Pengertian Dasar n Sasaran Kaizen Costing Menurut Para Ahli

Kaizen Costing


Selamat berkunjung kembali di blog Kumpulan Ilmu dan Seputar Informasi Terkini. Pada kesempatan kali ini kumpulan ilmu akan berbagi lanjutan kerangka teoritis dari makalah akuntansi dengan judul PERANAN TARGET COSTING DALAM PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI yang disusun oleh sobat Mathius  Tandiontong dan sobat Natalia Fany Anggraini. untuk lebih lengkapnya silakan sobat melihat posting sebelumnya "Pengertian Tujuan Metode Tahap Target Costing Menurut Para Ahli". semoga bermanfaat.

ilustrasi

Pengertian Kaizen Costing Menurut Para Ahli

Kaizen menurut Blocher et al. Terjemahan Tim Penerjemah Penerbit Salemba (2008:624) adalah: “Continual Improvement (perbaikan berkelanjutan), yaitu usaha secara terus menerus mencari cara baru untuk menurunkan biaya dalam proses produksi produk dengan desain dan fungsionalitas yang ada”.

Kaizen costing menurut Mulyadi (2003:422 - 423) merupakan: “sistem akuntansi biaya yang secara efektif dapat digunakan oleh manajemen di dalam mengelola biaya pada tahap produksi produk”.

Kaizen costing menurut Supriyono (2002:152) adalah: perbaikan secara terus-menerus yang didukung proses pengurangan biaya dalam tahap pemanufakturan produk yang sudah ada.”

Kaizen costing menurut Cooper (2005:239) : Perusahaan yang menerapkan kaizen costing dengan melakukan perubahan secara bertahap dan berkesinambungan, biasa disebut dengan continuous improvement. “Kata improvement di sini menurut Cooper adalah pengembangan terus-menerus untuk menyempurnakan keadaan yang telah ada, tanpa menciptakan sesuatu yang baru.”

Kaizen costing digunakan untuk menjamin terlaksananya improvement berkelanjutan sejak saat produk selesai didesain dan dikembangkan sampai saat produk dihentikan produksinya sebagai discontinued produk.

Berdasarkan paradigma continous improvement, setiap tahun anggran, produsen merencanakan improvement yang akan dilakukan selama tahun anggaran terhadap sistem dan proses pembuatan produk. Rencana improvement tersebut dinyatakan dalam cost reduction target yang akan dicapai dalam tahun anggaran, yang didukung dengan rencana pengurangan dan penghilangan berbagai aktivitas bukan penambah nilai (non-value added activities) dan pemilihan dan pembagian aktivitas penambah nilai (value-added activities). Fokus perhatian produsen diarahkan kepada cost reduction target yang merupakan selisih antara target cost dengan estimated actual costs yang diperkirakan akan terjadi selama tahun anggaran.

Gambaran Target costing dan kaizen costing untuk mendukung strategic cost reduction pada tahap desain dan pengembangan produk dan pada tahap produksi


Hubungan antara perhitungan biaya berdasarkan target dan kaizen adalah harga diasumsikan stabil atau menurun pada perusahaan-perusahaan yang sesuai menggunakan perhitungan biaya berdasarkan target karena persaingan yang ketat dalam hal harga, kualitas, dan fungsionalitas produk. Perusahaan ini merespons tekanan persaingan dengan melakukan desain ulang produk secara periodik, menggunakan perhitungan biaya berdasarkan target untuk secara simultan menurunkan harga produk dan meningkatkan nilai mereka.

Pada waktu antara desain ulang produk, perusahaan manggunakan kaizen untuk mengurangi biaya produk dalam proses produksi dengan cara mempersingkat rantai nilai pemasok dan meningkatkan metode-metode produksi serta program produktivitas. Sehingga perhitungan biaya berdasarkan target dan kaizen adalah metode yang saling melengkapi yang digunakan secara berkelanjutan menurunkan biaya dan meningkatkan nilai.

Dasar Penetapan Penerapan Kaizen Costing


Menurut Supriyono (2002:168), penetapan biaya kaizen digolongkan menjadi 2 jenis:
a. Aktivitas-aktivitas yang diimplementasikan pada kinerja sesungguhnya kaizen jika terjadi perbedaan antara biaya sesungguhnya dan biaya target cukup besar setelah produk baru diproduksi selama tiga bulan.
b. Aktivitas-aktivitas lainnya yang diimplementasikan secara berkesinambungan setiap periode untuk mengurangi perbedaan antara laba target dan laba taksiran dan dengan demikian untuk mencapai biaya yang diperkenankan.”

Sasaran Penerapan Kaizen Costing


Menurut Amin (2002:41), sasaran kaizen costing yaitu: “dengan berusaha secara berkesinambungan menghasilkan produk dengan mutu yang lebih baik dengan harga yang lebih rendah.”

Harapan Penerapan Kaizen Costing


Menurut Supriyono (2002:167), harapan dari penerapan kaizen costing yaitu: “Dengan diterapkannya kaizen costing, maka diharapkan kegiatan produksi dari suatu perusahaan bisa berjalan secara optimal diantaranya seperti meningkatkan mutu produksi, efesiensi tenaga kerja, mengurangi biaya dan memberikan kepuasan pada konsumen.”

itulah tadi artikel tentang seputar wawasan Kaizen Costing. semoga ada guna dan manfaatnya. terimakasih atas kunjungannya n jangan bosan-bosan ataupun jenuh untuk berkunjung kembali di blog kumpulan ilmu dan Seputar Informasi Terkini, he he he. wassalam