.

Serangga Tomcat | Kumbang Paederus | Fenomena Wawasan n Berita Terkini

Serangga Tomcat | Kumbang Paederus | Fenomena Wawasan n Berita Terkini - Selamat berkunjung kembali di blog Kumpulan Ilmu. Pada kesempatan kali ini kumpulan ilmu akan berbagi artikel "Wawasan Seputar Tomcat (Kumbang Paederus), mulai dari jenis, perkembangbiakan dan peranan tomcat, Peningkatan populasi Paederus, Pencegahan serangan Tomcat, Pengendalian Kumbang Paederus dan beberapa gambar serta sklus hidup tomcat". atau mungkin sobat ingin membaca artikel terdahulu mengenai "Top 10 Hewan Aneh tapi Nyata yang ada di bumi" semoga bermanfaat.

Jenis, Perkembangbiakan Serta Peranan Tomcat

Kumbang Paederus fuscipes dikenal umum dengan nama Kumbang TOMCAT karena bentuk tubuhnya yang seklias menyerupai pesawat tempur Amerika, TOMCAT.

Serangga ini termasuk dalam Familia Staphylinidae, ordo Coleoptera. Siklus hidup serangga ini terdiri dari telur, larva, pupa dan imago (serangga dewasa) yang berbentuk kumbang yang berlangsung sekitar 18 hari. Kumbangnya sendiri dapat hidup hingga 3 bulan. Seekor kumbang betina dapat meletakan telur sebanyak 100 butir telur.

Serangga ini berkembang biak di dalam tanah di tempat-tempat yang lembab, seperti di galangan sawah, tepi sungai, daerah berawa dan hutan. Telurnya diletakkan di dalam tanah, begitu pula larva dan pupanya hidup dalam tanah. Setelah dewasa (menjadi kumbang) barulah serangga ini keluar dari dalam tanah dan hidup pada tajuk tanaman.

Kumbang ini sejatinya adalah serangga pemangsa (predator) hama-hama pada tanaman pertanian sehingga peranannya adalah sebagai serangga yang berguna yang perlu dipertahankan keberadaannya.
Contohnya pada tanaman kedelai, serangga ini memangsa telur dan larva hama ulat Helicoverpha armigera, juga pada tanaman padi serangga ini memangsa wereng coklat dan beberapa serangga hama kecil lain seperti kutu, aphid dsb.

Serangga ini aktif pada siang hari mencari mangsa pada pertanaman, sedang pada malam hari serangga ini akan tertarik pada cahaya lampu.

Serangga ini tidak menyerang manusia tapi apabila serangga ini menempel pada kulit kemudian digencet atau ditekan akan mengeluarkan racun paederin.

produksi pederin dalam tubuh kumbang tergantung pada keberadaan bakteri Pseudomonas sp. yang bersimbiosis dalam tubuh kumbang betina. Pederin bersirkulasi dalam darah kumbang, sehingga dapat terbawa sampai ke keturunannya (telur, larva, pupa, dan kumbang).

Namun demikian, kumbang betina yang mengandung bakteri akan menghasilkan pederin yang lebih banyak dibandingkan kumbang yang dalam tubuhnya tidak ada bakteri simbion.

Peningkatan populasi Tomcat (Paederus Fuscipes)

Peningkatan populasi Paederus fuscipes seperti yang terjadi baru-baru ini di Jawa Timur seperti di Surabaya dan Ponorogo dapat disebabkan oleh beberapa factor antara lain:
  • Berkurangnya populasi mangsa (hama) karena penggunaan pestisida yang berlebihan
  • Berkurangnya Mangsa yang tersedia karena adanya perubahan lingkungan misalnya panen sehingga populasi mangsa berkurang, akibatnya populasi kumbang ini menyebar mencari mangsa hingga ke perumahan penduduk
  • Alih fungsi lahan pertanian (menjadi perumahan dsb ) yang merupakan tempat hidup serangga mencari mangsa menyebabkan serangga tersebut hidup pada pertanaman di sekitar perumahan dan akan tertarik pada cahaya lampu di perumahan tersebut.
  • Ada kemungkinan populsi sereangga ini meningkat menjelang berakhirnya musim hujan

