Makalah IAD :: Pertumbuhan Dan Perkembangan Manusia Dalam Masyarakat

Contoh Makalah Ilmu Alamiah Dasar :: Pertumbuhan Dan Perkembangan Manusia Dalam Masyarakat

Makalah IAD - Selamat berkunjung kembali di blog Kumpulan Ilmu dan Seputar Informasi Terkini. Melanjutkan posting bertema contoh makalah, pada kesempatan kali ini admin akan berbagi posting tentang Contoh Makalah Ilmu Alamiah Dasar dengan judul "Pertumbuhan Dan Perkembangan Manusia Dalam Masyarakat" yang disusun oleh sobat-sobat dari FISIP-Universitas Sebelas Maret. Atau mungkin sobat juga ingin sekedar melihat posting sebelumnya tentang "Contoh Makalah Ekonomi Islam". semoga bermanfaat.

contoh makalah, makalah iad, ilmu alamiah dasar

MAKALAH ILMU ALAMIAH DASAR
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MANUSIA DALAM MASYARAKAT

DISUSUN  OLEH :
Athif Rasyid S D0311012
Dherry Septian S D0311020
Ezra Pambudi D0307036
Fitri Rahmawati D0311032
Rani Asmasari D0311056
Retno Widiarti D0311058

JURUSAN SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011

KATA  PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.Adapun judul makalah ini adalah " PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MANUSIA DALAM MASYARAKAT ".

Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas uji kompetensi dasar ke 3 dari mata kuliah ilmu alamiah dasar.

Meskipun penyusun telah berusaha untuk menyelesaikan makalah ini semaksimal mungkin, tetapi seperti pada ungkapan " Tak ada gading yang tak retak " kami menyadari bahwa makalah ini masih sangat minim dan masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.


Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Pertumbuhan dan perkembangan manusia dalam lingkungan masyarakat diibaratkan sebagai organisme yang hidup. Ia mengalami masa pendirian, pertumbuhan, perkembangan, dan seterusnya. Pada hakikatnya manusia terbagi menjadi dua yaitu manusia sebagai individu dan manusia sebagai kelompok (masyarakat).

Individu merupakan bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisahkan lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Tetapi pada dasarnya individu juga mengalami suatu proses pertumbuhan dan perkembangan.

Dalam hal ini pertumbuhan individu ditinjau dari sosiologi,mempunyai arti yaitu suatu perubahan  menuju kearah yang lebih maju dan lebih dewasa. Sedangkan perkembangannya didefinisikan sebagai suatu proses kearah yang lebih sempurna, tidak begitu saja dapat diulang serta menunjuk pada perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat diatur kembali.

Sedangkan manusia sebagai kelompok(masyarakat) diartikan sebagai sekumpulan individu  yang hidup bersama dalam jangka waktu yang panjang dapat dicirikan sebagai berikut: adanya interaksi yang berulang-ulang, simbol komunikasi yang disepakati, serta pola-pola dan sistem budaya yang dipakai sebagai acuan.

Masyarakat juga mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan seperti halnya pada individu. terkadang perkembangan dan pertumbuhan itu sama.Tetapi pada dasarnya keduanya berbeda. Meski memiliki hubungan yang saling terkait, keduanya dapat dipisahkan, tetapi tidak dapat berdiri sendiri.

Dalam perkembangan, tidaklah terbatas pada pengertian pertumbuhan yang semakin membesar, melainkan di dalamnya juga terkandung serangkaian perubahan yang berlangsung secara terus-menerus dan bersifat tetap dari fungsi-fungsi jasmaniah dan rohaniah yang dimiliki individu menuju ke tahap kematangan melalui pertumbuhan, pemasakan dan belajar.

Perkembangan itu bergerak secara berangsur-angsur tetapi pasti, melalui suatu bentuk atau tahap kebentuk atau tahap berikutnya, yang makin hari kian bertambah maju, mulai dari masa pembuahan dan berakhir dengan kematian. Dalam perkembangan mengacu pada fisik maupun psikis,bersifat evolusi dan involusi, dan terjadi sepanjang hayat.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pertumbuhan
2.1.1 Pengertian
Pertumbuhan adalah bertambahnya jumlah dan besarnya sel di seluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur. Sedangkan perkembangan adalah bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai melalui tumbuh, kematangan dan belajar. Pertumbuhan juga dapat diartikan bertambah besarnya ukuran sel, mereka membagi dan menyatu dengan protein, bertambahnya ukuran dan berat badan secara keseluruhan atau sebagian( Donna L. Wong, 1999)

2.1.2 Faktor – faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan:
  1. Pendirian Nativistik. Menurut para ahli dari golongan ini berpendapat bahwa pertumbuhan itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
  2. Pendirian Empiristik dan Environmentalistik. Pendirian ini berlawanan dengan pendapat nativistik, mereka menganggap bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedangkan dasar tidak berperan sama sekali.
  3. Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme. Aliran ini berpendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.
2.2  Perkembangan 
2.2.1 Pengertian
Menurut Atan Long (1990) perkembangan  pada manusia ialah perubahan yang bersifat kualitatif. Sifat perubahan ini tidak dapat diukur, tetapi jelas berlaku jika dibandingkan dengan perubahan yang lebih awal.

