.

Makalah Teknologi Informasi-Googlesophy di Balik Mesin Pencari

oleh: M. Nur Qomari Adi Wijaya
 
contoh makalah, makalah teknologi, makalah teknologi informasi, contoh makalah teknologi informasi
Google, siapa pengguna internet yang tidak tahu akan nama ini. Keberadaanya seakan telah melekat, melebur menjadi bagian dari dunia maya itu sendiri. Bahkan bagi pemula maupun mereka yang awam tentang internet seakan sudah faham betul bahwa tempat memulai terbaik dalam ’browsing’ di belantara internet adalah Google. Memang Google sekarang tidak hanya sekedar tempat orang memasukkan kata kunci dan menekan tombol enter (yang berarti core bussiness-nya ialah mesin pencarian),
tetapi lebih dari itu dengan inovasi dan teknologinya telah melayani serta merambah di berbagai aplikasi lain yang tidak kalah hebatnya dan akan terus berinovasi. Menjadi salah satu perusahaan berbasis teknologi kelas dunia yang sejajar dengan perusahaan lain sejenis, membuat dunia sekarang seakan borderless alias tanpa batas.Kebanyakan pengguna Google tak mempunyai bayangan tentang bagaimana mesin pencari ini diciptakan dan bekerja, apa yang menjadikannya begitu menguntungkan dan berharga, mengapa ia berhasil mengungguli beberapa pesaing yang jauh lebih bermodal, serta ke mana arah yang ditujunya di masa mendatang, akan coba sedikit diulas di makalah ini. Itulah makna di balik Googlesophy, filosofi Google dalam berkarya, bekerja, berinovasi, dan bertahan di kerasnya persaingan bisnis dunia.

Dibalik itu semua, kembali ke image utama Google sebagai mesin pencari, tentunya disana terdapat sebuah sekumpulan kode program pencarian (searching algorithm), sebuah algoritma pencarian terbaik dari yang pernah ada sebelumnya yang telah dipatenkan dengan sebutan PageRank TM. Guna mendukung pencarian dan menyediakan layanan-layanan terkait pencarian, Google menjalankan program-program rancangan khusus yang dipatenkan pada ratusan ribu mesin yang dibuat secara khusus. Ketika dunia Teknologi Informasi masa kini terbagi dua antara perusahaan-perusahaan perangkat keras dan perusahaan-perusahaan perangkat lunak yang sama-sama canggih, Google termasuk di jajaran terdepan untuk keduanya. Perpaduan optimal sejumlah teknologi perangkat lunak dan keras oleh perusahaan paling inovatif di dunia ini mampu menghadirkan hasil-hasil pencarian yang superior dalam waktu supercepat.

Salah satu keunggulan teknologi paling penting yang membedakan Google dari calon pesaingnya adalah karena mereka sadar sejak awal bahwa apabila mereka sukses dalam perangkat keras, unsur ini bisa memberikan daya saing luar biasa bagi perusahaan. Perangkat keras akan menjadi faktor kunci untuk mampu melakukan pencarian secara efisien. Karyawan-karyawan Google merakit dan mengkhususkan semua komputer pribadi yang dimiliki oleh perusahaan di awal perkembangannya untuk menjalankan fungsi pencarian. Perusahaan ini membangun dan menyusun komputer-komputer ini dalam sebuah rak seukuran lemari es, membuat mereka saling terhubung menggunakan perangkat lunak dan cara penyambungan yang dipatenkan. Tidak ada perusahaan yang memiliki kemampuan komputasi lebih besar daripada Google dengan jaringan bermacam-macam PC yang masing-masing telah diberi ’obat kuat’. Dan yang menakjubkan tak ada jaringan komputer atau basis data baik di sektor pemerintah maupun swasta di manapun di dunia dapat diperbandingkan dengan Google, yang hampir menyamainya pun tak ada. Menjadikan biaya operasi lebih cost-effective dan bermutu tinggi. Itulah sebabnya meluncurkan mesin pencari yang mampu bersaing dengan Google akan memerlukan investasi dalam bentuk modal jauh lebih besar dibanding dugaan banyak orang.

