.

Makalah Globalisasi Dampak Globalisasi Di Negara Kepulauan Tropika

Contoh Makalah Globalisasi :: Dampak Globalisasi di Negara Kepulauan Tropika

Contoh Makalah Globalisasi - Selamat berkunjung kembali di blog Kumpulan Ilmu dan Seputar Informasi Terkini. Melanjutkan posting bertema Contoh Makalah, pada kesempatan kali ini admin akan berbagi posting tentang Contoh Makalah Globalisasi tentang Dampak Globalisasi di Negara Kepulauan Tropika. Atau mungkin sobat juga ingin sekedar melihat posting sebelumnya tentang "Artikel Globalisasi :: Sudut Gelap Globalisasi". semoga bermanfaat.

ilustrasi


DAMPAK  GLOBALISASI DI NEGARA KEPULAUAN TROPIKA (*)
Oleh : Djoko Harmantyo (**)
Email :djokoharmantyo@yahoo.com

(*) Makalah disampaikan pada Seminar Nasional, Pertemuan Ilmiah Tahunan dan Kongres Ikatan Geograf Indonesia (IGI) di Universitas Indonesia tgl.14-15 September 2006.
(**) Staf Pengajar Departemen Geografi FMIPA Universitas Indonesia.

Abstrak

Globalisasi adalah suatu aktifitas, keputusan, atau kejadian yang terjadi di satu tempat di permukaan bumi yang secara signifikan menimbulkan dampak terhadap komunitas di permukaan bumi lainnya, Globalisasi tidak sama dengan internasionalisasi. Proses globalisasi tidak berdampak seragam secara spasial karena setiap Negara atau region atau daerah lokal tertentu memiliki karakteristik tersendiri. Oleh karena itu proses globalisasi akan menghasilkan daya tolak dalam bentuk proses regionalisasi atau lokalisasi.

Indonesia, sebagai Negara kepulauan terbesar dari 86 negara kepulauan di dunia, yang terletak di daerah tropika, dikenal memiliki keanekaragaman yang tinggi baik hayati maupun non hayati, Hal ini yang menarik untuk dilakukan studi, secara teoritis eksploratif, untuk menemukan bentuk  bagaimana sebenarnya fenomena geografis dampak globalisasi yang melanda Indonesia sebagai Negara kepulauan tropika.

PENDAHULUAN

Dalam pandangan geograf, paling tidak ada empat fenomena global yang melanda dunia dewasa ini yaitu fenomena yang berkaitan dengan perbatasan antar Negara, ketimpangan ekonomi Negara Negara di dunia, globalisasi dan kecenderungan penyebaran penyakit secara global (Haggett, 2001). Hasil kajian pada beberapa kasus di Indonesia, ke empat fenomena tersebut telah dan sedang terjadi di Indonesia, dan akan cenderung semakin intensif di masa datang (Harmantyo, 2006). Hal menarik dari hasil studi tersebut dapat memperkaya wawasan geograf Indonesia dalam melihat berbagai fenomena yang sedang berlangsung baik dalam tataran nasional, regional maupun internasional. Berbagai fenomena geografis tersebut memberikan indikasi adanya kecenderungan kehidupan manusia sedang menuju kepada satu tatanan global berlandaskan berbagai keragaman yang ada. Unity in diversity.

Kemajuan ilmu pengetahuan khususnya di bidang teknologi mampu mengubah tatanan kehidupan manusia. Perkembangan teknologi transportasi membuat jarak tempuh semakin dekat. Pada awal kemerdekaan Indonesia, waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak dari Sabang hingga Merauke masih dalam satuan mingguan atau bahkan bulanan, saat ini hanya dibutuhkan waktu beberapa jam. Kita dapat mengelilingi bumi sepanjang 41.000 km hanya dalam waktu kurang dari dua hari. Perkembangan teknologi transportasi telah mampu menekan biaya distribusi barang import maupun eksport sehingga tingkat harga konsumen semakin rendah yang pada gilirannya mampu meningkatkan jumlah penjualannya serta meningkatkan jumlah keuntungan perusahaan.

