.

KONSEP DAN FAKTOR PRODUKSI DALAM EKONOMI ISLAM 2

sebelumnya | KONSEP DAN FAKTOR PRODUKSI DALAM EKONOMI ISLAM 1


1.1         Perilaku Produsen
                Di dalam memproduksi output produsen dapat menggunakan faktor- faktor atau variabel yang mempengaruhinya. Dalam memproduksi output dapat digunakan hanya satu variabel, namun juga dapat dilakukan dengan lebih dari satu variabel.
a.      Produksi Menggunakan Satu Variabel
Dalam produksi dengan satu variabel akan berlaku hukum pertambahan hasil yang semakin berkurang (the law of diminshing returns), yaitu jika variabel ditambah terus  maka output makin lama akan semakin turun secara rata- rata dan secara total. Perhatikan gambar kurva produksi total semakin menurun :
produksi, faktor produksi, hasil produksi, konsep produksi, konsep dan faktor produksi dalam ekonomi islam, ekonomi, ekonomi islam,
output
Gambar di atas menunjukkan bahwa tahap I adalah tahap di mana produksi masih bisa ditingkatkan karena masih efisien, demikian pula pada tahap II. Akan tetapi memasuki tahap III tambahan input hanya memberikan tambahan output yang kecil, manakala input sitambah terus, maka tampaknya seperti pada tahap IV, di mana tambahan produksi justru turun.
Kesimpulan kurva di atas, adalah :
  • Pertama, apabila produsen itu menambah input secara terus- menerus sementara salah satu faktor produksinya tetap, maka pada tahap awal rata- rata produksi atau output meningkat (X/O = AP). Demikian juga dengan marginal produknya (Dx/Do = MP), dan marginal (MP) output akan semakin besar bila input ditambah terus karena masih banyaknya sumber daya yang terdapat dalam faktor produksi yang dianggap tetap tersebut.
  • Kedua, pertambahan input secara terus- menerus justru akan merugi karena meskipun secara riil produksi masih terus bertambah tetapi rata- rata produksi marginal produksinya justru akan menurun (perhatikan tahap III), dan bila dipaksakan ditambah maka hasilnya justru akan semakin menurun, karena kemampuan sumber daya tidak seimbang dengan pengeksploitasiannya, sehingga memungkinkan hasil produksinya minus bila dibandingkan dengan produksi awal.
                Oleh karena itu untuk kasus satu faktor produksi variabel dan lainnya tetap, maka hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :
  • produksi dapat teruskan bila MP > AP
  • produksi akan mengalami keuntungan tertinggi pada saat MP = AP, saat ini produksi masih bisa diteruskan
  • produksi akan maksimum pada saat MP = 0, dan AP akan semakin menurun
a.      Produksi Menggunakan Dua Variabel
                Produksi dengan menggunakan dua variabel maksudnya adalah terdapat kombinasi antara dua faktor produksi untuk menghasilkan output (yang sama). Dalam berproduksi, produsen akan berusaha mencari kombinasi terbaik antara dua faktor input. Hasil produksi sama dalam teori ini ditunjukkan oleh suatu kurva yang disebut isoquant curve (isoquant). Sedangkan biaya yang digunakan dalam rangka menghasilkan produk tersebut disebut isocost (biaya sama).
1)      ISOQUANT (HASIL SAMA)
                Isoquant adalah kurva yang menggambarkan kombinasi dua macam input (faktor produksi) untuk menghasilkan output atau produksi yang sama jumlahnya. Padat karya adalah suatu proses produksi yang banyak menggunakan tenaga kerja (1 modal dan 20 tenaga kerja). Padat modal adalah sutu proses produksi yang banyak menggunakan modal (1 tenaga kerja dan 20 modal).
                Bentuk kurva isoquant bermacam- macam :
  • linier apabila kombinasi antara input tersebut akan memberikan perubahan yang proporsional bila salah satunya berubah
  • cembung seperti kurva indifference
Ridge line adalah garis yang membatasi batas atas dan bawah produksi. Perhatikan kurva Isoquant dan Ridge Line (RL) pada gambar berikut :
produksi, faktor produksi, hasil produksi, konsep produksi, konsep dan faktor produksi dalam ekonomi islam, ekonomi, ekonomi islam,

2)                  ISOCOST (BIAYA SAMA)
Isocost adalah yang membatasi dan membedakan kemampuan produksi produsen. Makin besar isocostnya, maka makin besar pula hasil yang akan dapat diperoleh dan sebaliknya. Kurva isocost berslope negatif, yaitu penambahan setiap 1 unit input akan menyebabkan penurunan pemakaian input lain, sebaliknya bila input lain dikurangi maka akan menyebabkan input yang satunya akan bertambah.
Isocost dapat juga berslope positif, karena bila produsen menambahkan input yang satu, maka input yang lainnya juga bertambah, sebaliknya bila yang satunya dikurangi, maka yag lainnya juga berkurang yang diikuti oleh berkurangnya produksi. Perhatikan kurva berbagai macam tingkatan isocost pada gambar berikut :
 sumber: Sudarsono, Heri. Konsep Ekonomi Islam Suatu Pengantar. Yogyakarta. 2007
Muhammad, Drs. Ekonomi Mikro Dalam Perspektif Islam. Yogyakarta. 2004