.

Analisis Kritik seni lukis mooi indie Wakidi "Floating Village"

Analisis Kritik seni lukis mooi indie Wakidi "Floating Village" - Selamat berkunjung kembali di blog Kumpulan Ilmu. Pada kesempatan kali ini kumpulan ilmu akan berbagi lanjutan artikel "Analisis Kritik Terhadap Karya-Karya Seni Lukis Periode Mooi Indie (Studi Kasus Terhadap Karya-Karya Lukisan Pemandangan Alam Wakidi)" yang disusun oleh sobat Satrio Hari Wicaksono (Penulis adalah Dosen di STISI Telkom Bandung dan Asdos di ITB | blog: blog.stisitelkom.ac.id/members/satrio | facebook.com/satrio.h.wicaksono). untuk lebih lengkap baca juga posting sebelumnya "Analisis Kritik seni lukis mooi indie Wakidi "Ngarai Sihanok" 2. semoga bermanfaat.

Wakidi, Floating Village, 76 x 134 cm, Cat Minyak di atas Kanvas

Analisis Kritik seni lukis mooi indie Wakidi "Floating Village"

Pada karya bertajuk Floating Village ini Wakidi menggambarkan bagaimana kehidupan lingkungan sekitarnya, tak hanya sekedar mengangkat tema tentang pemandangan alam saja namun juga mengangkat problematika sosial.

Berangkat dari judul yang diangkat, lukisan ini menampilkan situasi tentang pedesaan yang dilanda bencana banjir. Digambarkan setidaknya terdapat lima buah rumah penduduk yang digambarkan disana, dimana tiga dari kelima rumah tersebut mendominasi bidang lukisan dari tengah hingga ke sebelah kiri. Pada bagian tengah tampak jalanan yang dibanjiri oleh air, dimana terdapat beberapa buah perahu yang berisi orang ataupun barang-barang. Sedangkan pada bagian kanan bidang gambar terlihat sebuah rumah yang bersembunyi di balik pepohonan, rumah tersebut tak tersentuh banjir yang melanda karena berada di lahan yang lebih tinggi dari garis batas atas air.

Pencahayaan cenderung merata pada setiap bagian tanpa adanya kontras yang terlalu jauh, namun pengkondisian gelap-terang masih terasa cukup kuat dengan penempatan intensitas cahaya yang sedikit lebih terang di bagian tengah karya. Selain itu, dengan teknik pewarnaan yang cenderung gelap dan agak coklat kekuningan memberikan kesan yang terasa cukup suram.

Penggunaan perspektif, walaupun ada namun tak sebaik karya-karya sebelumnya. Sehingga pembagian ruang dalam karya ini tak terlalu terasa. Begitu pula dengan penggarapan bagian detailnya yang tak terlalu kompleks dan teliti jika dibandingkan dengan karya-karya yang telah diuraikan sebelumnya, walaupun menggunakan sudut pandang yang tak terlalu jauh.

itulah tadi posting tentang Analisis Kritik seni lukis mooi indie Wakidi "Floating Village". semoga ada guna dan manfaatnya. terimakasih atas kunjungannya n jangan bosan-bosan ataupun jenuh untuk berkunjung kembali di blog kumpulan ilmu, he he he. wassalam