.

Pendidikan Usia Dini | Khutbah Jum’at | Contoh



PENDIDIKAN USIA DINI
Oleh : Drs. Khamdani

اَلْحَمْدُ ِللهِ اَّلذِيْ هَدَانَا لِهَذاَ وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ،  أَشْهَدُ   أَنْ  لاَ إِلهَ  اِلاَّ اللهُ  وَحْدَهُ  لاَشَرِيْكَ  لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ (صعم). قاَلَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ اْلكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ ءَآمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ (الآية). ، اَمَّا بَعْدُ. فَياَعِبَادَ اللهِ أَُوْصِيْكُمْ  وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ، اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Hadirin sidang Jum'ah Rahimakumullah
Dengan melalui iktikaf di Masjid ini, marilah kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah swt, yaitu dengan menjalankan syari'at-syari'at-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya, dan tetap menjaga amanah yang diberikan Allah kepada kita, utamanya mendidik anak kita supaya menjadi anak yang shaleh dan shalehah. Amin !

Hadirin sidang Jum'ah Rahimakumullah
Bagi orang tua anak adalah harapan masa depan, buah cinta, buah hati, dan satu-satunya harta yang sangat berharga. Maka banyak hal yang dilakukan orang tua demi anaknya. Mulai dalam kandungan seorang ibu dengan hati-hati menjaga nya agar lahir dengan selamat dan kelak menjadi anak berbakti. Untuk mewujudkan cita-cita itu orang tua sadar atau tidak perannya sangat menentukan dalam memelihara dan memberikan pendidikan pada anak-­anaknya. Karena sejak lahir sudah dibekali oleh Allah potensi-potensi yang harus dikembangkan dalam lingkungan kehidupannya. Sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah swt surat An-Nahl : 78
وَاللهُ أَخْرَجَكُم مِّنْ بُطُوْنِ أُمَّهَاتِكُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ شَيْئاً وَجَعَلَ لَكُمُ الْسَّمْعَ وَالأَبْصَارَ وَالأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”.
Bekal ini merupakan modal yang sangat penting bagi tercapainya martabat manusia saleh. bila diimbangi dengan pendidikan yang memadai sejak usia dini yang diberikan oleh orang tua. Sabda Rasulullah saw

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلىَ اْلفِطْرَةِ وَإِنَّماَ أَبَواَهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ (رواه البخاري مسلم)

Artinya : “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, hanya kedua orang tuanyalah yang menyahudikan nya, menasranikannya, atau memajusikannya.” ( HR. Bukhari dan Muslim )

Hadirin sidang Jum'ah Rahimakumullah

Jadi tanggung jawab pendidikan dapat dilimpahkan kepada pihak lain namun pelimpahan tersebut tidak menghilangkan atau mengurangi tanggung jawab pendidikan yang dipikul oleh kedua orang tua. Karena orang tua adalah sosok yang pertama dan utama yang dikenal oleh anak. Maka ada be berapa cara dalam mendidik anak pada usia dim, dimana dan kapan pun proses pendidikan berlangsung:
1.      Menumbuhkan keimanan pada anak. Pendidikan keimanan adalah mengikat anak dengan dasar-dasar iman, rukun Islam, dan dasar-dasar syariat sejak anak mulai mengerti dan memahami sesuatu. Diharapkan sejak dini anak sudah terikat dengan dasar-dasar keimanan dan syariat Islam. Hal ini dapat diwujudkan dalam pelaksanaan pendidikan secara terjadi yaitu pendidikan dalam keluarga, pendidikan di sekolah dan pendidikan dalam masyarakat. Dengan begitu pengalaman keagamaan bisa tumbuh dan berkembang dengan sendirinya. Di keluarga harus mengkondisikan keluarga yang tangguh, anggotanya dapat menjadi benteng yang dapat melindungi anggotanya dari rasa aman, kesentosaan dan keharmonisan, toleransi dan saling menolong. Firman Allah, dalam surat At-Tahrim ;6
يَآءَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَآمَنُوْا قُوْا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلآَئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادٌ لاَ يَعْصُوْنَ اللهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaga nya malaikat-malaikat yang kasar, keras. dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
2.      Menanggulangi hambatan emosi anak. Dalam perkembangannya, anak selalu mencari sosok idola, maka dalam hal ini perlu adanya keteladanan yang baik yang bisa dijadikan rujukan bagi pertumbuhan dan perkembangan emosi anak. Keteladanan itu penting sebagaimana firman Allah swt Surat Al- Ahzab : 21
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ اْلآَخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيْراً
Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.