Paul Eggan dan Don Kauchak berpendapat bahwa perkembangan adalah perubahan yang berurutan dan kekal dalam diri seseorang, hasil daripada pembelajaran, pengalaman dan kematangan.

Sedangkan Salvin (1997) berpendapat perkembangan adalah berkaitan dengan mengapa dan bagaimana individu berkembang dan membesar, menyesuaikan diri kepada persekitaran dan berubah melalui peredaran masa. Beliau juga berpendapat individu akan mengalami perkembangan sepanjang hayat, ia itu perkembangan dari segi fisikal, personality, sosio emosional dan kognitif serta bahasa.

Kemudian menurut Crow dan Crow (1980) perkembangan merupakan perubahan secara kualitatif serta cenderung kearah yang lebih baik dari segi pemikiran, rohani, moral dan sosial.

2.2.1 Jenis – jenis perkembangan
Elizabeth Hurlock  mengemukakan jenis-jenis perubahan selama proses perkembangan dan sifat-sifat khusus dalam perkembangan yaitu sebagai berikut :
1. Jenis-jenis perkembangan (Types of changes in Development)
Perubahan-perubahan yang  terjadi dalam proses perkembangan digolongkan ke dalam 4 jenis; yaitu:
a. Perubahan dalam ukuran (Changes in size)
b. Perubahan dalam perbandingan ( Changes in Proportion)
c. Pengertian wujud ( Disappearance of Old Features)
d. Memperoleh wujud baru ( Acquisition of New Features)

2.2.2 Sifat-sifat Khusus Perkembangan (Characteristics of Development)
Ada beberapa sifat khusus yang dapat kita lihat dalam perkembangan, dan hanya diambil  yang jelas menunjukkan pengaruh yang besar; yaitu:
  • Perkembangan berlangsung menurut suatu pola tertentu.
  • Perkembangan berlangsung dari sifat-sifat umum ke sifat-sifat khusus.
  • Perkembangan adalah tidak terputus-putus.
  • Perbedaan kecepatan perkembangan antara kanak-kanak akan tetap berlangsung.
  • Perkembangan dari berbagai bagian badan berlangsung masing-masing dengan kecepatan sendiri.
  • Sifat-sifat  dalam perkembangan ada sangkut pautnya antara satu dengan lainnya.
  • Perkembangan dapat dikira-kirakan lebih dahulu.
  • Tiap-tiap fase perkembangan mempunyai coraknya masing-masing.
  • Apa yang disebut sikap yang menjadi persoalan kerap kali sikap biasa sesuai dengan umurnya.
  • Tiap-tiap orang yang normal akan mencapai masing-masing fasenya terakhir dalam perkembangan.
2.2.3 Tahap  perkembangan
Aristoteles menggambarkan perkembangan individu, sejak anak – anak  sampai dewasa menjadi 3 tahapan yaitu :
a. Tahap I (0 – 7 tahun) : masa anak kecil atau bermain
b. Tahap II (7 – 14 tahun) : masa anak, masa sekolah rendah
c. Tahap III (14 – 21 tahun) : masa peralihan dari usia anak menjadi dewasa

Kretscmer mengemukakan bahwa dari lahir sampai dewasa individu melewati 4 tahapan :
a.Tahap I (0 – 3 tahun); Fullungs (pengisian) periode I, pada fase ini anak
kelihatan pendek gemuk.
b. Tahap II (3 – 7 tahun); periode I, anak kelihatan langsing (meninggi)
c. Tahap III (7 – 13 tahun); Fullungs periode II, anak kelihatan pendek dan
gemuk kembali
d. Tahap IV (13 – 20 tahun); Streckungs periode II, anak kembali kelihatan
langsing

Elizabeth Hurlock :
a. Tahap I : Fase Prenatal (sebelum lahir)
b. Tahap II : Infancy (orok)
c. Tahap III : Babyhood (bayi)
d. Tahap IV : Childhood (kanak – kanak)
e. Tahap V : Adolesence/puberty; a.) Pre Adolesence  b.) Eary Adolesence  

