.

Teori Mimesis Menurut Rene Girard

Teori Mimesis Menurut Rene Girard - Hasrat segi tiga, inilah penemuan pokok girard yang lahir dari penelitiannya tentang karya-karya literer pengarang besar, mulai dari Cervantes, Flaubert, Stendhal, Preoust sampai Dostoyvesky. hasrat segitiga itu kiranya dapat disebut sebagai literer Rene Girard. Dan teori hasrat segi tiga itulah yang menjadi isi dari pengertian mimesis yang selalu muncul dalam tulisan-tulisan girard selanjutnya.

Memang dalam karya Deceit, Desire And The Novel, Girard belum secara eksplisit menyebut teori hasrat segi tiga itu sebagai mimesis. namun dalam karya-karyanya yang kemudian, ia tidak ragu-ragu lagi mengatakan bahwa hasrat segitiga itu adalah mimesis. Seperti sudah kita lihat secara ringkas, teori hasrat segitiga atau mimesis Girard mengandung dua pokok pikiran berikut ini:
  1.     Hasrat manusia itu tidak pernah otonom secara sempurna.
  2.     Hasrat segitiga itu, mau tak mau menyimpan rivalitas
Dalam karya-karyanya yang kemudian, tiap kali girard bicara soal mimesis, istilah ini hampir tidak dapat dimengerti jika orang tidak memahami keterangan Girard tentang hasrat segitiga. untuk selanjutnya, mengikuti Girard, kami juga akan memakai mimesis dengan maksud dan pengertian teori hasrat segitiga. pemahaman akan mimesis itu begitu penting bagi seluruh teori Girard. memang ia mengakui mimesis sebagai sistem pertama-tama hanya mengenai pada kelima novelis yang diselidikinya. tapi berdasarkan teori mimesis dari kelima novelis itu, Girard kemudian memperluas penelitian pada karya-karya sastra dari Dante, Paulo and Francisca, Holderlein, "Thalia Fragment" yang merupakan draft pertama bagi buku Holderlein, Hyperion, Albert Camus, L'Entranger, tragedi-tragedi Yunani dari Euripides dan Sopoccles serta drama-drama Shakespeare. Menurut Girard, karya-karya sastra selain milik para novelis Cervantes, Flaubert, Stendhal, Proust dan Dostojevsky itu juga memperlihatkan adanya mimesis atau hasrat segitiga. dengan penelitian ituGirard tida hendak menguniversalisasikan teorinya. Maksudnya hanyalah bahwa mimesis yang dipakainya sebagai hipotesis kerja itu makin lama makin luas kebenarannya sehingga bisa dikukuhkan sebagai teori yang mantap dan ilmiah. (lihat Diacritics, Special issu In The Work Of Rene Girard-1978:31)