.

KONSEP DAN FAKTOR PRODUKSI DALAM EKONOMI ISLAM (Faktor, Nilai dan Moral Produksi Dalam Islam)

 
1.1  Faktor, Nilai dan Moral Produksi Dalam Islam
a.      Nilai dan Moral Islam Dalam Bidang Produksi
Faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas produksi secara ringkasnya dapat dikategorikan dalam dua factor, yaitu : Alam dan Kerja. Qardhawi selanjutnya menjelaskan bahwa alam adalah kekayaan yang telah diciptakan Allah untuk kepentingan manusia, ditaklukkan-Nya untuk merealisasikan cita-cita dan tujuan manusia. Kerja adalah segala kemampuan dan kesungguhan yang dikerahkan manusia baik jasmani maupun akal pikiran, untuk mengolah kekayaan alam ini bagi kepentingannya. Bagi Qardhawi dalam bentuk alat dan prasarana adalah hasil dari kerja bukan merupakan factor produksi. Atas dasar itu, bumi diolah dan dikeluarkan segala kebaikannya dan kemanfaatannya sehingga menghasilkan produksi yang baik, sehingga nilai dan moral Islam yang melekat dalam aktivitas produksi akan menjadi aktivitas produksi yang efisien.
b.      Factor-Faktor produksi dalam Ekonomi
Seperti yang telah dipelajari dalam ilmu Ekonomi, bahwa faktor-faktor produksi berkisar pada: factor alam, factor tenaga kerja, factor modal, dan factor manajemen.
1)      Factor Alam
Dalam pandangan ekonomi klasik, tanah dianggap sebagai suatu factor produksi penting mencakup semua sumber daya alam yang digunakan dalam proses produksi. Islam mengakui tanah sebagai factor produksi, namun tidak setepat dalam arti sama yang digunakan di zaman modern. Lebih lanjut Mannan menjelaskan, memang benar, tidak ada bukti bahwa Islam tidak menyetujui definisi ilmu ekonomi modern mengenai Tanah sebagai factor produksi. Islam mengakui diciptakannya manfaat yang dapat memaksimalkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Islam  memberi terapi kepada alam sebagai salah satu factor produksi, Islam mengizinkan pemilikannya agar produksi bertambah, sebagaimana kita lihat pada usaha menghidupkan tanah mati dan waris. Hal ini dimaksudkan untuk memberi dorongan kepada seseorang dalam mengembangkan(mengelola) tanah. Islam juga mengakui pemilikan tanah bukan penggarap, maka diperkenankan memberikannya pada orang lain untuk menggarapnya dengan menerima sebagian hasilnya atau uang, akan tetapi bersamaan itu dianjurkan agar seorang yang mampu sebaiknya meminjamkan tanahnya tanpa sewa kepada saudara-saudaranya yang miskin.
2)      Faktor Tenaga Kerja
Factor tenaga kerja dalam aktivitas produksi merupakan upaya yang dilakukan manusia, baik berupa kerja pikiran maupun kerja jasmani maupun kerja jasmani atau kerja pikir sekaligus jasmani dalam rangka menghasilkan barang dan jasa ekonomi yang dibutuhkan masyarakat.
Dalam kaitannya dengan masalah tenaga kerja, Islam mengangkat nilai tenaga kerja dan menyuruh orang bekerja, baik bekerja untuk mencapai penghidupan yang layak dan menghasilkan barang serta jasa yang menjadi keperluan manusia, maupun amal yang bersifat ibadah semata-mata kepada Allah.
3)      Faktor Modal
Modal adalah kekayaan yang member penghasilan kepada pemiliknya. Di dalam system Islam, Modal(sebagai hak milik) adalah amanah yang diberikan Allah yang wajib dikelola secara baik. Manusia atau para pengusaha hanya diamanahi oleh Allah untuk mengelola harta atau modal itu sehingga modal itu dapat berkembang. Islam memberikan terapi sebagai berikut:
·        Islam mengharamkan penimbunan
·        Islam mengharamkan hak atas modal terpusat pada beberapa tangan saja
·        Islam mengharamkan penggunaan modal dalam produksi secara boros
·        Islam mengharamkan penguasaan modal selain dengan cara-cara yang diizinkan Syari’ah
·        Islam mengharamkan peminjaman modal dengan cara menarik bunga
·        Islam mewajibkan zakat atas harta simpanan atau harta produktif
1)      Faktor Manajemen
Islam menyuruh melakukan manajemen dan mengharuskan kepada manajer untuk mengikuti jalan keadilan dan menjauhi jalan yang akan membahayakan masyarakat. Islam memang menekankan manajemen, perhitungan dan mencari keuntungan, tetapi menolak pendirian perusahaan bila tidak berasaskan “Sama-sama mengalami untung dan rugi”. Sehingga kehidupan perekonomian berjalan atas landasan-landasan yang sehat dan tidak menimbulkan suatu goncangan ataupun krisis.

1 comment:

Terimakasih Infonya
sangat bermanfaat..
Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Ekonomi di UII Yogyakarta
:)
twitter : @profiluii