2.2.4 Teori Pertumbuhan dan Perkembangan

SIGMEUN FREUD (PERKEMBANGAN PSYCHOSEXUAL)
1. Fase Oral (0 – 1 tahun)
Pusat aktivitas yang menyenagka di dalam mulutnya, anak mendapat kepuasaan saat mendapat ASI, kepuasan bertambah dengan aktifitas mengisap jari dan tangannya atau benda-benda    disekitarnya

2. Fase Anal (2 – 3 tahun)
Meliputi retensi dan pengeluaran feces. Pusat kenikmatanya pada anus saat BAB, waktu yang tepat untuk mengajarkan disiplin dan bertanggung jawab.

3. Fase Urogenital atau Faliks (usia 3 – 4 tahun)
Tertarik pada perbedaan antomislaki dan perempuan, ibu menjadi tokoh sentral bila menghadapi persoalan. Kedekatanan klaki – laki pada ibunya menimbulkan gairah sexual dan perasaan cinta yang disebut Oedipus compleks.

4. Fase Latent (4 – 5 tahun sampai masa pubertas )
Masa tenang tetapi anak mengalami perkembangan pesat aspek motorik dan kognitifnya. Disebut juga fase homosexual alamiah karena anak – anak mencari teman sesuai jenis kelaminnya, serta mencari figur (role model) sesuai jenis kelaminnya dari orang    dewasa.

5.  Fase Genitalia
Alat reproduksi sudah mulai matang, hetero seksual dan mulai menjalin hubungan rasa cinta dengan berbeda jenis kelamin.

2.4 Manusia
2.4.1 Penjelasan manusia
Manusia sebagai makhluk individu dalam arti tidak dapat di pisahkan antara jiwa dan raganya, dalam proses perkembangannya perlu keterpaduan antara perkembangan jasmani maupun rohaninya. Sebagai makhluk sosial seorang individu tidak dapat berdiri sendiri, saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya, dan saling mengadakan hubungan sosial di tengah–tengah masyarakat.

Manusia dan masyarakat termasuk didalamnya kebudayaan mengalami perkembangan secara bertahap. Mula-mula berasal dari bentuk yang sederhana kemudian berkembang dalam bentuk yang lebih kompleks menuju tahap akhir yang sempurna.

Menurut Spencer, suatu organisme akan bertambah sempurna apabila bertambah kompleks dan terjadi diferensiasi antar organ-organnya. Kesempurnaan organisme dicirikan oleh kompleksitas, differensiasi dan integrasi. Perkembangan masyarakat pada dasarnya berarti pertambahan diferensiasi dan integrasi, pembagian kerja dan perubahan dari keadaan homogen menjadi heterogen.

Menurut Hebert Spencer, masyarakat adalah organisme, yang berdiri sendiri dan berevolusi sendiri lepas dari kemauan dan tanggung jawab anggotanya, dan di bawah kuasa suatu hukum.Dalam masyarakat terdapat 3 pendekatan yaitu pendekatan organis, pendekatan individualis, dan pendekatan interaktif. Perspektif organis adalah suatu cara berpikir sosiologi klasik yang masih dipengaruhi oleh pengetahuan alam (positifisme) yaitu semua gejala bisa dijelaskan dengan akal atau pengetahuan paling dasar.


BAB III
PEMBAHASAN
2.1 Evolusi pertumbuhan dan perkembangan manusia
Evolusi secara umum adalah serentetan perubahan kecil secara pelan-pelan, kumulatif, terjadi dengan sendirinya, dan memerlukan waktu lama. Sedangkan evolusi dalam masyarakat adalah serentetan perubahan yang terjadi karena usaha-usaha masyarakat tersebut untuk menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, dan kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Perspektif evolusioner adalah perspektif teoretis paling awal dalam sosiologi. Perspektif evolusioner pada umumnya berdasarkan pada karya August Comte (1798-1857) dan Herbert Spencer (1820-1903).

Spencer memandang evolusi sosial sebagai serangkaian tingkatan yang harus dilalui oleh semua masyarakat yang bergerak dari tingkat yang sederhana ke tingkat yang lebih rumit dan dari tingkat homogen ke tingkat heterogen. Semua teori evolusioner menilai bahwa perubahan sosial memiliki arah tetap yang dilalui oleh semua masyarakat. Perubahan sosial ditentukan dari dalam (endogen). Evolusi terjadi pada tingkat organis, anorganis, dan superorganis.

