.

Tugas-tugas Perkembangan Dewasa dini, menurut Havighurst | Psikologi Perkembangan Dewasa


psikologi perkembangan, psikologi perkembangan dewasa, tugas perkembangan dewasa dini, tugas perkembangan dewasa

Menurut Havighurst (dalam Monks, Knoers & Haditono, 2001 / Abin Syamsuddin Makmun, 2009) ada 4 tugas-tugas perkembangan dewasa dini, yaitu:

Mencari dan Menemukan Calon Pasangan Hidup
Persiapan hidup berkeluarga dalam masa pra pubertas individu kebanyakan menciptakan hubungan- hubungan persahabatan dengan teman- teman sebaya tanpa pilih- pilih jenis kelamin. Kemudian diikuti pleh masa-masa bermusuhan lawan jenis dan persahabatan yang berpusat pada sesame jenis kelamin. Manakala pubertas mulai terasa individu- individu merasakan saling ketertatikan dengan rasa malu- malu kucing. Setelah itu biasanya mereka mulai membentuk hubungan primer yang melibatkan emosi secara bertahap keterikatannya.mulai dari hubungan selaras, kemudian berkencan, selanjutnya dalam bentuk romans (suatu hubungan yang mendalam dan berarti). Dalam proses yang digambarkan tadi sesungguhnya individu- individu telah mengarah pada persiapan diri ke hidup berkeluarga. Bahkan dalam beberapa tahapterakhir mereka telah memasuki persiapan yang dimaksud, yang walaupun beberapa pasangan menyadarinya dan beberpa lainnya tidak.

Dari sudut pandangan nilai- nilai budaya yang dianut, pemilihan pasangan (termasuk persiapan hidup berkeluarga) dapat dikelompokkan dalam
  1. Pemilihan pasangan oleh orang tua, dan
  2. Pemilihan yang dilakukan oleh pasangan itu sendiri.

Membina Kehidupan Rumah Tangga
Persiapan menghadapi hidup berkeluarga, unsur cinta-mencintai seringkali menjadi pertimbangan yang penting. Bagaimana mengetahui rambu- rambu cinta yang dikemukakan L. Kirkendall yang mengisyaratkan adanya perasan yang menyerupai cinta tetapi bukan cinta, sebagai berikut :
  • Mendapatkan kesenangan dalam pacaran dislahtafsirkan sebagai cinta
  • Adanya kebanggan dislahtafsirkan sebagai cinta
  • Daya tarik seksual dislahtafsirkan sebagai cinta
  • Keinginan memberontak dislahtafsirkan sebagai cinta
  • Nafsu ingin memiliki dislahtafsirkan sebagai cinta
  • Nafsu ingin mengalahkan orang lain dislahtafsirkan sebagai cinta
  • Nafsu ingin menjaga gengsi dislahtafsirkan sebagai cinta
  • Pemberian hadiah dislahtafsirkan sebagai cinta
L.Saxton mendefinisikan bahwa cinta adalah suatu emosi yang biasanya mendalam dan berarti sekali yang dialami sebagai akibat perlunya pemuasan kebutuhan, orang itu senduiri, konsepnya, atau hal- hal yang melengkapi seseorang yang kesemuanya disebut sebagai obyek cinta.

Meniti Karier dalam Rangka Memantapkan Kehidupan Ekonomi Rumah Tangga
Menjadi Warga Negara yang Bertanggung Jawab

Itulah tadi beberapa tugas perkembangan dewasa dini menurut Havighurst