Definisi Komunikasi Menurut Para Ahli

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli

Pengertian Komunikasi - Selamat berkunjung kembali di blog Kumpulan Ilmu dan Seputar Informasi Terkini. Melanjutkan posting bertema Kajian Pustaka dan Komunikasi, pada kesempatan kali ini admin akan berbagi posting tentang Definisi Komunikasi Menurut Para Ahli. Atau mungkin sobat juga ingin sekedar melihat posting sebelumnya tentang "Pendidikan Usia Dini | Khutbah Jum’at | Contoh". semoga bermanfaat.

komunikasi, pengertian komunikasi, definisi komunikasi, komunikasi adalah, komunikasi menurut para ahli, contoh makalah

Berikut ini adalah sedikit ulasan dan Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli yang admin ambil dari berbagai sumber :

Dalam kehidupan sehari-hari manusia membutuhkan interaksi antara satu dengan yang lain[1]. Alat interaksi itu secara akumulatif lazim disebut ‘komunikasi’. Yaitu hubungan  ketergantungan {interdependensi} antar manusia baik secara individu maupun secara kelompok. Karena itu di sadari atau tidak, komunikasi merupakan bagian penting (urgent) dari kehidupan manusia. Urgensitas komunikasi [2] pada satu sisi bahkan menjelma menjadi prasarat tersendiri dari keberadaan manusia sebagai mahluk sosial.  Sementara pada sisi lain, para pakar berkeyakinan bahwa sesungguhnya manusia telah berkomunikasi dengan lingkungannya semenjak ia dilahirkan. Gerak dan tangis pertama tatkala manusia menapak fase kelahiran sesungguhnya merupakan pertanda bahwa manusia telah mulai dapat berkomunikasi. Ketika manusia telah dapat memfungsikan panca inderanya secara sadar, saat itu pula membutuhkan perhatian dari lingkungan dan manusia lain disekitarnya. Bahkan tak jarang, untuk mendapatkannya, manusia mempergunakan berbagai cara.

Mengapa  kita berkomunikasi? Apakah fungsi komunikasi bagi  manusia? Pertanyaan-pertanyaan ini menggeliat, bisa di lihat dari berbagai sudut pandang, sehingga tidak mudah dijawab. Para pakar lebih memfokuskan bahasan pada “bagaimana berkomunikasi” dari pada “mengapa manusia berkomunikasi”. Dari perspektif agama dengan mudah dapat dijawab bahwa Tuhanlah yang mengajari manusia untuk berkomunikasi, dengan menggunakan akal dan kemampuan berbahasa yang di anugerahkan-Nya.

Menengok salah satu fungsi komunikasi adalah sebagai komunikasi sosial, setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan antara lain lewat komunikasi yang bersifat menghibur, dan memupuk hubungan dengan orang lai. Melalui komunikasi kita dapat bekerja sama dengan anggota masyarakat (keluarga, kelompok belajar, perguruan tinggi, RT, RW, desa, kota dan negara secara keseluruhan) untuk mencapai tujuan bersama.

Orang yang tidak pernah berkomunikasi dengan manusia, bisa dipastikan akan “tersesat”, karena ia tidak berkesempatan menata dirinya dalam suatu lingkungan sosial. Komunikasilah yang memungkinkan individu membangun suatu kerangka rujukan dan menggunakanya sebagai panduan untuk menafsirkan situasi apapun yang ia hadapi.

Dalam kaitanya dengan proses komunikasi ini, maka yang diperlukan adalah suatu disiplin keilmuan tentang komunikasi, sehingga diupayakan dengan adanya disiplin ilmu ini, kita dapat mempelajarinya sebagaimna disiplin keilmuan lain, tentunya problem komunikasi ditengah-tengah masyarakat bakal terjawab dengan hadirnya ilmu komunikasi.

Definisi Komunikasi Menurut Para Ahli

Pengertian komunikasi menurut Harold Lasswell dalam karyanya, The Structure and Function of Communication in Society dalam Effendy (2005: 10), mengatakan bahwa cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah menjawab pertanyaan sebagai berikut: Who Says What in Which Channel To Whom With What Effect?