Evolusi pada sosiologi mempunyai arti optimis yaitu tumbuh menuju keadaan yang sempurna, kemajuan, perbaikan, kemudahan untuk perbaikan hidupnya. Pandangan-pandangan sosiologi Spencer sangat dipengaruhi oleh pesatnya kemajuan ilmu biologi, terutama beberapa ahli biologi berikut ini dan pandangannya:
  1. Pelajaran tentang sifat keturunan (descension) Lamarck (1909).
  2. Teori seleksi dari Darwin (1859).
  3. Teori tentang penemuan sel.
Sedangkan teori tentang evolusi dapat dikategorikan ke dalam 3 kategori yaitu:
  1. Unilinear theories of evolution.
  2. Universal theory of evolution..    
  3. Multilined theories of evolution
Ada dua macam evolusi yaitu: mikroevolusi dan makroevolusi. Perubahan di dalam populasi, yang hanya berupa perubahan frekuensi , disebut mikroevolusi. Perubahan yang lebih besar, misalnya yang menyebabkan terbentuknya spesies baru, disebut makroevolusi. Sebagian evolusionis berpendapat bahwa makroevolusi hanyalah kumpulan mikroevolusi. Sebagian lagi berpendapat bahwa mekanisme makroevolusi berbeda dari perubahan mikroevolusi.

Dalam hal ini Comte membedakan tiga tahap evolusi dalam caranya manusia berpikir, demikian pula dengan Spencer yang membedakan empat tahap dalam proses penggabungan materi. Antara lain :

1. Tahap Penggandaan atau Pertambahan
Maksudnya adalah baik tiap-tiap makhluk individual maupun tiap-tiap orde sosialdalam keseluruhannya selalu bertumbuh atau bertambah. Contohnya, anak yang berbadan kecil menjadi besar, kelompok kecil menjadi organisasi besar, desa menjadi kota, suku bangsa menjadi bangsa, dan seterusnya.

2. Tahap Kompleksifikasi
Merupakan salah satu akibat proses pertambahan adalah makin rumitnya struktur organisme yang bersangkutan. Contohnya, kita dapat membandingkan struktur protoplasma yang masih sangat sederhana dengan struktur otak manusia yang paling rumit, contoh lainnya adalah badan-badan sosial juga memperlihatkan keadaan yang sama dimana memiliki struktur keorganisasian mereka yang makin lama makin komplek(misal, susah bagi orang biasa mengenal struktur negara modern).

3. Tahap Pembagian atau Diferensiasi
Maksudnya adalah baik evolusi badan maupun evolusi sosial menonjolkan pembagian tugas atau fungsi yang semakin berbeda-beda. Contohnya, perbedaan antara kesatuan-kesatuan semakin lama semakin mencolok., sel-sel yang membentuk kulit bersifat keras, sedangkan sel-sel yang membentuk organ-organ di dalam tubuh bersifat halus. Ini juga terjadi dalam masyarakat misalnya saja dalam pembagian kerja menghasilkan pelapisan social atau stratifikasi. Masyarakat menjadi terbagi ke dalam kelas-kelas social.

4. Tahap Pengintegrasian
Mengingat bahwa proses diferensiasi dapat mengakibatkan bahaya perpecahan, maka kecenderungan negative ini perlu dibendung dan diimbangi oleh proses yang mempersatukan. Pengintegrasian ini juga merupakan tahap dalam proses evolusi, yang bersifat alami dan spontan otomatis.

Selain konsep-konsep dari Comte dan Spencer, Darwin dan konsep-konsepnya juga berpengaruh atas Darwinisme Sosial, antara lain :
  1. Ia membuktikan bahwa pada permulaan bumi segala makhluk organis tidak dengan serentak dijadikan menurut jenis mereka masing-masing. Terjadinya macam-macam jenis yang tak terbilang banyaknya telah berlangsung dalam peredaran waktu yang ratusan juta tahun lamanya ini adalah dari hasil proses-proses adaptasi, perubahan, dan evolusi.
  2. Perubahan dan evolusi ini tidak terjadi dengan mengarah kepada suatu tujuan yang telah dirancangkan dan ditetapkan sejak permulaan. Kondisi-kondisi lingkungan dan faktor-faktor kebetulan material telah menetukan arah evolusidan hasil yang dicapainya.
  3. Ada empat cara atau konsep yang dipakai untuk menggambarkan proses evolusi, antara lain :
  • Struggle for life
  • The survival of the fittest
  • Natural selection
  • Progress

2.1.1 Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia
Manusia pada dasarnya pasti mengalami pertumbuhan dan perkembangan.Pertumbuhan dan perkembangan merupakan sesuatu yang berkaitan erat. Pertumbuhan merupakan proses perubahan fisik atau tubuh pada manusia yang bersifat evolusi dan hanya pada batas waktu tertentu. Pertumbuhan sebagai hasil proses pematangan fungsi-fumgsi fisik. Contoh dari pertumbuhan misalnya perubahan tinggi badan, berubahnya berat badan,semakin sempurnanya syaraf, dan organ-organ pada manusia.

