.

Humanisme vs Pandangan- pandangan lain dalam Psikologi


Humanisme vs Pandangan-pandangan lain dalam Psikologi

 Apakah ini juga berkenaan dengan psikologi Humanistik. Ini menjelaskan mengapa para humanis tidak selalu bahagia dengan keasyikan dan perhatian terhadap ilmu pengetahuan. Para humanis menyatakan dengan tegas, Ilmu pengetahuan cenderung mendehumanisasi (tidak berprikemanusian) pada orang lain. Hal ini kurang dalam penyamarataan dan generalisasi; nampaknya, hanya untuk yang bersifat umum dan dapat diramalkan. Dan mengabaikan hal-hal yang bersifat pribadi dan individual serta yang unik. Sebagian besar, karena secara historis hal ini telah bertentangan antara pendekatan- pendekatan humanisme dan behavioristik atau kognitif. Pertentangan tersebut merefleksikan orientasi- orientasi yang secara fundamental berbeda dalam hal sikap dan keyakinannya terhadap manusia.
 Singkatnya, apa yang ditolak oleh humanis adalah apa yang mereka lihat sebagai orientasi teknologi terhadap pendekatan-pendekatan seperti behaviorisme. Dalam formatnya yang paling ekstrim, orientasi teknologi ini menyatakan bahwa proses-proses pengajaran tertentu bisa diidentifikasi, kalau yang digunakan tipe siswa yang satu untuk jenis konten yang satu pula, akan memberikan hasil yang dapat diprediksi dalam pencapaian yang spesifik, sebelumnya diidentifikasi, dan tujuan yang dimaksudkan sangat jelas. Para humanis menolak dengan keras pada  orientasi proses- produk ini. Seperti yang Shulman (1986) amati, mereka melihat ini sebagai fokus yang terlalu bergantung pada teknik- teknik yang ”harus” dipraktekkan oleh para guru dan terlalu banyak penekanan pada hasil yang diukur dari proses pengajaran/ pembelajaran, terutama yang berkenaan dengan perolehan test- test yang distandarisasi. Para humanis diingatkan bahwa kesimpulan dan rekomendasi dari proses- penelitian produk telah sering digunakan oleh otoritas-otoritas sekolah sebagai salah satu dasar untuk mengevaluasi sistem persekolahan, para guru, dan pengajaran.  Tekanan-tekanan tradisional pada gaya pengajaran dan hasil-hasil pengajaran, (catatan Ornstein, 1993a), mengabaikan aspek Humanistik tentang pengajaran.

Sumber: Mustolih Brs, (2007), Pendekatan-pendekatan Humanistik Dalam Pengajaran, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah-UNY. (pgmiunyb.files.wordpress.com/2007/10/result-psi.doc)