.

Pengertian-Definisi Perputaran Piutang Menurut Para Ahli

Pengertian-Definisi Perputaran Piutang Menurut Para Ahli

Selamat berkunjung kembali di blog Kumpulan Ilmu dan Seputar Informasi Terkini. Pada kesempatan kali ini kumpulan ilmu akan berbagi wawasan seputar Pengertian-Definisi Perputaran Piutang dan Cara Mengukur Perputaran Piutang. Untuk lebih lengkapnya sobat bisa membaca posting sebelumnya yang membahas tentang "Pengertian-Definisi Piutang Menurut Para Ahli". semoga bermanfaat.


Berikut ini adalah beberapa pengertian-definisi Perputaran piutang menurut para ahli :

pengertian Perputaran piutang menurut Bambang Riyanto (2001:90) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan perputaran piutang adalah sebagai berikut : “Perputaran piutang merupakan periode terikatnya modal dalam piutang yang tergantung kepada syarat pembayarannya. Makin lunak atau makin lama syarat pembayarannya, berarti makin lama modal terikat pada piutang, yang berarti bahwa tingkat perputarannya selama periode tertentu adalah makin rendah.”

pengertian Perputaran piutang menurut Drs. S. Munawir dalam bukunya “Analisa Laporan Keuangan” adalah perbandingan antara total penjualan kredit dengan piutang rata-rata.

pengertian Perputaran piutang menurut Keown, Scott, Martin dan Petty (2001:406) menyatakan bahwa : “Meskipun beberapa dari penjualan dilakukan dalam bentuk tunai, sebagian besar akan terlibat dalam bentuk kredit. Kapan pun sebuah penjualan dilakukan dengan kredit, ini akan meningkatkan piutang perusahaan. Kepentingan tentang bagaimana sebuah perusahaan mengatur perputaran piutang bergantung pada tingkatan sebesar apapun perusahaan tersebut menjual dalam bentuk kredit.”

pengertian Perputaran piutang menurut Syamsuddin (2001 : 254) adalah sebagai berikut : ”Perputaran piutang merupakan rasio perbandingan antara jumlah penjualan kredit selama periode tertentu dengan piutang rata-rata (piutang awal ditambah piutang akhir dibagi dua)”.

Cara Mengukur Perputaran Piutang

Menurut rumus yang dinyatakan Bambang Riyanto maka tingkat perputaran piutang (receivable turnover) dapat diketahui dengan membagi jumlah penjualan kredit selama periode tertentu dengan jumlah rata-rata piutang (average receivales) pada periode tersebut.


Tingkat perputaran piutang dapat digunakan sebagai gambaran keefektivan pengelolaan piutang, karena semakin tinggi tingkat perputaran piutang suatu perusahaan berarti semakin baik pengelolaan piutangnya. Tingkat perputarannya piutangnya dapat dipertinggi dengan jalan memperketat kebijaksanaan penjualan kredit, misalnya dengan jalan memperpendek jangka waktu pembayaran.

Keefektivan kebijaksanaan penjualan kredit suatu perusahaan tidak cukup hanya dilihat dari tingkat perputaran piutang, tetapi juga perlu dikaitkan dengan hari rata-rata pengumpulan piutang. Namun hari rata-rata pengumpulan piutang ini baru akan berarti jika dibandingkan dengan syarat pembayaran yang telah ditetapkan perusahaan. Apabila hari rata-rata pengumpulan piutang selalu lebih besar daripada batas waktu pembayaran yang telah ditetapkan perusahaan berarti bahwa cara pengumpulan piutang yang dilakukan perusahaan kurang efisien.

Sesuai yang dinyatakan Bambang Riyanto maka hari-hari rata-rata pengumpulan piutang (average period) dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :


Semakin besar hari rata-rata pengumpulan piutang suatu perusahaan semakin besar pula resiko kemungkinan tidak tertagihnya piutang, dan apabila perusahaan tidak membuat cadangan terhadap kemungkinan kerugian yang timbul karena tidak tertagihnya piutang (allowance for bad debt) berarti perusahaan telah memperhitungkan labanya yang terlalu besar.

itulah tadi Artikel tentang pengertian perputaran piutang menurut para ahli. terimakasih atas kunjungannya n jangan bosan-bosan ataupun jenuh untuk berkunjung kembali di blog kumpulan ilmu dan Seputar Informasi Terkini, semoga ada guna dan manfaatnya. he he he. wassalam