Perubahan merupakan dimensi perubahan dalam sifat-sifat jasmaniah dari kekuatan dan kapasitas otot pada tubuh.Pertumbuhan merupakan proses yang berkesinambungan mulai dari keadaan sederhana sampai pada keadaan yang kompleks.

Disamping manusia mengalami pertumbuhan, manusia juga mengalami proses perkembangan. Perkembangan merupakan tahapan-tahapan perubahan yang mengacu baik fisik maupun psikis pada manusia menuju arah yang lebih maju dan sempurna.Perkembangan ini terjadi dalam kehidupan manusia karena hasil dari proses pematangan fungsi psikis dan fisik dan kemudian juga dapat di dukung pula oleh faktor lingkungan.

Proses perkembangan biasnya dapat berupa bertambahnya berat badan, bertambahnya tinggi badan, dan proporsi organ-organ tubuh lainnya, kemudian misalnya seperti dari bisa berbaring, lalu mampu tengkurap, duduk, merangkak, berdiri, berjalan, berbicara dan seterusnya. Perkembangan dapat bersifat evolusi maupun inevolusi artinya bahwa perkembangan yang terjadi pada manusia tidak hanya mengalami kemajuan akan tetapi juga dapat mengalami kemunduran. Perkembangan terjadi karena kematangan pola-pola dasar tingkah laku dan bukan merupakan hasil dari proses belajar.

3. Ada beberapa perkembangan pada manusia seperti :
1. Perkembangan fisik
Perkembangan fisik pada manusia dapat mencakup pertumbuhan biologis.Misalnya pertumbuhan otot,otak.tulang,serta penuaan dengan berkurangnya ketajaman pandangan mata dan berkurangmya kekuatan-kekuatan otot.

2. Perkembangan Kognitif
Perkambangan kognitif pada manusia mencakup perubahan-perubahan dalam berfikir, kemampuan berbahasa yang terjadi melalui proses belajar.

3. Perkembangan Psikososial
Perkembangan psikososial berkaitan dengan perubahan-perubahan emosi dan identitas pribadi individu yaitu bagaimana seseorang berhubungan dengan keluarga, teman-teman, dan gurunya.

Pertumbuhan dan perkembangan walaupun hampir sama tetapi ada perbedaannya yaitu perkembangan akan berlanjut terus hingga manusia mengakhiri hayatnya sedangkan pertumbuhan hanya terjadi sampai manusia mencapai kematangan fisik artinya bahwa individu tidak akan bertambah tinggi atau besar jika batas pertumbuhan tubuhnya telah mencapai tingkat kematangan.

3.1.2  Fase-Fase dan Tugas Perkembangan
Perkembangan pada manusia pada dasarnya melalui fase-fase atau tahap demi tahap namun perkembangan ini tidak selamanya teratur, dapat maju maupun mundur akan tetapi pada dasarnya perkembangan tidak terjadi secara meloncat-loncat. Dalam perkembangan seseorang harus menguasai dulu perkembangan sebelum menginjak tahap ke berikutnya karena setiap keberhasilan tahap dan tugas perkembangan dibangun atas dasar penyelesaian tahap perkembangan sebelumnya kemudian diikuti oleh tahap perkembangan yang lain.

Fase merupakan tahapan-tahapan perkembangan yang di alami oleh manusia. Sedangkan tugas yaitu suatu peran yang harus di jalani seseorang dalam setiap fasenya. Fase pada manusia berlangsung seiring dengan kegiatan belajar. Namun kegiatan belajar ini bukan merupakan kegiatan belajar yang ilmiah. Hal-hal yang dapat menimbulkan tugas-tugas perkembangan diantaranya adaanya kematangan fisik tertentu pada fase perkembangan tertentu, adanya dorongan cita-cita psikologis manusia yang sedang berkembang itu sendiri, dan adanya tuntutan kultural masyarakat.

Fase dan tugas perkembangan pada manusia di antaranya :
1. Prenatal (Pralahir)
Masa ini merupakan periode masa pertumbuhan yang luar dari satu sel tunggal hingga menjadi organisme yang sempurna dengan kemampuan otak dan perilaku yang dihasilkan kira-kira 9 bulan di dalam kandungan.

