, acuh, tidak puas dan belajarnya terganggu. Apabila kebutuhan kelompok ini terpenuhi, anggotanya akan aktif, puas, bergairah dan belajar dengan baik.

Lois V Johnson dan Mary A Bany mengemukakan ciri-ciri kelompok dalam kelas:

a. Kesatuan kelompok

Kesatuan kelompok memegang peranan penting dalam mempengaruhi anggotaanggotanya bertingkah laku.

b. Interaksi dan komunikasi

Interaksi terjadi dalam komunikasi, kalau beberapa orang anggota mempunyai pendapat tertentu, maka terjadilah komunikasi dalam kelompok dan diteruskan dengan interaksi membahas, pendapat tersebut, yang sering disertai dengan emosi yang mempekuat interaksi.

c. Struktur kelompok

Struktur informal dalam kelompok dapat mempengaruhi struktur formal, bila selalu ditempatkan pada posisi yang tinggi hal ini dapat merusak keakraban kelompok.

d. Tujuan-tujuan kelompok.

Apabila tujuan-tujuan kelompok ditentukan bersama oleh siswa dalam hubungan dengan tujuan pendidikan maka anggota-anggota kelompok akan bekerja lebih produktif menyelesaikan tugasnya. Dengan kata lain siswa akan bekerja dengan baik apabila hal itu berhubungan dengan tujuan-tujuan mereka.

e. Kontrol

Hukum-hukum yang diciptakan bersama bagi siswa yang melanggar, mungkin dapat memperkecil pelanggaran, akan tetapi beberapa soal tetap atau tidak tetap akan tidak dapat belajar dengan baik, hal ini merupakan masalah baru.

f. Iklim Ke!ompok

Iklim Kelompok adalah hasil dari aspek-aspek yang saling berhubungan dalam kelompok. Iklim kelompok ditentukan oleh tingkah keakraban kelompok, sebagai hasil dari aspek-aspek tersebut di atas.

D. Masalah organisasi

Sekolah sebagai organisasi sosial dan sebagai sub sistem dari sistem sosial yang lebih luas termasuk sistem persekolahan nasional. Pengaruh organisasi sekolah dipandang cukup menentukan dalam pengarahan peri/aku siswa.

Dengan kata lain guru dan siswa dipengaruhi oleh organisasi sekolah secara keseluruhan, termasuk cara pengelompokan, kurikulum, rencana fisik, peraturan-peraturan, nilai sikap dan tindakan.

Kebijaksanaan dan peraturan sekolah memberi refleksi kepada sikap nilai, organisasi, tujuan dan peri/aku siswa dalam kelas. Dengan kegiatan rutin yang telah diatur secara jelas dan dikomunikasikan kepada seluruh siswa secara terbuka, maka akan menyebabkan tertanam pada diri setiap siswa kebiasaan yang baik dan keteraturan tingkah laku.

Adapun kegiatan-kegiatan rutin yang sudah diatur tersebut antara lain berupa:
  • Penggantian pelajaran, hal rutin semacam ini hendaknya diatur secara tertib.
  • Guru yang berhalangan hadir oleh satu atau lain hal maka siswa harus sudah mengetahui cara mengatasinya.
  • Masalah antara siswa, dapat dipecahkan bersama-sama dengan guru (wakil kelas/ketua kelas/ketua OSIS).
  • Upacara bendera
  • Dan kegiatan lainnya yang harus diatur secara jelas tidak kaku dan harus fleksibel.
Demikianlah telah Anda pelajari perihal konsep dasar pengelolaan kelas dan pengelompokkan masalah dalam pengelolaan kelas. Untuk lebih memantapkan pemahaman Anda terhadap materi pembelajaran tersebut, maka bacalah rangkuman berikut, kerjakan tugas mandiri dan jawablah tes formatif dan minimal 6 item tes dapat dijawab dengan benar.