Paradigma Lasswell di atas menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu, yakni:
  1. Komunikator (communicator, source, sender)
  2. Pesan (message)
  3. Media (channel, media)
  4. Komunikan (communicant, communicatee, receiver, recipient)
  5. Efek (effect, impact, influence)
Jadi berdasarkan paradigma Lasswell tersebut, komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.

Definisi komunikasi menurut Roger dan D. Lawrence (1981), adalah “Suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam” (Cangara,2004 :19).

Pengertian komunikasi menurut  Pawito dan C Sardjono (1994 : 12) mencoba mendefinisikan komunikasi sebagai suatu proses dengan mana suatu pesan dipindahkan atau dioperkan (lewat suatu saluran) dari suatu sumber kepada penerima dengan maksud mengubah perilaku, perubahan dalam pengetahuan, sikap dan atau perilaku overt lainnya. Sekurang-kurangnya didapati empat unsur utama dalam model komunikasi yaitu sumber (the source), pesan (the message), saluran (the channel) dan penerima (the receiver).

Pengertian komunikasi menurut Mulyana : Kata komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris berasl dari bahasa Latin communis yang berarti “sama”, communico, communicatio, atau communicare yang berarti “membuat sama” (to make common). Istilah pertama (communis) adalah istilah yang paling sering sebagai asal usul komunikasi, yang merupakan akar dari kata-kata Latin lainnya yang mirip. Komunikasi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau suatu pesan dianut secara sama (Mulyana, 2005 : 4).

Wilbur Schramm menyatakan komunikasi sebagai suatu proses berbagi (sharing process). Schramm menguraikannya sebagai berikut :
“Komunikasi berasal dari kata-kata (bahasa) Latin communis yang berarti umum (common) atau bersama. Apabila kita berkomunikasi, sebenarnya kita sedang berusaha menumbuhkan suatu kebersamaan (commonnes) dengan seseorang. Yaitu kita berusaha berbagai informasi, ide atau sikap. Seperti dalam uraian ini, misalnya saya sedang berusaha berkomunikasi dengan para pembaca untuk menyampaikan ide bahwa hakikat sebuah komunikasi sebenarnya adalah usaha membuat penerima atau pemberi komunikasi memiliki pengertian (pemahaman) yang sama terhadap pesan tertentu” (Suprapto, 2006 : 2-3). Dari uraian tersebut, definisi komunikasi menurut Schramm tampak lebih cenderung mengarah pada sejauhmana keefektifan proses berbagi antarpelaku komunikasi. Schramm melihat sebuah komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang berhasil melahirkan kebersamaan (commonness), kesepahaman antara sumber (source) dengan penerima (audience)-nya. Menurutnya, sebuah komunikasi akan benar-benar efektif apabila audience menerima pesan, pengertian dan lain-lain persis sama seperti apa yang dikehendaki oleh penyampai.

Pengertian komunikasi menurut Onong Uchjana Effendy : Dia berpendapat bahwa komunikasi adalah “Proses pernyataan antara manusia yang dinyatakan adalah pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa sebagai alat penyalurnya” (Effendy, 1993 :28).

Pengertian komunikasi menurut Wahyudi : Pengertian komunikasi memang sangat sederhana dan mudah dipahami, tetapi dalam pelaksanaannya sangat sulit dipahami, terlebih lagi bila yang terlibat komunikasi memiliki referensi yang berbeda, atau di dalam komunikasi berjalan satu arah misalnya dalam media massa, tentunya untuk membentuk persamaan ini akan mengalami banyak hambatan (Wahyudi, 1986: 29).

Joseph A Devito mengemukakan komunikasi sebagai transaksi. Transaksi yang dimaksudkannya bahwa komunikasi merupakan suatu proses dimana komponen-komponennya saling terkait dan bahwa para komunikatornya beraksi dan bereaksi sebagai suatu kesatuan dan keseluruhan. Dalam setiap proses transaksi, setiap elemen berkaitan secara integral dengan elemen lain (Suprapto, 2006 : 5).