2. Masa Bayi (infacy)
Masa ini merupakan periode perkembangan yang merentang dari kelahiran 18 atau 24 bulan.Pada fase ini dimana bayi dalam masa menghayati obyek di luar sendiri dan mulai melatih fumgsi motoriknya seperti gerakan-gerakan yang yang berhubungan dengan anggota badan. Masa bayi adalah masa ketergantungan, ketidakberdayaan, dan masa yang sangat bergantung pada orang dewasa terutama orang tunya karena pada masa ini,bayi belum bisa apa-apa. Perhatian dan kasih sayang orang tua pada masa ini sangat di perlukan bagi perkembangan bayi. Pada fase ini banyak kegiatan psikologis yang terjadi hanya sebagai permulaan seperti bahasa, pemikiran simbolis, koordinasi sensorimotor, dan belajar sosial.Pada masa ini bayi mempunyai tugas melukakan perkembangan seperti berbaring, tengkurap, duduk, berdiri, berjalan dan seterusnya.

3. Masa Awal Anak-anak (early chidhood)
Pada masa ini periode pekembangan yang merentang dari masa bayi hingga usia lima atau enam tahun, periode ini biasanya disebut dengan periode prasekolah. Selama masa ini, anak anak kecil belajar semakin mandiri dan menjaga diri mereka sendiri, mengembangkan keterampilan kesiapan bersekolah (mengikuti perintah, mengidentifikasi huruf), dan meluangkan waktu berjam jam untuk bermain dengan teman teman sebaya.Dalam masa ini tugas perkembangannya seperti mempelajari ketrampilan fisik yang di perlukan dalam permainan tertentu, belajar bergaul secara rukun dengan teman sebaya dan sebagainya.

4. Masa Pertengahan dan Akhir Anak-anak (middle and late childhood)
Pada fase ini periode perkembangan yang merentang dari usia kira kira enam hingga sebelas tahun, yang kira kira setara dengan tahun tahun sekolah dasar, periode ini biasanya disebut dengan tahun tahun sekolah dasar. Anak juga sudah mengenal lingkungan di sekitarnya dan saling berinteraksi dengan teman-temannya.Dalam tahap ini anak mulai tidak bergantung pada orang tuanya dan biasanya anak juga mulai menguasai diri,lingkungan,dan ketrampilan dasar untuk hidup.

5. Masa Praremaja
Pada masa praremaja merupakan masa yang pendek dan kurang lebih hanya satu tahun yaitu untuk perempuan antara umur 11/12 tahun sampai 12/13 tahun sedangkan untuk laki-laki antara 12/13 tahun sampai 13/14 tahun. Fase ini mempunyai banyak pengaruh dalam perkembangan seseorang karena masa ini cenderung banyak pengaruh negatifnya. Misalnya perkembangan fungsi-fungsi tubuh terutama faktor seks.  Pada masa ini seseorang mempunyai tugas perkembangan seperti memperoleh hubungan-hubungan baru dan lebih matang dengan yang sebaya dari kedua jenis kelamin, memperoleh peranan sosial,menerima fisik diri dan menggunakan badan secara efektif.

6. Masa Remaja (adolescence)
Pada masa remaja terdapat masa remaja awal dan masa remaja lanjut. Pada masa remaja awal biasanya terjadi pada umur 13/14 tahun sampai 17 tahun .Dalam fase ini perubahan-perubahan fisik terjsdi sangat pesatdan mencapai puncaknya.  Pada masa ini seseorang juga lebih dapat mengendalikan emosinya. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara.. Pada masa ini mempunyai tugas perkembangan seperti mengembangkan kemapuan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan sebagai warga negara yang baik, memupuk dan memperoleh perilaku yang dapat dipertanggung jawabkan secara sosial, serta memperoleh seperangkat nilai dan sistem etika sebagai pedoman berperilaku.

7. Masa Awal Dewasa (early adulthood)
Pada masa awal dewasa ini merupakan periode perkembangan yang bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia dua puluhan tahun dan yang berakhir pada usia tigapuluhan tahun. Masa ini adalah masa pembentukan kemandirian pribadi dan ekonomi, masa perkembangan karir, dan bagi banyak orang, masa pemilihan pasangan, belajar hidup dengan seseorang secara akrab, memulai keluarga, dan mengasuh anak anak. Pada masa ini seseorang mempunyai tugas perkembangan seperi memilih pasangan hidup belajar hidup dengan suami dan istri, memulai kehiduoan berkeluarga, membimbing dan merawat anak, mengolah rumah tangga, menerima tanggung jawab sebagai warga negara, serta menemukan kelompok social yang cocok dan menarik.

