Pengertian Biaya Produksi Menurut Para Ahli

Selamat berkunjung kembali di blog Kumpulan Ilmu dan Seputar Informasi Terkini. Pada kesempatan kali ini kumpulan ilmu akan berbagi kerangka teoritis dari makalah akutansi dengan judul PERANAN TARGET COSTING DALAM PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI (Studi Kasus CV Bandung Mulia Konveksi) yang disusun oleh sobat Mathius  Tandiontong (Dosen Program Magister Akuntansi Universitas Kristen Maranatha) dan sobat Natalia Fany Anggraini (Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Kristen Maranatha). atau mungkin sobat ingin melihat posting sebelumnya "Kamus Bahasa Indonesia Online Terlengkap".semoga bermanfaat.

Biaya Produksi Menurut Para Ahli

Menurut Garrison, Ray H., Eric W. Noreen, Peter C. Brewer. (2006) yang diterjemahkan oleh Hinduan (2006:54) biaya produksi adalah: “biaya produksi itu sendiri mencakup semua biaya yang terkait dengan pemerolehan atau pembuatan suatu produk”.

Hansen dan Mowen dalam terjemahan Fitriasari dan Kwary (2006:50) juga menyatakan bahwa biaya produksi merupakan: “biaya yang berkaitan dengan pembuatan barang dan penyediaan jasa”.

Perusahaan manufaktur membagi biaya produksi ke dalam tiga kategori besar yakni:

1. Bahan langsung (direct material)

Garrison et al. terjemahan Hinduan (2006:51) menyatakan bahwa bahan langsung adalah: “bahan yang digunakan untuk menghasilkan produk jadi. Sesungguhnya bahan baku berkaitan dengan semua jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan produk jadi, dan produk jadi suatu perusahaan dapat menjadi bahan baku perusahaan yang lainnya”.

Hansen dan Mowen yang diterjemahkan oleh Fitriasari dan Kwary (2006:50) juga menyatakan bahwa: “biaya bahan langsung ini dapat langsung dibebankan ke produk karena pengamatan fisik dapat digunakan untuk mengukur kuantitas yang dikonsumsi oleh setiap produk”. Pengertian lain yang dinyatakan oleh Blocher et al. yang diterjemahkan oleh Tim Penerjemah Penerbit Salemba (2008:119) tentang biaya bahan baku langsung adalah: “bahan baku yang digunakan untuk memproduksi produk, yaitu yang secara fisik menjadi bagian dari produk tersebut”.

Biaya bahan langsung menurut Hariadi (1992:18) meliputi semua bahan baku yang dapat diidentifikasi secara fisik dengan produk tertentu. Misalnya, kayu untuk kursi, benang untuk kain. Tidak semua memang dapat diidentifkasi secara langsung dengan suatu produk adalah biaya bahan baku karena harus juga mempertimbangkan besarnya biaya tersebut dengan nilai akhir produk bersangkutan. Biaya bahan baku yang sulit diidentifikasi dengan produk tertentu dan jumlahnya tidak material, sebaiknya diperlakukan sebagai bahan pembantu .

2. Tenaga kerja langsung (direct labour)

Biaya tenaga kerja langsung menurut Hansen dan Mowen (1999:45) adalah: “tenaga kerja yang dapat ditelusuri pada barang atau jasa yang sedang diproduksi”. Pengertian biaya tenaga kerja langsung lainnya juga diungkapkan oleh Hariadi (1992:18) meliputi: “semua biaya tenaga kerja yang dapat diidentifikasi atau ditelusuri secara fisik terhadap produk tertentu seperti operator mesin dalam pabrik mobil”.

Biaya tenaga kerja langsung (direct labour) menurut Garisson et al. terjemahan Hinduan (2006:51) digunakan untuk biaya tenaga kerja yang dapat ditelusuri dengan mudah ke produk jadi. Tenaga kerja langsung biasanya disebut juga tenaga kerja manual (touch labour) karena tenaga kerja langsung melakukan kerja tangan atas produk pada saat produksi.

3. Biaya overhead pabrik (manufacturing overhead)

Biaya overhead pabrik menurut Hariadi (1992:18-19) meliputi: “semua biaya produksi selain biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung. Dengan kata lain biaya overhead pabrik meliputi biaya bahan tidak langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya pabrik tidak langsung lainnya seperti depresiasi gedung pabrik, depresiasi mesin”.

Pengertian biaya overhead pabrik menurut Garrison et al. yang terjemahan Hinduan (2006:52) adalah termasuk: “seluruh biaya yang tidak termasuk dalam bahan langsung dan tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik termasuk bahan tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung, pemeliharaan dan perbaikan peralatan produksi, listrik dan penerangan, pajak properti, depresiasi, dan asuransi fasilitas-fasilitas produksi”.

Blocher, Edward J., Kung H. Chen, Gary Cokins, dan Thomas W. Lin (2008) terjemahan Tim Penerjemah Penerbit Salemba (2008:120) biaya overhead pabrik adalah: “biaya tidak langsung untuk bahan baku, tenaga kerja, dan fasilitas yang digunakan untuk mendukung proses produksi”.

bersambung... =( ABC - Activity Based Costing )=

itulah tadi posting tentang Pengertian Biaya Produksi. terimakasih atas kunjungannya n jangan bosan-bosan ataupun jenuh untuk berkunjung kembali di blog kumpulan ilmu dan Seputar Informasi Terkini, semoga ada guna dan manfaatnya. he he he. wassalam