.

Aspek Pemasaran Pada Koperasi Intako Di Tanggulangin Sidoarjo | Contoh Laporan KKL


Oleh : DALMINAH
contoh laporan, contoh laporan kkl, contoh laporan kkn, laporan penelitian, strategi pemasaran, aspek pemasaran, laporan kkn, laporan kkl

             Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa  atas rahmat dan karuniaNya maka penilis dapat menyelesaikan Laporan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang berjudul ”ASPEK PEMASARAN PADA KOPERASI INTAKO DI TANGGULANGIN  SIDOARJO”, yang merupakan salah satu syarat dalam menempuh kurikulum pada Fakultas Ekonomi Universitas Semarang.
            Terselesainya Laporan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini  tidak lepas berkat bantuan berbagai pihak yang telah membantu penulis dalam pengumpulan data, memberikan dorongan serta bimbingan, maka pada\ kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada yang terhormat :
  1. Dr. Ir. Kesi Widjajanti,SE.MM, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Semarang.
  2. Dra. Endang Rusdianti, MM, selaku Dosen Pembimbing
  3. Bapak sumiran selaku Ketua Koperasi INTAKO yang telah banyak memberikan ijin penelitian.
  4. Bapak Syaifudin selaku Sekretaris Koperasi INTAKO yang telah banyak memberikan  data yang diperlukan dalam penulisan laporan KKL ini.
  5. Orang tua penulis yang telah memberikan support dan dukungan kepada penulis.
  6. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang  telah membantu dalam penyusunan Laporan ini.
            Kepada semua pihak yang telah memberikan batuan kepada penulis semoga mendapat limpahan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa.Dalam penulisan Laporan ini tidak lepas dari berbagai kekurangan  dan kelemahan, lantaran keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki penulis. Oleh karena itu, saran dan kritik dari  pembaca sangat penulis harapkan demi perbaikan dan kesempurnaannya.

            Harapan dari penulis, semoga Laporan Kerja Lapangan (KKL) ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

BAB  I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

                Di Indonesia, kulit merupakan salah satu bahan mentah yang cukup melimpah yang digunakan sebagai bahan utama dalam industri pekulitan dan karya seni. Tumbuh suburnya industri perkulitan di Indonesia didukung berbagia faktor salah satunya adalah peternakan.
                Industri perkulitan di Indonesia yang cukup dikenal salah satunya adalah industri kulit di Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo Jawa Timur. Industri kulit di Tanggulangin  ini pada  umumnya menghasilkan tas kulit tetapi dalam perkembangannya tidak hanya tas kulit saja yang dihasilkan tetapi menghasilkan juga koper, sepatu, dopet, ikat pinggang, jaket dan bahkan gantungan kunci.
               Industri kulit di Tanggulangin merupakan usaha dalam skala industri kecil. Dimana tiap pengusaha pada umumnya hanya memiliki karyawan sebanyak 10 sampai 40 pengrajin yang ahli dalam pembuatan berbagai produk kulit.
               Untuk menghimpun dan menjalin kerja sama yang baik antar  sesama pengrajin dan pengusaha maka di Kecamatan Tanggulangin didirikan sebuah Koperasi yang bernama Industri tas dan Koper (INTAKO). Selain itu dengan adanya koperasi ini juga mendukung usaha pemasaran yang lebih baik.Berdasarkan beberapa informasi sampel yang diteliti, produk yang dihasilkan memiliki kualitas sangat bagus. Hal ini juga dibenarkan oleh bebrapa konsumen yang telah menjadi pelanggan produk tas kulit. Produk yang dibelinya tahan digunakan untuk waktu yang lama (lebih dari 5 tahun)
                 Koperasi Intako berkembang dengan pendekatan klaster industri. Sistem ini mulai tahun ini dikembangkan Departemen Perindustrian untuk memberdayakan sektor perindustrian.
Koperasi Intako yang didirikan oleh dibidani 27 pengrajin pada 7 April 1976terletak di sentra kerajinan tas dan kulit Tanggulangin, Sidoarjo, Jatim. Pada awalnya, tujuan koperasi ini untuk memudahkan pengadaan bahan baku dan membantu pemasaran.
                  Pemasaran tas dan koper serta produk lainnya selain konsumen datrang sendiri, juga dipasarkan di dalam negeri atau keluar negeri antara lain Jepang,Arab Saudi dan Eropa.
                  Dalam perkembangannya INTAKO  dapat dikatakan menunjukan suatu peningkatan dalam penjualan yang mana tidak lepas dari aspek pemasarannya.Untuk mengetahui aspek pemasaran pada INTAKO tersebut penulis mengambil judul
     ”ASPEK PEMASARAN PADA KOPERASI INTAKO DI TANGGULANGIN   
     SIDOARJO”

B.  Rumusan Masalah

      Dari uraian latar belakang  tersebut diatas maka dalam Laporan Kuliah Kerja Lapangan ini yang akan dibahas adalah aspek apa saja di dalam pemasaran pada koperasi Intako.