8. Masa Pertengahan Dewasa (middle adulthood)
Pada masa pertengahan dewasa ini merupakan periode perkembangan yang bermula pada usia kira kira 35 hingga 45 tahun dan merentang hingga usia enampuluhan tahun. Masa ini adalah masa serseorang untuk memperluas keterlibatan dan tanggung jawab pribadi dan sosial seperti membantu generasi berikutnya menjadi individu yang berkompeten, dewasa dan mencapai serta mempertahankan kepuasan dalam berkarir.

9. Masa Akhir Dewasa (late adulthood)
Pada masa akhir dewasa merupakan periode perkembangan yang bermula pada usia enampuluhan atau tujuh puluh tahun dan berakhir pada kematian.Pada masa ini adalah masa penyesuaian diri atas berkurangnya kekuatan dan kesehatan, menatap kembali kehidupannya, pensiun, dan penyesuaian diri dengan peran peran sosial baru serta masa transisi yaitu masa menyesuaikan kembali sebagai warga negara.

3.1.3 Prinsip dan Asas perkembangan
Dalam perkembangan manusia mempunyai prinsip-prinsip dimana prinsip-prinsip ini merupakan cirri mutlak perkembangan dan pertumbuhan yang di alami oleh seseorang dan prinsip ini menjadi patokan mengenai sebab dan akibat terjadinya peristiwa perkembangan dalam dirimanusia.Berikut ini prinsip-prinsip perkembangan di antaranya:
  • Perkembangan tidak terbatas dalam arti tumbuh menjadi besar namun merupakan rangkaian yang bersifat progesif, teratur, koheren dan berkesinambungan. Artinya bahwa dalam tahap perkembangan selalu ada keterkaitan dan tidak dapat saling terlepas..
  • Perkembangan di mulai dari respon-respon yang sifatnya umum menuju yang khusus.
  • Perkembangan terjadi secara berantai.Artinya bahwa perkembangan pada manusia terjadi secara teratur misalnya perkembangan pada bayi mulai dari memiringkan badan, tengkurap, menganakat kepala, duduk, merangkak, berjalan, berbicara dan seterusnya.
  • Setiap individu mempunyai tempo kecepatan perkembangan yang berbeda-beda.Karena perkembangan baik fungsi jasmani maupun rohani pada anak ada yang berkembang secara cepat dan ada juga yang berjalan secara lambat tergantung pada kematangan dan pengalaman pada diri anak tersebut.
  • Perkembangan pada manusia tidak tetap kadang menurun dan kadang ada juga yang naik.
  • Perkembangan pada setiap individu seperti juga organisme lainnya memiliki dorongan dan hasrat mempertahankan diri dari hal-hal yang negatif.Dalam dorongan mempertahankan diri terdapat dorongan fisis maupun psikis dan selain mempertahankan diri itu ada pula dorongan dorongan untuk mengembangkan diri untuk mendapatkan kemajuan baru.
  • Perkembangan pada individu tidak hanya dipengaruhi oleh factor pembawaan sejak lahir tetapi dapat juga dipengaruhi oeh faktor lingkungan.
Asas-asas dalam perkembangan pada individu di antaranya:

1. Asas Biologis
Individu adalah makhluk hidup (makhluk biologis) dimana salah satu cirri makhluk hidup adalah berkembang, maka sesuai dengan cirri makhluk hidup, individu akan mengalami perkembangan.

2. Asas Ketidakberdayaan
Indiividu adalah makhluk yang tidak berdaya, tetap isetelah dia mengalami perkembangan dia lama kelaman akan lebih berdaya.

3. Asas Keamanan
Individu memerlukan rasa aman, karena itu dalam perkembangannya setiap individu sangat perlu kenyamanan dan adanya perlindungan dari orang yang mendidik.

4. Asas Eksplorasi
Dalam proses perkembangan individu semata-mata tidak hanya menerima pengaruh dari luar , akan tetapi individu tersebut juga harus turut aktif mencari dan menemukan.

3.1.4 Aliran Psikologi dalam perkembangan
Ada beberapa aliran spikologi dalam perkembangan seseorang yaitu diantaranya aliran nativisme (pembawaan), empirisme (lingkungan), konverengensi (persesuaian) ,asosiasi, gestalt, behaviorisme, kognitif, konstruktivisme, dan humanism.Aliran-aliran ini merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam perkembangan seseorang.