Pencegahan serangan Tomcat terhadap manusia
  1. Untuk menghindari gangguan Tomcat dapat dilakukan dengan mengurangi penerangan dan menutup rapat jendela `serta pintu rumah.
  2. Hindari duduk di bawah penerangan lampu
  3. Pasang kelambu dan menggunakan pakaian yang tertutup juga dapat mengurangi kontak ke badan
  4. Gunakan lotion anti serangga sebelum tidur
  5. Apabila serangga ini masuk rumah dan menempel pada kulit kita, upayakan jangan diganggu atau digencet karena akan mengeluarkanm cairan racun paederin yg dapat nmenyebabkaniritasi kulit dengan gejala memerah dan melepuh seperti terbakar (dermatitis).terlebih apabila di garuk, tapi diusir dengan ditiup atau diusir dengna kain.
  6. Apabila cairan racun serangga ini sudah menempel di kulit atau di baju segera basuh dengan air sabun hingga bersih , karena efek racun ttersebut belum akan bereaksi dengan kulit hingga 12 -36 jam.

Pengendalian Serangga Tomcat (kumbang Paederus)
  1. Upaya pegendalian yang mungkin dapat diupayakan yaitu dengan memasang perangkap lampu pada malam hari. Memasang perangkap kuning berperekat pada pertanaman juga dapat mengurangi poppulasi serangga tersebut.
  2. Penyemprotan tanaman dengan pestisida nabti berbahan tanaman mimba, serai wangi, minyak cengkeh dsb. di ski8tar rumah.
  3. Menjaga keseimbangan predator dan mangsa
  4. Peristiwa Outbreak kumbang tomcat seperti terjadi di Surabaya, pernah pula dilaporkan terjadi di negara lain, seperti di Okinawa-Jepang (1966), Iran (2001), Sri Lanka (2002), Pulau Pinang- Malaysia (2004 dan 2007), India Selatan (2007), dan Iraq (2008).
Morfologi Tomcat
  • Berukuran panjang antara 7-10 mm dan lebar antara 0,5 sampai 1 mm.
  • Tubuh berbentuk memanjang, terbagi menjadi tiga bagian kepala, toraks, dan 3 ruas abdomen. Badan berwarna dasar coklat muda.
  • Kakinya terdiri atas 3 pasang dan tidak berkuku.
  • Bersayap tidak sempurna dan berwarna gelap, terdiri dari dua pasang, tetapi tidak menutupi seluruh abdomen. Sayap depan mengeras disebut elitera, dan berfungsi sebagai perisai, sedangkan sayap yang kedua membranus atau bening digunakan untuk terbang (bila kondisi tertentu).
  • Bila terancam akan menaikkan bagian perut sehingga nampak seperti kalajengking.
  • Berkaki panjang, tipe serangga pejalan cepat.

Habitat dan Perilaku Tomcat
  • Berkembang biak di habitat yang lembab seperti daun busuk basah dan tanah.
  • Daur hidup dari telur - imago selama 18 hari. Stadium telur = 4 hari, larva = 9,2 hari, prepupa = 1 hari, dan pupa = 3,8 hari. Lama hidup serangga betina adalah 113,8 hari dan serangga jantan adalah 109,2 hari.
  • Kemampuan bertelur 106 butir per betina. Masa inkubasi telur selama 4 hari.
  • Populasi kumbang meningkat pesat pada akhir bulan musim hujan (bulan Maret dan April) dan kemudian dengan cepat berkurang dengan timbulnya cuaca kering pada bulan-bulan berikutnya dan bersifat nokturnal (malam hari).

Gambar-gambar kumbang Paederus fuscipes Serta Siklus Hidupnya





referensi :
pppl.depkes.go.id/_asset/_download/Leaflet_Paederus_sp._Final_29_Maret_2012.pdf
litbang.deptan.go.id/berita/one/1126/file/tomcat2.pdf

itulah tadi posting tentang Serangga Tomcat | Kumbang Paederus | Fenomena Wawasan n Berita Terkini. semoga ada guna dan manfaatnya. terimakasih atas kunjungannya n jangan bosan-bosan ataupun jenuh untuk berkunjung kembali di blog kumpulan ilmu, he he he. wassalam