C. Tujuan Penelitian
            Tujuan yang ini dicapai dalam penyusunan Laporan Kuliah Kerja Lapangan  (KKL) ini adalah :
  • Untuk mengetahu aspek apa saja dalam pemasaran pada Koperasi Intako.
  • Untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam dunia kerja
  • Untuk memnuihi persyaratan dalam menempuh kurikulum pada Fakultas Ekonomi Universitas Semarang.
D. Manfaat Penelitian
               Adapun manfaat yang  diperoleh dalam penyususn Laporan Kuliah Kerja Lapangan ini adalah  penulis telah mengikuti salah tau mta kuliah wajib bagi setiap mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi Universitas Semarang dan sebagai penghantar bagi penelitian yang akan dilakukan mahasiswa dalam rangka penyusunan skripsi.

BAB  II
METODE PENULISAN LAPORAN KKL

A. Lokasi /Obyek Penelitian
      Dalam penyusunan Laporan Kuliah Kerja Lapangan  obyek penelitiannya adalah Koperasi INTAKO yang terletak di Desa Kendensari, Tanggulangin Jawa Timur. Yang mana Koperasi Intako ini telah berdiri sejak tahun 1976. Koperasi Intako beranggotakan pengrajin yang memproduksi tas , koper juga sepatu ,ikat pinggang, dompet dll.

B. Teknik Pengumpulan Data
 Teknik pengumpulan data dalam Penyusunan Laporan Kuliah Kerja Lapangan ini adalah dengan cara kunjungan langsung dan melakukan tanya jawab secara langsung dengan pihak-pihak INTAKO. Selan itu penulkis juga mencari dari berbagai buku atau litaratur dari beberapa sumber yang berhubungan dengan Koperasi Intako.

BAB  III
HASIL  KKL DAN  PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum

            Pemasaran produk kulit di Koperasi Intako pada umumnya dibedakan dalam dua bentuk. Pertama adalah penjualan langsung yaitu melalui showroom yang mana konsumen bisa langsung melihat hasil produksi kemudian memilih dan membelinya. Kedua adalah melalui pesanan, koperasi Intako membuat produk sesuai pesanan yang diinginkan konsumen. Untuk penjualan secara langsung ternyata kurang memberikan keuntungan karena tidak cepat laku dan tergantung dari kunujungan para konsumen. Omzet terbesar didapat dari pesanan.
            Proses pemasaran dalam penjualan berdasarkan pesanan dimulai dari pilihan konsumen. Konsumen dalam halini adalah pemesan memilih salah satu desain produk atau juga memiliki desainnya sendiri kemudian memsan produk pada koperasi Intako.
Jika pesanan dalam jumlah besar, maka pengrajin akan membuat model terlebih dahulu dan kemudian diberikan kepada pemesan untuk melihat hasil tersebut apakah sudah sesuai pesanan. Jika pemesan sudah cocok, maka akan dibuat kontrak untuk menyelesaikan seluruh pesanan.Dalam memilih merk, pemesan juga bisa memilih untuk menggunakan merk dari pengrajin,tanpa merk, atau juga bisa menggunakan merk pemesan sendiri. Produk yangntelah selesai bisa diambil pemesan atau juga bisa diantarkan oleh pihak pengrajin. Ongkos kirim bisa ditanggung pemesan, atau duibebankan pada harga pokok produksi.

Gambar berikut ini menunjukkan proses pemasaran produk dari produsen (pengrajin) sampai ke tangan konsumen.
contoh laporan, contoh laporan kkl, contoh laporan kkn, laporan penelitian, strategi pemasaran, aspek pemasaran, laporan kkn, laporan kkl
contoh laporan, contoh laporan kkl, contoh laporan kkn, laporan penelitian, strategi pemasaran, aspek pemasaran, laporan kkn, laporan kkl


B. ASPEK PEMASARAN
             Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian tumbuh menjadi keinginan manusia. Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia yang menjadi konsep pemasaran.. Mulai dari pemenuhan produk, penetapan harga, pengiriman barang dan mempromosikan barang .
      Pada Koperasi Intako ada beberapa aspek pemasaran antara lain :
     1. Permintaan
                  Permintaan produk dari kulit khususnya tas dan sepatu sampai saat ini seiring dengan kondisi perekonomian yang membaik, pasar produk smulai kembali membaik. Tantangan yang dihadapi industri kulit ini adalah persaingan di pasar luar negeri yaitu produk tas kulit dari Cina. Dipasaran produk tas kulit dari Cina dipoasarkan dengan harga relatif lebih murah. Sedangkan produk kulit khusunya tas kulit Indonesia yang beredar di oasar luar negeri harganya relatif mahal. Hal ini disebabkan belum adanya akses langsung ke pasar luar negeri.
                  Untuk permintaan dalam negeri sendiri masih didominan dari wisatawan domestik atau konsumen yang datang langsung ke showroom yang biasanya sangat ramai pengunjung di saat-saat liburan sekolah maupun Nasional.