Seiring dengan perkembangan teknologi transportasi, teknologi telekomunikasi dan komputasi juga berkembang secara lebih pesat. Perkembangan teknologi informasi ini mampu menekan kebutuhan penggunaan sarana transportasi karena dalam beberapa hal dapat dilakuikan melalui komunikasi teleconference via internet. Saat ini suatu keputusan penting dapat diambil secara “real-time”  dengan dukungan sistem pengambilan keputusan berbasis jaringan komputer. Sistem on-line mampu membuktikan bahwa dunia saat ini memang tanpa batas (borderless).

Jika demikian fenomenanya, bagaimana dengan ilmu geografi yang memiliki beragam konsep dan teori keruangan (spatial theory), apakah akan tereliminasi? Apakah “the end of geography” sedang berlangsung?  Bagi para geograf, pertanyaan tersebut merupakan tantangan yang harus  dihadapi. Oleh sebab itu, berlangsungnya proses divergensi dan konvergensi perkembangan ilmu pengetahuan yang terjadi dewasa ini, termasuk teknologi, perlu terus menerus diikuti  sebagai bagian pengkayaan bidang ilmu Geografi.

Studi ini merupakan bagian dari upaya untuk mengetahui “wilayah abu abu” interrelasi perkembangan disiplin ilmu lain seperti ekonomi, ekologi, sosial budaya dan teknologi, secara konseptual teoritis, terutama untuk mengetahui interaksinya dalam dimensi keruangan dalam konteks issue globalisasi di Negara kepulauan tropika.

APRESIASI KONSEP GLOBALISASI

Dalam bahasan selanjutnya, pengertian globalisasi akan ditinjau dari perspektif geografi. Hal ini sekedar untuk menghindari debat panjang yang barangkali tidak akan dapat diselesaikan pada tulisan singkat ini. Batasan tersebut sekaligus untuk dapat menghasilkan hasil studi yang lebih komperhensif tentang informasi dampak globalisasi yang sedang melanda Negara kepulauan tropika, Indonesia.

Istilah globalisasi dalam konsep kultural mulai diperkenalkan pada tahun 1960-an oleh Marshall McLuhan melalui istilah “global village” (Haggett, 2001 p.589). Hasil observasinya menunjukkan bahwa perkembangan teknologi komunikasi berdampak pada kehidupan sosial budaya masyarakat pedesaan. Teknologi komunikasi mampu mempersingkat waktu dan memperpendek jarak interaksi penduduk dalam melakukan aktiftitas ekonomi, sosial budaya, politik pada tataran global. Sekedar contoh, masyarakat di pedesaan saat ini sudah terbiasa dengan minuman coca cola yang pada awalnya hanya dinikmati oleh masyarakat kota besar.

Ciri globalisasi dalam perspektif geografi dapat digolongkan atas dua bentuk yaitu, pertama, fenomena semakin luasnya wilayah pengaruh suatu peristiwa, aktifitas atau keputusan, dan ke dua, fenomena semakin intensifnya proses yang berlangsung dalam suatu wilayah pengaruh. Interaksi manusia dan lingkungan dapat terjadi dalam empat tingkatan yaitu, pertama, pada tingkatan lokal hanya terjadi interaksi manusia dan lingkungannya, ke dua, pada tingkatan regional terjadi pertukaran antar regional (interregional relationship), ke tiga, pada tingkatan globalisasi terjadi pertukaran global, dan ke empat, pada tingkatan global terjadi hubungan manusia dan lingkungan secara global.

Ada perdebatan yang menarik dalam konteks globalisasi yaitu munculnya istilah internasionalisasi. Fenomena perkembangan kehidupan ekonomi yang didasarkan pada prinsip ekspansi modal (kapitalisasi) menurut teori imperalisme Lenin, membentuk jaringan multi nasional seperti yang terjadi saat ini. Meluasnya jaringan multinasional tersebut berkembang menerobos batas antar Negara lebih menunjukkan pola perkembangan aktifitas ekonomi (internasionalisasi) dan bukan ciri globalisasi dalam perspektif geografi.