Sebagai proses, kata Smith, komunikasi sekaligus bersifat khas dan umum, sempit dan luas dalam ruang lingkupnya. Dirinya menguraikan :
“Komunikasi antarmanusia merupakan suatu rangkaian proses yang halus dan sederhana. Selalu dipenuhi dengan berbagai unsur, sinyal, sandi, arti tak peduli bagaimana sederhananya sebuah pesan atau kegiatan itu. Komunikasi antarmanusia juga merupakan rangkaian proses yang beraneka ragam. Ia dapat menggunakan beratus-ratus alat yang berbeda, baik kata maupun isyarat ataupun kartu berlubang baik berupa percakapan pribadi maupun melalui media massa  dengan audience di seluruh dunia…ketika manusia berinteraksi saat itulah mereka berkomunikasi…saat orang mengawasi orang lain, mereka melakukan melalui komunikasi” (Blake dan Haroldsen, 2003 : 2-3).

Pengertian komunikasi menurut Larry A Samovar, Richard E Porter dan Nemi C Janin dalam bukunya Understanding Intercultural Communication mendefinisikan komunikasi sebagai berikut : “Communication is defined as a two way on going, berhaviour affecting process in which one person (a source) intentionally encodes and transmits a message throught a channel to an intended audience (receiver) in order to induce a particular attitude or behaviour” (Purwasito, 2003 : 198).

Definisi komunikasi menurut Forsdale (1981): “communication is the process by which a system is established, maintained and altered by means of shared signals that operate according to rules”. Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu sistem dibentuk, dipelihara, dan diubah dengan tujuan bahwa sinyal-sinyal yang dikirimkan dan diterima dilakukan sesuai dengan aturan.

Untuk lebih jelas dan lengkap sobat bisa lihat beberapa referensi dibawah ini:
  1. Komala, Lukiati. 2009. Ilmu Komunikasi. Perspektif, Proses dan Konteks. Surabaya: Widya Padjadjaran
  2. Rakhmat, Jalaluddin. 1993. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
  3. Kriyantono, Rachmat. 2009. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta : Kencana Prenada Media Group
  4. Mulyana, Deddy dkk. 2007. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: PT. Remaja RosdaKarya
  5. Mulyana, Deddy. 2010. Ilmu Komunikasi. Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  6. Rosmawaty. 2010. Mengenal Ilmu Komunikasi. Surabaya: Widya Padjadjaran
  7. Severin, Warner J, dan James W. Tankard, Jr. 2008. Teori Komunikasi. Sejarah, Metode, dan Terapan di Dalam Media Massa. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
  8. dll

[1] Tommy, Suprapto, Pengantar Teori Komunikasi, Media Presindo, Jogjakarta, 2006, hal; 1
[2] Dalam Tulisannya yang berjudul; “Professional Communication in Asia/Pacific Organisations: A Comparative Study” yang dipresentasikan pada Simposium Intercultural Communication di Goteborg, Sweden 26-28 November 1998 Cal W. Downs menunjukkan pentingnya komunikasi dengan mengutip pernyataan Ticehurst and Ross-Smith yang mengatakan; “professional communication as intentional communication that has the objective of achieving strategic goals within organisational or professional contexts (1998:3). Dia melanjutkan “The development and maintenance of the linkage between communication and strategic goals of an organisation is the responsibility of the professional communicator. Linking professional communication with strategy is crucial to the way we think about professional communication, and the way we practice it. Lih; Journal of Intercultural Communication, ISSN 1404-1634, issue 14, June 2007. Editor: Prof. Jens Allwood, URL: http://www.immi.se/intercultural/.

Itulah tadi artikel tentang Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli. terimakasih atas kunjungannya n jangan bosan-bosan ataupun jenuh untuk berkunjung kembali di blog kumpulan ilmu dan Seputar Informasi Terkini, semoga ada guna dan manfaatnya. wassalam.