Makalah Akuntansi Keuangan

Contoh Makalah Akuntansi Keuangan

Selamat berkunjung kembali di blog Kumpulan Ilmu dan Seputar Informasi Terkini. Pada kesempatan kali ini kumpulan ilmu akan berbagi Makalah Akuntansi Keuangan dengan judul Makalah Akuntansi Keuangan Menengah Pendapatan yang disusun oleh beberapa sobat dari Fakultas Ilu Sosial dan Ekonomi UNY. atau mungkin sobat ingin melihat posting sebelumnya "Makalah Akuntansi Manajemen". semoga bermanfaat.

ilustrasi

Latar Belakang
Akuntasi memang sangat dibutuhkan oleh setiap perusahaan karena dengan Akuntansi kita bisa memantau kinerja perusahaan dan kondisi perusahaan yang kita jalani, apakah memperoleh laba atau menderita kerugian.dengan akuntansi kitapun dapat memperoleh informasi yang nantinya berguna untuk pemakainya,baik itu pihak ekstern maupun intern. Dengan adanya informasi ini kita juga bisa membayar pajak kepada pemerintah demi kesejahteraan sosial.

Semua informasi dia tas terkait halnya dengan sebareba banyak pendapatan yang kita peroleh dari kegiatan perusahaan kita, kerana pendapatan adalah sesuatu yang sangat penting dalam setiap perusahaan. Tanpa ada pendapatan mustahil akan didapat penghasilan atau earnings . Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dari aktivitas perusahaan yang biasa dikenal atau disebut penjualan, penghasilan jasa(fees ), bunga, dividen, royalti dan sewa.

Menurut PSAK nomor 23 paragraf 6 adalah sebagai berikut: Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.

Pengertian Pendapatan

Untuk memahami arti dari pendapatan, maka akan diuraikan pengertian dari pendapatan itu sendiri. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (1999:233) dalam buku Standart Akuntansi Keuangan menyebutkan bahwa pendapatan adalah: “Arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama satu periode, bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal”.

Jenis Pendapatan

Jenis-Jenis Pendapatan Bank diantaranya :
Pendapatan Operasional
Pendapatan Non Operasional
Pendapatan Luar Biasa

Penyimpangan dari Dasar Penjualan

Dalam bab ini berfokus pada dua dari empat jenis umum transaksi pendapatan yang telah diuraikan sebelumnya, yaitu, 1) penjualan produk dan 2) pemberian jasa. Keduanya adalah jenis transaksi penjualan, dua jenis transaksi pendapatan lainnya yaitu pendapatan dari mengizinkan pihak lain untuk menggunakan aktiva perusahaan dan pedapatan dari pelepasan aktiva selain produk. Pembahasan mengenai transaksi penjualan produk disusun di seputar topik-topik berikut :
  1. Pengakuan pendapatan saat penjualan (penyerahan)
  2. Pengakuan pendapatan sebelum penyerahan
  3. Pengakuan pendapatan sesudah penyerahan
  4. Pengakuan pendapatan untuk transaski penjualan khusus (waralaba dan konsinyasi)

Beberapa contoh berikut ini diberikan untuk penyimpangan pengakuan pendapatan pada kasus yang menyimpang dari aturan umum (general rule)
  • Penjualan dengan persetujuan pembelian.
  • Pengakuan penjualan dimana terdapat hak retur.
  • Penjualan Cicilan

Pengakuan Pendapatan pada saat penjualan

Jumlah penjualan atau pendapatan selalu merupakan item terbesar pada laporan laba rugi. Pengetahuan tentang aspek-aspek penjualan sangat penting, diantaranya:
  1. Diskon penjualan
  2. Pengembalian (retur)
  3. Akuntansi untuk piutang tak tertagih
  4. Jaminan untuk pelayanan atau penggantian

Menurut FASB, syarat untuk mengakui pendapatan ( direalisasi atau dapat direalisasi dan dihasilkan) terpenuhi pada saat produk atau barang dagang diserahkan atau jasa diberikan kepada pelanggan. Perlu dicatat bahwa SEC merasa yakin bahwa pendapatan direalisasi atau dapat direalisasi dan dihasilkan apabila criteria tersebut terpenuhi:
  1. Ada bukti persuasive dari suatu perjanjian
  2. Penyerahan telah terjadi atau jasa telah diberikan
  3. Harga ppenjual kepada pembeli adalah tetap atau dapat ditentukan
  4. Ketertagihan dapat dipastikan dengan layak

Pendapatan dari aktivitas pabrikasi serta penjualan umumnya diakui pada saat penjualan atau point of sale akan tetapi disini bisa timbul masalah dalam pelaksanaannya, situasi tersebut antara lain:
  • Penjualan dengan Perjanjian Beli Kembali
  • Penjualan dengan Hak Retur

Trade Loading dan Channel Stuffing

Beberapa perusahaan mencatat pendapatna pada tanggal penyerahan tanpa membuat penyisihan untuk pembelian kembali ataupun retur yang tak terbatas. Walaupun perusahaan ini kelihatannya mengikuti pengakuan pada saat penjualan yang berlaku , namun sebenarnay mereka mengakui pendapatn dan laba sebelum waktunya.

Trade loading dan channel stuffing menyimpangkan hasil operasi dan menghias laporan keuangan . Jika digunakan tanpa ketentuan yang tepat untuk retur penjualan, channel stuffing merupakan contoh klasik pembukuan hari ini atas pendapatan yang akan datang.

Daftar Pustaka
Kieso Donald E. (2007). Akuntansi intermediate. Jakarta : Erlangga.

Uraian diatas hanyalah sebatas poin2 dari makalah akuntansi keuangan, untuk file lengkap silakan sobat (download disini) gratis.

itulah tadi posting tentang Makalah Akuntansi Keuangan. terimakasih atas kunjungannya n jangan bosan-bosan ataupun jenuh untuk berkunjung kembali di blog kumpulan ilmu dan Seputar Informasi Terkini, semoga ada guna dan manfaatnya. he he he. wassalam