Dalam kenyataannya, perubahan global tersebut tidak menghasilkan bentuk yang seragam di berbagai Negara. Masing masing Negara, region atau daerah lokal tertentu memiliki cara tersendiri dalam menghadapi perubahan global sesuai karakteristik wilayahnya. Perbedaan kondisi sosio-kultural penduduk lokal akan menghasilkan wilayah dampak globalisasi yang berbeda. Kekuatan lokal tersebut yang kemudian melahirkan konsep lokalisasi dan regionalisasi sebagai reaksi terhadap konsep globalisasi.

Globalisasi, seperti telah diuraikan sebelumnya, merupakan suatu aktiftas, keputusan atau kejadian di satu tempat di muka bumi yang berdampak nyata pada kehidupan manusia di bagian bumi lainnya. Globalisasi menghasilkan berbagai gejala keruangan seperti “hilangnya ruang geografis”, perubahan ruang geoekonomi, berkembangnya kota berdimensi global, munculnya issue lingkungan global.

FENOMENA GLOBALISASI

Indonesia, sebagai Negara kepulauan tropika memiliki karakteristik unik yaitu beriklim hujan hutan tropis memperoleh sinar matahari sepanjang tahun dan oleh karena itu memiliki keanekaragaman flora dan fauna (biodiversity), memiliki jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dengan kemajemukan suku bangsa, pola sebaran penduduk yang tidak merata dan keragaman kondisi fisik wilayah.

Sebagai bagian dari masyarakat dunia, Indonesia yang terdiri dari sekitar 17.000 pulau dengan lima pulau terbesar memiliki daratan seluas 1.91 juta km2 dari luas wilayah kedaulatan Indonesia sekitar 5.8 juta km2, dua per tiganya terdiri dari laut. Indonesia memiliki 10 negara tetangga yang berbatasan langsung (berbatasan darat dengan tiga Negara) yang memiliki peran penting dalam konteks pengembangan perekonomian Indonesia bersaing dalam percaturan global. Sampai saat ini Indonesia belum memiliki pelabuhan laut skala internasional seperti Singapura dalam jalur perdagangan global. Teknologi tansportasi laut saat ini masih merupakan tulang punggung utama dalam perdagangan global.

Berbeda dengan transportasi laut, teknologi transportasi udara memiliki peran sentral dalam pertukaran komoditas dagang lainnya yang tidak terkendala dalam berat atau volume. Indonesia sudah memiliki bandara internasional yang merupakan salah satu node dalam jaringan penerbangan internasional sehingga mampu untuk bersaing dalam tataran global, walaupun masih dalam jumlah yang masih terbatas seperti bandara Polonia Medan, bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, bandara Hang Nadiem Batam dan bandara Ngurah Rai Denpasar.

Walaupun pada awalnya istilah globalisasi dipicu oleh perkembangan teknologi komunikasi, konvergensi teknologi komunikasi dan teknologi komputer pada tahun 1990-an menghasilkan suatu sistem yang saat ini kita kenal sebagai sistem jaringan komputer luas atau internet. Teknologi informasi ini yang sesungguhnya menyebabkan peningkatan akselerasi proses globalisasi. Proses diseminasi informasi berbagai fenomena geografis secara “nyaris” real-time dapat diterima oleh pengguna kapanpun dan di manapun. Perkembangan teknologi informasi menuju ke arah peningkatan proses pemampatan ruang dan waktu sehingga, di satu sisi akan tampak luasnya wilayah Indonesia bukanlah faktor penghambat dalam melakukan diseminasi keputusan atau kebijakan.  Demikian pula, dinamika sosial cultural dapat diketahui dengan cepat oleh para pengambil keputusan di pusat, tanpa hambatan ruang geografis.