Hadirin sidang Jum'ah Rahimakumullah

Keteladanan mengandung sebuah konsekuensi apa yang kita sampaikan pada anak tidak cukup dengan kata-kata saja, tapi perlu ditopang oleh perbuatan dan sikap nyata. Kita tidak dapat membentuk kesadaran anak bahwa sesuatu perbuatan itu baik tanpa adanya keteladanan nyata. Dengan keteladanan nyata akan tertancap kuat di benak anak. Disamping keteladanan nasehat juga penting dalam membentuk emosi anak, seperti yang pernah dilakukan Luqmanul hakim kepada anaknya, sebagaimana firman Allah swt dalam surat al-Luqman :13

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ ِلابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لاَ تُشْرِكْ بِاللهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ

Artinya : “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar
Hal ini perlu disadari orang tua, pendidik atau siapapun yang terlibat dalam pendidikan anak perlu bahkan wajib membekali diri dengan sikap keteladanan dan nasehat yang balk.
3.      Melalui pembiasaan. Anak tumbuh dan berkembang tidak lepas dari lingkungan, bila anak tumbuh dan berkembang di lingkungan punya kebiasaan buruk maka jadilah ia mengikuti lingkungan itu. Karena sikap imitasi ( suka meniru ) sosok idola maka kita yang lebih dewasa harus menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak yang bermartabat dan berakhlak mulia. Misalnya dalam hadits Rasulullah pernah bersabda,
نَوِّرُوْا مَنَازِلَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْءَآنِ (رواه إبن ماجه)
Artinya : “Sinarilah rumahmu dengan melakukan salat dan bacaan al Qur'an”

Hadirin sidang Jum'ah Rahimakumullah

Demi suksesnya pendidikan anak pada usia dini dikalangan umat Islam perlu melaksanakan langkah sebagai berikut :
1.       Para tokoh masyarakat dan para tokoh agama memberi pengertian dan dorongan tentang pentingnya mendidik anak pada usia dini, karena anak itulah pemilik masa depan. Dan memberi pengertian betapa pentingnya mencari ilmu yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu, agar anak punya masa depan gemilang, sabda Nabi Muhammad saw.
أُطْلُبُوا اْلعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ فَإِنَّ طَلَبَ اْلعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلىَ كُلِّ مُسْلِمٍ ... (رواه ابن عبد البر)
Artinya : “Carilah ilmu pengetahuan walaupun di Negri Cina, sesungguhnya mencari ilmu itu kewajiban bagi setiap orang Islam ..”( HR. Ibnu Abdul Bar)
2.       Para orang tua supaya menjadi contoh rajin membaca buku, rajin mencari ilmu sehingga anak-anak dapat meneladani nya.
كُنْ عَالِمًا أَوْ مُتَعَلِمًا أَوْ مُسْتَمِعًا أَوْ مُحِبًّا وَلاَ تَكُنْ خَامِسًا فَتَهْلِكْ (رواه البيهقي)
Artinya : “Jadilah kamu orang yang mengajar, atau orang yang belajar, atau orang yang mendengarkan pelajaran atau orang yang cinta ilmu pengetahuan. dan jangan menjadi kelompok orang yang kelima (tidak menjadi apa-apa ) maka kamu akan rugi/ hancur masa depannya” ( HR. al-­Baihaqi )
3.       Membentuk tempat atau sanggar belajar seperti TPA/TPQ, majelis ta’lim di mushalla dan Masjid/ langgar sehingga pergaulan lingkungan anak mudah dikontrol.
4.       Membentuk pola pendidikan yang bersifat praktis, mudah diamalkan dan membimbing anak memiliki akhlak mulia, serta mencegah dan menanggulangi terjadinya kemaksiatan dan kemungkaran di masyarakat.

Hadirin sidang Jum'ah Rahimakumullah

Sebagai akhir khotbah marilah, kita betul-betul memperhatikan pendidikan anak kita sejak usia dini agar kelak menjadi anak yang berguna bagi nusa bangsa dan agama serta keluarga. Amin! dan akhirnya hanya kepada Allah kita menyembah dan hanya kepadanya lah kita memohon pertolongan.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْءَآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ ِبمَا فِيْهِ اْلآَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِْ،   أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمِ لِى وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ  إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