PageRank the story
Semua berawal dari WILLIAM GATES COMPUTER SCIENCES, gedung baru jurusan komputer Universitas Stanford yang menjadi tempat belajar dua orang pendiri Google; Larry Page dan Sergey Brin ketika mengambil program pascasarjana. Brin mengerjakan proyek tentang bagaimana menemukan cara menyarikan informasi dari kumpulan data yang menggunung, kelompok riset tersebut diberi nama MIDAS (Mining Data at Stanford). Brin dan pembimbingnya Motwani bereksperimen dengan menerapkan teknik yang sama untuk Internet yang baru muncul dan masih serabutan. Pada pertengahan tahun 1990-an, Web ibarat Wild West dunia maya - daerah tak bertuan yang tanpa kendali dan tanpa aturan tempat jutaan orang melakukan log on dan mulai berkomunikasi melalui email, namun peneliti yang serius semakin frustasi akibat terus bertambahnya situs Web. Semenjak awal orang telah berusaha menolong pengguna komputer dalam menemukan informasi di Internet namun hasilnya selain tak bertuan juga tak bermakna atau dengan kata lain mengecewakan. Semua mesin pencari pada waktu itu belum ada yang memuaskan penggunanya hanya cukup saja.

Sementara itu Page - yang tengah mengerjakan sesuatu yang disebut Digital Libraries Project - mulai berburu ke seantero Web menggunakan mesin pencari baru bernama AltaVista. Walaupun hasil pencarian memberikan hasil yang terbilang lebih baik dan lebih cepat dibanding  mesin-mesin pencari lain, Page melihat sesuatu yang sungguh berbeda. Hasil pencarian AltaVista selain berisi daftar situs Web juga menyertakan informasi dalam wujud yang belum pasti tentang sesuatu, disebut ”Links”. Hector Garcis-Molina sepakat bahwa menganalisis data tersembunyi dibalik links bisa mengungkapkan sesuatu yang berharga. Dan AltaVista tidak berbuat apapun terhadap link ini selain melaporkan keberadaan mereka secara kasar. Page ingin menggali lebih jauh ke dalam link guna mengetahui kemungkinan pemanfaatan mereka selanjutnya. Tetapi untuk menguji apapun teori yang dipakainya ia memerlukan database yang besar tentang Web.

Akhir tahun 1996, Page telah ditemani Brin dalam upayanya men-download serta menganalisis link Web. Page mempunyai sebuah teori bahwa menghitung jumlah link yang menunjuk ke suatu situs Web merupakan satu cara untuk memeringkat popularitas situs bersangkutan, meskipun popularitas dan kualitas tak selalu beriring. Link-link di sebuah situs mengingatkan Page akan kutipan karya tulis yang mesti dicantumkan ketika merujuk ke karya tulis tertentu, dan kutipan atau rujukan ini memudahkan penetapan kredit atau pengaruh tulisan di kalangan akademik dan riset. Prinsip yang sama dapat diberlakukan untuk situs Web. Melalui sebuah langkah maju ia sampai ke sebuah terobosan konseptual: semua link tidak diciptakan sama. Ada yang lebih penting daripada yang lain. Ia memberi bobot lebih berat kepada link-link yang datang dari situs-situs penting. Lalu bagaimana cara menetapkan bahwa sebuah situs itu penting? Untuk sederhananya, situs-situs yang banyak dirujuk orang boleh dianggap lebih penting daripada situs-situs yang lebih sedikit dirujuk. Dengan kata lain, jika homepage Yahoo yang populer merujuk ke sebuah situs Internet, situs itu segera menjadi lebih penting. Karena terbiasa menggunakan nama belakangnya untuk menandai dokumen-dokumen Web yang telah dirambahnya, Page mulai menyebut sistem pemeringkatan link-nya “PageRank”.