.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Werner Sombart

Teori Pertumbuhan ekonomi Werner Sombart - Werner Sombart (19 Januari 1863 - 18 Mei 1941) adalah seorang ekonom dan sosiolog Jerman, kepala "Youngest Historical School” dan salah satu ilmuwan terkemuka Eropa Kontinental sosial selama kuartal pertama abad ke-20.


Werner Sombart mebagi pertumbuhan ekonomi masyarakat berdasarkan susunan organisasi dan ideologi masyarakat. Pembagian tingkat-tingkat pertumbuhan tersebut yakni sebagai berikut : Zaman perekonomian tertutup, Zaman kerajinan dan pertukangan dan Zaman Kapitalis

Zaman perekonomian tertutup
Pada masa ini pengadaan alat-alat pemuas kebutuhan semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Pertukaran barang dengan masyaraka tertutup lainnya sama sekali tidak dikenal. Mereka juga tidak mau menerima orang lain diluar kelompoknya.

Zaman kerajinan dan pertukangan
Pertambahan penduduk yang semakin banyak serta kemajuan dalam peradaban masyarakat, menyebabkan timbulnya kebutuhan-kebutuhan yang semakin beraneka ragam, dan kebutuhan ini tidak lagi dapat dipenuhi sendiri. Oleh karena itu mulailah muncul pembagian kerja berdasarkan keahlian masing-masing. Hasil produksi dan keahlian ini mulai saling dipertukarka. Namun hubungan pertukaran ini semata-mata masih untuk saling memenuhi kebutuhan dan bukan untuk mencari keuntungan. Hubungan orang dengan orang lain masih bersifat kekeluargaan, bersifat saling membantu dan melengkapi.

Zaman Kapitalis
Pada zaman ini mulailah muncul perusahaan-perusahaan yang menghimpun berbagai keahlian dalam masyarakat. Hubungan individu tidak lagi didasarkan pada kekeluargaan, tetapi berubah menjadi hubungan antara pemilik modal dengan para pekerja yang menjual tenaga dan keahliannya. Produksi tidak lagi untuk memenuhi kebutuhan semata-mata, tetapi berubah menjadi pencarian keuntungan. Oleh karena itu, struktur masyarakat berubah sesuai dengan kepemilikan modal (kapital), misalnya majikan dan buruh. Karena segala aktivitasnya didasarkan pada faktor modal atau kepital, zaman ini kemudian dikenal dengan nama zaman Kapitalis. Pada zaman kapitalis ini juga terjadi tingkatan-tingkatan, yaitu : Zaman Kapitalis Purba, Zaman Kapitalis Madya, Zaman Kapitalis Raya dan Zaman Kapitalis Akhir (zaman Sosialisme)

Zaman Kapitalis Purba (Pra Kapitalis)
Pada zaman ini, aktivitas  hidup manusia sebagian besar ditujukan untuk mencari nafkah. Pola kehidupan manusia berbentuk kelompok-kelompok sehingga keterikatan seorang individu terhadap kelompok amat kuat. Seseorang rela mengorbankan apa saja demi kepentingan kelompok. Sebaliknya, dengan kelompok lain mereka sangat tertutup. Motivasi untuk mencari keuntungan pada zaman ini belum dikenal. Dengan kata lain, pada zaman kapitalis purba kehidupan masyarakat ditandai dengan ciri-ciri :
  •     kehidupan perekonomian hanya untuk mendapatkan nafkah semata-mata
  •     keterikatan antar individu dalam kelompok sangat kuat, dan
  •     kehidupan perekonomian bersifat statis
Zaman Kapitalis Madya (Kapitalis Menengah)
Manusia, pada zaman Kapitalis Madya, sudah mulai mengenal arti keuntungan, sehingga kelompok-kelompok masyarakat sudah mulai mengejar keuntungan dalam aktivitas hidupnya. Kelompok pencari keuntungan itu disebut Kaum Kapitalis (pemilik modal), sedangkan kelompok yang lain disebut Kaum Pekerja atau Kaum Buruh. Hubungan antar kedua kelompok itu memang terjalin, tetapi tujuannya sudah bukan untuk kepentingan bersama seperti zaman sebelumnya, melainkan untuk mencari keuntungan bagi kaum kapitalis. Oleh karena itu, hubungan mereka pun mau tidak mau mulai merenggang. Dengan kata lain, zaman kapitalis madya yang berlangsung dalam kurun waktu antara abad ke 16-18, ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut :
  •     kegiatan perekonomian mengejar keuntungan
  •     hubungan antar individu mulai longgar,
  •     kehidupan perekonomian bersifat dinamis
Zaman Kapitalis Raya (Kapitalis Tinggi)
Zaman Kapitalis Raya ini berlangsung sekitar abad 18. Pada zaman ini mengejar keuntungan merupakan faktor terpenting dalam setiap kegiatan ekonomi. Karena semua mengejar keuntungan, persaingan pun berkembang ke arah yang tidak wajar, akibatnya kaum kapitalis merajalela dan kaum pekerja tertindas. Dengan kata lain, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Singkatnya zaman kapitalis raya ini ditandai dengan ciri-ciri :
  •     timbulnya persaingan tidak wajar
  •     timbulnya monopoli
  •     timbulnya penindasan terhadap para buruh oleh majikan
Zaman Kapitalisme Akhir (Sosialisme)
Akibat buruk yang ditimbulkan pada zaman Kapitalisme Raya menyebabkan timbulnya kebencian masyarakat terhadap para kapitalis (pemilik modal) dan dan bahkan masyarakat berkeinginan untuk melenyapkannya.  Berkat perencanaan yang matang, perubahan yang diinginkan oleh masyarakat itu akhirnya terwujud juga. Zaman kapitalis raya surut dan lahirlah zaman Sosialisme. Pada zaman ini segala aktifitas perekonomian tersentralisasi pada pemerintah. Dengan kata lain, setiap kegiatan perekonomian diatur oleh pemerintah. Zaman ini ditandai oleh ciri-ciri :
  •     keinginan untuk mencapai kesejahteraan bersama
  •     terdesak para kaum kapitalis
  •     dominannya pemerintah dalam kehidupan perekonomian
Untuk mengetahui dan memahami lebih lengkap mengenai Teori Pertumbuhan ekonomi menurut Werner Sombart, sobat bisa mencoba membaca beberapa referensi berikut ini:
  1. Irawan, dan Suparmoko, 2002, Ekonomi Pembangunan, Edisi Keenam, BPFE Yogyakarta
  2. Lincolin Arsyad, Edisi Terbaru, Ekonomi Pembangunan, STIE YKPN Yogyakarta
  3. Sadono Sukirno, 2006, Ekonomi Pembangunan, Edisi Kedua, Kencana, Jakarta
  4. Mudrajat Kuncoro, Edisi Terbaru, Ekonomi Pembangunan, YKPN, Yogyakarta
  5. Jhingan, M.L. 1999. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan, terjemahan D. Guritno. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
  6. Tambunan, Tulus T.H. 2001. Perekonomian Indonesia Teori dan Temuan Empiris. Jakarta: Ghalia Indonesia.
  7. Todaro, Michael P. 1998. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga, terjemahan Haris Munandar. Jakarta: Erlangga. Edisi Keenam.
Itulah tadi Posting tentang "Tahap Pertumbuhan dan Pembangunan ekonomi Werner Sombart". Jika ada salah kata atau penulisan kiranya pembaca sudi untuk memberikan koreksi saran kritik dan komentarnya. Terimakasih dan semoga bermanfaat.