.

Membangun Moral-Karakter-Akhlaq Anak Didik Melalui Pendidikan Sains

Membangun Moral-Karakter-Akhlaq Anak Didik Melalui Pendidikan Sains - Opini umum internalisasi nilai-nilai untuk membangun moral, karakter, dan akhlaq hanya bisa ditempuh melalui pendidikan agama, sehingga pendidikan agama dianggap penting dan harus diajarkan. Anggapan itu tidak salah, sebab agama selalu mengajarkan tentang bagaimana agar para peserta didik memiliki moral, karakter, dan akhlaq yang luhur.

Sebenarnya pendidikan sains pun dapat dijadikan sebagai pendekatan untuk membangun moral, karakter dan akhlaq mulia. Melalui pendidikan sains anak didik akan mengenal dirinya sendiri dan Tuhannya.

Seperti dicontohkan, dari perspektif Islam sekalipun misi utama Islam adalah membangun akhlaq namun ternyata yang diperintahkan oleh al-Qur’an melalui ayat yang pertama kali diturunkan adalah perintah membaca.

Demikian dikatakan Prof Dr Kamsul Abraha PhD dari Jurusan Fisika Fakultas MIPA UGM dalam seminar nasional ''Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA'' di ruang seminar FMIPA UNY.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa terdapat tiga isu sentral yaitu moral, karakter dan akhlaq sementara bangsa Indonesia sendiri mempunyai nilai luhur berupa kearifan lokal, nilai ke Indonesia-an dan nilai keagamaan. Akar permasalahannya adalah dikotomi antara agama, saintek dan sistem budaya-pendidikan saintek.

Seminar dibuka oleh Dekan FMIPA UNY Dr Ariswan yang dalam sambutannya mengatakan bahwa seminar itu akan bermanfaat bagi pengembangan ilmu matematika dan IPA pada masa yang akan datang baik ditinjau dari segi materi, penelitian maupun teknologi pembelajarannya dan pembentukan karakter yang mencerminkan sifat-sifat pada ilmu kemipaan itu sendiri.

Oleh karena itu, penelitian bidang MIPA dan teknik pembelajarannya perlu dilakukan terus agar aplikasi pada bidang tersebut dapat dipahami pembelajarnya.

Seminar bertema ''Pemantapan Keprofesionalan Peneliti, Pendidik dan Praktisi MIPA untuk Mendukung Pembangunan Karakter Bangsa'' itu diselenggarakan dalam rangka mengembangkan ilmu matematika dan IPA dari sisi materi penelitian, teknologi pembelajaran, dan pembentukan karakter yang mencerminkan sifat ilmu ke-MIPA-an itu sendiri pada masa yang akan datang sekaligus bertepatan dengan agenda dies natalis ke-47 UNY dan diikuti oleh lebih dari 400 guru, dosen, peneliti serta mahasiswa dari berbagai institusi dan universitas di Indonesia. (Suara Merdeka)