      2.  Penawaran
                   Kerajinan tas kulit memerlukan keterampilan tangan dan keuletan. Untuk para pengrajin Tanggulangin, terdapat ungkapan "tidak ada yang tidak bisa dibuat oleh pengrajin Tanggulangin". Hal ini karena kemampuan pengrajin Tanggulangin dalam membuat produk tas kulit tidak diragukan. Para pengrajin ini seringkali mengoleksi majalah-majalah mode dunia untuk melihat trend tas kulit yang berkembang. Dari melihat gambar tersebut mereka mampu memproduksinya       dengan hasil yang persis dengan aslinya.Konsumen yang menginginkan model tas yang berbeda, dapat membuat desain sendiri atau memberikan contoh produk yang ia punya dan para pengrajin ini akan membuatnya sesuai selera pemesan. Pemesan juga dapat melihat contoh produk yang ada pada koleksi pengrajin kemudian meminta pengrajin untuk membuat produk modifikasinya. Pengusaha bahkan telah terbiasa memproduksi tas dalam jumlah ribuan dalam waktu satu minggu.

3.      Analisis persaingan dan peluang pasar
            Produk yang ada di Koperasi Intako saat ini masih memiliki peluang pasar yang sangat luas. Untuk menciptakan peluang-peluang yang baru Koperasi Intako sering mengadakan acara baik yang bekerja sam dengan pemerintah daerah maupun secara mandiri yang bertujuan untuk memperkenalkan produknya pada konsumen. Selain itu Koperasi Intako juga memasarkan dalam bentuk promosi secara langsung menggunakan brosur atau lewat internet, mengadakan pameran bersama, atau melaui bursa pasar murah produk Tanggulangin seperti Lebaran Fair  dan juga pameran beklanja dalam rangka memperingati hari-hari nasional.

4.      Kendala Pemasaran
Masaalh pemasaran yang dihadapi oleh Koperasi Intako dalam memasarkan produknya adalah berkurangnya minat masyarakat terhadap produk kulit karena harga yang relatif mahal. Konsumen cenderung memilih produk dari kulit imitasi atau dari campuran kulit dengan imitasi dikarenakan harganya yang lebih murah. Selain itu kurangnya minat pemebeli terhadap produk dalam negeri , mereka lebih bangga memekai produk luar dengan merk yang lebih terkenal dan untuk kepentingan prestise.
Secara umum, permasalahan pemasaran adalah kemampuan yang masih lemah  untuk  menembus  pasar  luar  negeri..   Padahal  selama  ini  Produk   kulit
tersebut telah masuk pasar luar negeri namun selalu melalui pihak asing sebagai pemesan atau sekaligus pemasar..Dan tentu pemasaran ini menggunakan merk pemesan sendiri. Hal ini sangat merugikan kerana nama tanggulangin akan sulit  untuk dikenal.

            5. Harga
Harga produk tas kulit sangat beragam sesuai dengan tingkat kesulitan pembuatan, kualitas bahan baku, dan banyaknya bahan yang digunakan. Untuk tas kulit wanita dengan ukuran kecil dengan model sederhana dijual dengan harga antara Rp 100.000 - Rp 120.000 (harga langsung). Tas koper dengan model sederhana dijual dengan harga Rp 300.000 - Rp 350.000. Sedangkan untuk tas golf berharga antara Rp 4.000.000 sampai Rp 5.000.000.

BAB   V
PENUTUP
Kesimpulan
1.      Permintaan untuk produk kulit mulai kembali meningkat setelah sempat mengalami penurunan
2.      Peluang pasar masih sangat terbuka, terutama pasar luar negeri.
3.      Secara teknis, proses produksi tas kulit masih relatif sederhana. Lebih mengutamakan keahlian dan ketekunan para pengrajin. Para pengrajin memiliki kemampuan tinggi dalam memproduksi berbagai bentuk/desain produk.
4.      Industri tas kulit di Tanggulangin memberikan peningkatan taraf hidup yang cukup bagi penduduk di sekitarnya.
5.      Sentra industri tas kulit Tanggulangin memberikan ikatan yang kuat dilingkungan sosialnya.
6.      Industri pengrajin kulit ini tidak menghasilkan limbah.