.

Sejak Dini Anak Dikenalkan dengan Nilai-nilai Pendidikan Pancasila



pancasila, pendidikan pancasila, nilai-nilai pancasila, pendidikan, berita,
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Pedoman hidup bagi dua ratus juta anak negeri ini. Diskusi resmi yang tercatat pertama tentang Pancasila adalah pada Rapat BPUPKI pada akhir Mei dan awal Juni tahun 1945. Artinya sudah 66 tahun usia Pancasila sejak dicetuskan. Namun masih belum sepenuhnya meresap ke dalam diri anak bangsa. Lima sendi utama yang berisi nilai-nilai moral asli warisan nenek moyang ini mulai terpinggirkan pemahaman luar, baik yang terlalu kolot atau terlalu bebas.

ARISTONO K
Pontianak

“SEKARANG banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi,” begitu bunyi ucapan Sukarno dalam pidato 1 Juni-nya yang terkenal itu.

Namun, saat ini ideologi Pancasila sudah semakin pudar dalam jati diri masyarakat Indonesia. Meluasnya terorisme, radikalisme, isu Negara Islam Indonesia, sekularisme, liberalisme, dan kapitalisme menjadi indikasinya. Hal itulah yang menjadi dasar diadakannya Focus Group Discussion Refleksi 66 tahun Pancasila. Diskusi yang berlangsung di Meja Bundar Lantai Lima Graha Pena kemarin (1/6) diikuti Pengurus Partai Amanat Nasional Kalbar, Muhammadiyah, Pemred Pontianak Post, akademisi, tokoh masyarakat, dan pimpinan LSM lainnya.

Tokoh Masyarakat Pabali Musa mengatakan pada era Soekarno, posisi Pancasila sebagai dasar negara, alat persatuan bangsa Indonesia tersingkir oleh ideologi baru macam Nasakom (Nasionalis, Agama dan Komunis). Sedang di masa Orde Baru, penguasa malah mengidentikan Pancasila dengan dirinya. Akibatnya pemahamannya menjadi sangat sempit. “Pancasila adalah dasar negara. Artinya rujukan dan pedoman bagi penyelenggara negara. Pancasila juga adalah ideologi, merupakan tujuan dan sebagai cita-cita bangsa. Format kebangsaan, tatanan dan penyelenggaraaan pemerintahan harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Kekalutan yang sama dirasakan pula Ketua DPW PAN Ikhwani. Ia mengibaratkan Indonesia sebagai sebuah bangunan, dan Pancasila adalah pondasinya. “Sebagai pondasi bangsa, Pancasila memang sudah kuat, tidak terbantahkan. Cuma, bagaimana ini benar-benar diamalkan oleh masyarakat. Caranya lewat pendidikan, sekarang kan tidak ada. Tapi jangan seperti dulu, kita diajarkan PMP dan penataran P4 yang hanya untuk dihapal. Pola pendidikan Pancasila perlu diubah,” ujarnya.
B Salman, Pemimpin Redaksi Pontianak Post mengiyakan soal perlunya pendidikan Pancasila. Ia lalu memberi contoh; “Dulu jaman Soeharto, masyarakat diberi penataran tentang Pancasila. Begitu juga dengan Pendidikan Moral Pancasila di sekolah-sekolah. Penataran dilakukan hingga 100 jam. Ratusan juta dihabiskan untuk program penataran,” ujar Salman. Soal hasilnya, lanjut dia, kembali kepada manusianya. Ada yang bisa melaksanakan, namun tidak sedikit pula yang tidak bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Dulu ditatar saja sudah seperti itu. Bagaimana kalau tidak pernah ada penataran lagi? Lihat saja kondisi sekarang?” kata Salman.Sementara, Ketua Pemuda Muhammadiyah Firman mengusulkan disusunnya kurikulum Pancasila yang mampu membentuk manusia yang memiliki semangat kebangsaan tinggi. “Kalau kita lihat selama ini, peraturan sudah disusun sedemikian bagusnya. Tapi masih juga dilanggar, kekacauan dan korupsi terjadi di mana-mana. Berati yang salah adalah manusianya. Pendidikan Pancasila perlu untuk membentuk karakter manusia yang benar. Jangan pendidikan itu hanya diutamakan pada tekstualnya saja. Kita perlu kurikulum khusus untuk itu,” sebutnya.

Setidaknya ada empat poin hasil dikusi yang dipimpin oleh tokoh muda Denie Amiruddin tersebut. Di antaranya adalah; Pancasila harus menjiwai perilaku bangsa, perlunya pengembalian semangat kebangsaan lewat pendidikan Pancasila, perlunya pemimpin bangsa yang berkerakter, dan peningkatan pemahaman agama, sebagai salah satu unsur pokok Pancasila. (Pontianak post)