1.Aliran nativisme (Pembawaan)
Pada aliran nativisme di kemukakan bahwa manusia yang baru dilahirkan telah memiliki bakat dan pembawaan,baik karena berasal dari keturunan orang tuanya maupun karena di takdirkan seperti itu. Jadi faktor ini sangat berpengaruh dalam perkembangan anak.Ibarat buah kelapa jatuh tak jauh dari pohonnya artinya bahwa apabila pembawaannya baik,maka akan baik pula anak itu akan tetapi apabila pembawaan dari orang tuanya buruk maka akan buruk pula anak tersebut.

2. Aliran Empirisme (Lingkungan)
Aliran empirisme merupakan aliran yang mengemukakan bahwa factor lingkungan yang mempengaruhi perkembangan seseorang sedangakan faktor bakat tidak ada pengaruhnya. Pengalaman dan lingkungan hidup sangat berperan penting dalam perkembangan individu karena semua ini dapat mempengaruhinya.

3.Aliran Konvergensi (Persesuaian)
Aliran kovergensi merupakan aliran yang mengemukakan bahwa dalam perkembangan factor hereditas (pembawaan) dan limgkungan sama-sama penting. Antara factor hereditas dan lingkungan saling mempengaruhi perkembangan anak. Faktor pembawaan dan lingkungan menjadi sumber timbulnya setiap perkembangan tingkah laku dan kedua factor ini tidak berfungsi secara terpisah melainkan saling berhubungan.

4.Aliran Konstruktivisme
Pada aliran ini merupakan suatu aliran yang menekankan bahwa pengetahuan yang di peroleh merupakan bentukan atau konstruksi dari diri sendiri. Artinya bahwa pengetahuan tersebut bukan dari hasil seseorang meniru dari realitas dan bukan juga gambaran dari dunia kenyataan yang ada.

3.2 Perkembangan Masyarakat
Masyarakat sendiri berarti suatu istilah yang digunakan untuk menerangkan komuniti manusia yang tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan perhubungan antara berbagai individu. Dari segi pelaksanaan, ia bermaksud sesuatu yang dibuat – atau tidak dibuat – oleh kumpulan orang itu. Masyarakat merupakan subjek utama dalam pengkajian sains sosial.

Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat dapat digolongkan menjadi :
  1. Masyarakat Sederhana. Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yagn buas saat itu.
  2. Masyarakat Maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
Kemudian dalam perkembangannya masyarakat dapat pula digolongkan menjadi masyarakat non industri dan masyarakat industri.

1. Masyarakat non Industri terbagi menjadi dua kelompok :
a. Kelompok Primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Biasa disebut juga dengan kelompok “face to face group”, sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat,    lebih,akrab.

b. Kelompok Sekunder
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh sebab itu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok diluar atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif.

2. Masyarakat Industri
Masyarakat yang pembagian kerjanya bertambah kompleks, suatu tanda  bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari bagian masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.


BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Pertumbuhan dan perkembangan memiliki arti yang sangat penting bagi makhluk hidup.Misalnya pada manusia, dengan tumbuh dan berkembang dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan melestarikan keturunannya. Sewaktu masih bayi, balita, dan anak kecil, manusia memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah sehingga  mudah terserang penyakit. Tetapi, setelah tumbuh dan berkembang menjadi dewasa, daya tahan tubuhnya semakin kuat sehingga kelangsungan hidupnya lebih terjamin.

Pertumbuhan dan perkembangan membawa manusia kepada kedewasaan. Setelah dewasa, manusia dapat menghasilkan keturunan sehingga populasi manusia akan tetap terjaga kelestariannya.

4.2 Saran
Pertumbuhan dan perkembang memiliki arti yang berbeda walaupun satu sama lain saling terkait. Pertumbuhan dan perkembangan manusia sangat lah berpengarih terhadap pembentukan  kepribadian seseorang untuk bisa menjalani kehidupan dalam masyarakat. Dalam pertumbuhan dan perkembangan lingkungan memiliki  peran  yang penting agar dapat menentukan arah manusia menjadi pribadi yang baik dan berkualitas.

untuk versi original dari Makalah Ilmu Alamiah Dasar diatas (lengkap dengan daftar pustaka), silakan sobat download, filetype:doc (klik disini)

Itulah tadi artikel tentang Contoh Makalah IAD. terima kasih atas kunjungannya n jangan bosan-bosan ataupun jenuh untuk berkunjung kembali di blog kumpulan ilmu dan Seputar Informasi Terkini, semoga ada guna dan manfaatnya. wassalam.