Sebagaimana telah diutarakan, perkembangan teknologi informasi sebagai pemicu globalisasi mempengaruhi strategi dalam menjalankan roda perekonomian baik dalam tatan lokal, nasional, regional maupun global. Merambahnya perusahaan multinasional yang cenderung merata ke semua Negara di dunia mengikuti strategi pemasaran yang memiliki pola mendekati pasar. Gejala ini diikuti oleh strategi manajemen yang berbentuk distributed system atau dikenal dengan desentralisasi. Oleh karena itu dijumpai sebaran toko retail seperti Alfamart atau Indomart sampai ke pelosok daerah di Indonesia. Pola sebaran pasar tersebut secara nyata mempengaruhi pola belanja penduduk.

Di sisi lain, muncul gejala lokalisasi sebagai respon terhadap proses globalisasi. Sekedar contoh, merambahnya toko retail tersebut dapat dipandang sebagai cara untuk menghambat laju perkembangan bisnis retail skala internasional seperti Carefour atau Giant. Bagaimana hasil akhir persaingan ke dua model tersebut akan ditentukan oleh berbagai faktor antara lain kebijakan politik Negara, kemampuan sumberdaya manusia, penguasaan teknologi dan yang utama adalah kemampuan finansial.

Dampak globalisasi yang dijumpai dalam konteks lain adalah terjadinya kerusakan lingkungan alam seperti meluasnya lahan kritis akibat penebangan hutan untuk industri berskala global, pencemaran air dan udara dari pabrik dan kegiatan eksplorasi mineral dan gas oleh perusahaan multinasional. Dampak akhirnya adalah terjadinya perubahan iklim global dan hilangnya keanekaragaman hayati terutama di daerah tropis seperti Indonesia.

KESIMPULAN

Globalisasi di Negara kepulauan tropika dicirikan antara lain oleh terjadinya kontra proses globalisasi dengan proses lokalisasi, peningkatan dinamika sumberdaya lokal berbasis sosio cultural, peningkatan intensitas kerusakan lingkungan dan semakin terbukanya proses konvergensi termasuk paradigma menuju world global society.

Indonesia dalam konteks Negara kepulauan tropika memiliki peluang dalam membangun masyarakat global melalui kekuatan kemajemukan sosial budaya dan keanekaragaman hayati yang menjadi aset unggulan.

DAFTAR PUSTAKA
  • Baiquni,M.2004;”Membangun Pusat-Pusat Di Pinggiran. Otonomi di Negara Kepulauan”. ideas& PKPEK, Yogyakarta.
  • De Blij, H.J. 1992; “Geography. Regions and Concepts”.John Wiley and Son Inc.Canada.
  • Dwiyanto,A. dkk,2003;”Reformasi. Tata Pemerintahan dan Otonomi Daerah”. Seri Laporan.PSKK UGM Yogyakarta.
  • Haggett,P.2001;”Geography. A Global Synthesis”.First Publ.Prentice Hall.England.
  • Harmantyo, D.2006;”Ambalat issues. A Preliminary Study on the problem of Indonesia Territorial Boundary”. Unpublished. Departemen Geografi FMIPA-UI, Depok.
  • Haryadi,R.2004;”Kawasan Perbatasan. Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Kawasan Perbatasan Antarnegara dan Indonesia” Bappenas, Jakarta.
  • Johnston,R.J et all.2002;”Geographies of Global Change. Remapping the World”. Blackwell Publ. Co. Oxford, UK.
  • Tambunan, R.P.2004;”Dampak perkembangan fisik kota terhadap pola tata air ekosistem dataran rendah Jakarta”. Disertasi Program Doktor Ilmu Lingkungan UI. Jakarta.
  • Sandy,I.M.1996;”Republik Indonesia. Geografi Regional”.Jurusan Geografi FMIPA-UI, Jakarta.
  • Sien,C.L.2003;”Southeast Asia Transformed. A Geography of Change”.ISEAS.Singapore.
  • Simon,E.1996;”Distributed Information Systems”.McGraw Hill Co. London.
Itulah tadi artikel tentang Makalah Globalisasi. terimakasih atas kunjungannya n jangan bosan-bosan ataupun jenuh untuk berkunjung kembali di blog kumpulan ilmu dan Seputar Informasi Terkini, semoga ada guna dan manfaatnya. wassalam.