Tahapan Pengembangan Kurikulum Makrokospis Menurut Soetopo dan Soemanto


===================
kurikulum, pengembangan kurikulum,
Soetopo dan Soemanto (1986:60-61) mengemukakan tahapan atau langkah-langkah pengembangan kurikulum makrokospis sebagai berikut:

1.      Pengaruh faktor-faktor yang mendorong pembaharuan kurikulum.
  • Tujuan (objectives) tertentu, yang permulaannya didorong oleh pengaruh faktor sejarah, sosiologis, filsafah, psikologis, dan ilmu pengetahuan.
  • Hasil-hasil penemuan riset dalam interaksi belajar mengajar.
  • Tekanan-tekanan, baik yang berasal dari kelompok penekanan maupun dari pengujian-pengujian eksternal.
2.      Inisiasi Pengembangan.
Proses pengambilan keputusan baik di dalam maupun di luar sistem pendidikan mengenai suatu pengembangan atau innovasi kurikulum hendak dilaksanakan.

3.      Inovasi Kurikulum Baru
Kurikulum baru dikembangkan melalui proyek-proyek pengembangan kurikulum yang harus mengikuti fase-fase:
  • Penentuan tujuan-tujuan (objectives) kurikulum.
  • Produksi ‘materials’ (seperti buku, alat visual, perangkat) dan penciptaan metode-metode pembelajaran yang sesuai.
  • Pelaksanaan percobaan-percobaan terbatas pada sekolah-sekolah.
  • Evaluasi dan revisi ’material’ dan metode.
  • Penyebaran yang tak terbatas ’material’ dan metode yang sudah direvisi.

4.      Difusi (penyebaran) Pengetahuan dan Pengertian tentang Pengembangan Kurikulum di luar Lembaga-lembaga Pengembangan Kurikulum.
Hasil-hasil percobaan kurikulum disebarluaskan di sekolah-sekolah dan masyarakat umum melalui penanaman pengertian, sehingga mereka akan responsif terhadap pembaharuan yang hendak dilaksanakan.

5.      Implementasi Kurikulum yang telah dikembangkan di sekolah-sekolah

6.      Evaluasi Kurikulum
Para pengembang kurikulum mengadakan penilaian tehadap kurikulum yang telah dilaksanakan, dengan mendapatkan umpan balik dari para guru, murid, adminisrtrator sekolah, orang tua siswa, Komite Sekolah, dan sebagainya.