.

Pendidikan Kesenian Analisis Kritik seni lukis mooi indie Wakidi "Ngarai Sihanok"

Pendidikan Kesenian Analisis Kritik seni lukis mooi indie Wakidi "Ngarai Sihanok" - Selamat berkunjung kembali di blog Kumpulan Ilmu. Pada kesempatan kali ini kumpulan ilmu akan berbagi lanjutan artikel "Analisis Kritik Terhadap Karya-Karya Seni Lukis Periode Mooi Indie (Studi Kasus Terhadap Karya-Karya Lukisan Pemandangan Alam Wakidi)" yang disusun oleh sobat Satrio Hari Wicaksono (Penulis adalah Dosen di STISI Telkom Bandung dan Asdos di ITB | blog: blog.stisitelkom.ac.id/members/satrio | facebook.com/satrio.h.wicaksono). untuk lebih lengkap baca juga posting sebelumnya "Teori-Teori Yang Relevan Dengan Perkembangan Mooi Indie". semoga bermanfaat.

Analisis Kritik seni lukis mooi indie Wakidi "Ngarai Sihanok"

Wakidi dilahirkan di Palembang pada tahun 1889, ia adalah seorang pelukis Indonesia zaman Hindia Belanda yang lukisannya banyak mengandung corak mooi indie, Wakidi adalah satu di antara tiga pelukis naturalistik Indonesia yang terkemuka di zamannya. Wakidi mulai melukis sejak usia 10 tahun. Sebagai guru melukis, Wakidi sempat belajar dengan seorang pelukis Belanda bernama van Dick di Kweekschool, Bukittinggi, Sumatera Barat. Meskipun banyak berkarya, hampir semuanya dikoleksi orang, sehingga Wakidi tidak pernah mengadakan pameran lukisannya. Karya-karyanya banyak dikoleksi oleh istana kepresidenan dan sejumlah tokoh penting, seperti wakil-wakil presiden Indonesia, seperti Bung Hatta dan Adam Malik, ia tutup usia pada tahun 1979 di Sumatera Barat.

1.  Analisis Visual

Kecenderungan pemilihan objek dalam karya-karya seni lukis mooi indie mayoritas adalah pemandangan alam, begitu pula dengan kecenderungan pemilihan objek lukisan dalam karya-karya Wakidi yang didominasi oleh lukisan-lukisan pemandangan alam. Berikut ini adalah beberapa visualisasi dari lukisan-lukisan Wakidi yang menggambarkan pemandangan alam.

Wakidi, Ngarai Sihanok, 67 x 120 cm, Cat Minyak di atas Kanvas

Dalam lukisan bertajuk Ngarai Sihanok ini digambarkan situasi pegunungan di daerah Ngarai Sihanok, Sumatera Barat. Wakidi berupaya menggambarkan daerah persawahan yang diapit oleh barisan pegunungan yang tinggi, dimana terdapat tebing-tebing yang curam dan hutan belantara yang memagari wilayah pertanian tersebut. Penggunaan teknis gelap-terang yang terhitung rapi dan seimbang tergambar dengan jelas dalam lukisan tersebut, dimana ruang tengah yang menjadi pusat dari gambar diberikan pencahayaan yang terang dan harmonisasi warna yang sesuai dengan situasi alam sesungguhnya, berbeda dengan bagian pinggir karya, sebelah kiri dan kanan bidang lukisan yang cenderung digarap dengan lebih gelap. Sehingga bagian tengah karya terasa mendominasi bidang gambar di atas dan menjadi fokus utama.

Penggarapan detail bentuknya terbilang teliti, untuk penggambaran bidang dari jarak yang cukup jauh seperti yang tergambar dalam lukisan. Petakan-petakan sawah pada bagian bawah kanvas, jalur aliran sungai, batang-batang pohon di ujung sebelah kanan bawah, kontur tebing yang terkena siraman cahaya dan goresan pada bagian awan yang terasa seolah-olah menggumpal. Selain itu penggunaan teknik perspektif dalam lukisan tersebut terbilang cukup baik, hal itu terwakili dari kombinasi warna yang mengindikasikan kedalaman ruang dan sudut pandang yang dirasa mulai mengerucut.

Kesan suram sedikit terasa pada karya tersebut. Pemilihan warna yang cenderung terasa senada, pewarnaan awan yang pekat seolah-olah mendung dan proses pewarnaan keseluruhan yang terasa agak sedikit kecoklatan menjadi tampilan yang mengindikasikan kesan tersebut. Dapat dikatakan bahwa dari penggambaran sudut arah cahaya matahari dan pewarnaan yang cenderung agak coklat kekuningan, pemilihan waktu penggambaran ini diduga adalah sore hari.

itulah tadi posting tentang Analisis Kritik seni lukis mooi indie Wakidi "Ngarai Sihanok". semoga ada guna dan manfaatnya. terimakasih atas kunjungannya n jangan bosan-bosan ataupun jenuh untuk berkunjung kembali di blog kumpulan ilmu, he he he. wassalam