.

Pos/Kelompok dan Kebijakan Dalam Aktiva Lancar Menurut Para Ahli

Kebijakan Investasi Alternatif dan Kelompok / Pos-pos Dalam Aktiva Lancar Menurut Para Ahli

Kebijakan dan Pos dalam Aktiva Lancar - Selamat berkunjung kembali di blog Kumpulan Ilmu dan Seputar Informasi Terkini. Melanjutkan posting bertema Akuntansi Pada kesempatan kali ini admin akan berbagi posting tentang Pos-pos dalam Aktiva Lancar Menurut Para Ahli. Atau mungkin sobat juga ingin sekedar melihat posting sebelumnya tentang "Pengertian-Definisi Aktiva Lancar Menurut Para Ahli". semoga bermanfaat.


Pos-Pos Dalam Aktiva Lancar

Aktiva lancar terbentuk dari pos-pos kekayaan perusahaan yang secara fisik bentuknya berubah dalam suatu kegiatan proses produksi yang habis dalam satu kali pemakaian dan dapat dicairkan dalam bentuk uang tunai kembali dalam jangka pendek kurang dari satu tahun.

Soemarso S.R dalam bukunya yang berjudul "Akuntansi Suatu Pengantar" mengemukakan : "Aktiva lancar biasanya meliputi kas, surat berharga yang mudah diperjualbelikan, piutang dagang, persediaan dan beban dibayar dimuka." (2005:385)

Menurut Abdulah Shahab dalam bukunya "Accounting principles" (2001:52) yang termasuk ke dalam kelompok aktiva lancar adalah:
  1. Kas
  2. Surat berharga
  3. Wesel tagih
  4. Piutang dagang
  5. Persediaan barang
  6. Beban dibayar dimuka.
Warren Reeve Fess yang diterjemahkan oleh Aria Farahmita, dkk dalam bukunya yang berjudul "Accounting Pengantar Akuntansi" mengemukakan bahwa : "Selain kas yang termasuk dalam aktiva lancar antara lain wesel tagih, piutang usaha, perlengkapan, dan beban di bayar dimuka." (2005:180)

Menurut S. Munawir dalam bukunya "Analisis Laporan Keuangan" (2004;14) yang termasuk ke dalam kelompok aktiva lancar adalah sebagai berikut:
  1. Kas
  2. Investasi
  3. Piutang wesel
  4. piutang dagang
  5. persediaan
  6. piutang penghasilan
  7. persekot.
Ciaran Walsh dalam bukunya yang berjudul "Key Management Ratios" (2003:16) yang diterjemahkan oleh Shalahuddin Haikal  mengemukakan bahwa: "Berbagai pos yang berada dalam Aktiva lancar dapat dikelompokan menjadi empat kategori :
  1. Persediaan (stok)
  2. Piutang usaha (debitor dagang)
  3. Kas
  4. Aktiva lancar lainnya
Dari beberapa pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa pos-pos yang terdapat dalam aktiva lancar meliputi kas, sekuritas yang mudah didipasarkan, piutang, persediaan, wesel tagih, beban dibayar dimuka, dan aktiva lancar lainya.

Pos-pos yang terdapat dalam aktiva lancar diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :
  • Kas. Kas adalah unsur modal kerja yang paling likuid atau paling tinggi tingkat likuiditasnya yang diperlukan untuk operasi sehari-hari atau untuk pembelian aktiva tetap yang setiap saat dapat digunakan.
  • Piutang. Piutang yang berasal dari penjualan barang dan jasa yang merupakan kegiatan usaha normal perusahaan disebut piutang dagang atau piutang usaha (trade receivables).  
  • Persediaan. Persediaan adalah akun persediaan barang dagang pada awal periode akuntansi mengindikasikan jumlah stok pada tanggal tersebut.
  • Wesel tagih (notes receivable). Wesel tagih (notes receivable)adalah hutang dari para pelanggan yang didukung dengan janji tertulis untuk membayar jumlah tersebut dan mungkin disertai dengan bunga pada tanggal yang telah dijanjikan.       
  • Sekuritas. Surat berharga yang segera dapat dijual setelah ada pemberitahuan
  • Persekot atau pembayaran yang diterima dimuka, adalah pengeluaran untuk memperoleh jasa dari pihak lain, tetapi pengeluaran itu belum menjadi biaya atau jasa pihak lain itu belum dinikmati oleh perusahaan pada periode ini melainkan pada periode berikutnya.

Kebijakan Investasi Alternatif Dalam Aktiva Lancar

Bentuk mempertahankan jumlah aktiva lancar yang dimiliki suatu perusahaan perlu adanya kebijakan dalam melakukan investasi dalam bentuk aktiva lancer.

Eugene F. Brigham dan Joel F. Houston dalam bukunya yang berjudul "Fundamentals Of Financial Management" dan diterjemahkan oleh Dodo Suharto dan Herman Wibowo dengan judul bukunya "Manajemen Keuangan" mengemukakan: “Terdapat tiga alternatif kebijakan sehubungan dengan jumlah aktiva lancar yang dimiliki, yaitu :
  1. Kebijakan Investasi Aktiva Lancar yang Longgar (relaxed current assets invesment assets policy).
  2. Kebijakan Investasi Aktiva Lancar yang Ketat (restricted current assets invesment policy).
  3. Kebijakan Investasi Aktiva Lancar yang Moderat (moderate current assets invesment policy).”(2001;151)

Dari pernyataan di atas dapat dijelaskan terdapat tiga alternatif kebijakan sehubungan dengan jumlah aktiva lancar yang dimiliki, yaitu :
  1. Kebijakan Investasi Aktiva Lancar yang Longgar (relaxed current assets invesment assets policy). Suatu kebijakan di mana kas, sekuritas dan persediaan dimiliki dalam jumlah yang relatif besar serta penjualan dilakukan dengan kebijakan penjualan kredit yang longgar sehingga mengakibatkan tingkat piutang usaha yang tinggi.
  2. Kebijakan Investasi Aktiva Lancar yang Ketat (restricted current assets invesment policy). Suatu kebijakan yang berupaya meminimumkan jumlah kas, sekuritas, persediaan, dan piutang usaha perusahaan.
  3. Kebijakan Investasi Aktiva Lancar yang Moderat (moderate current assets invesment policy). Suatu kebijakan di antara kebijakan yang longgar dan yang ketat.
Itulah tadi artikel tentang Kebijakan Investasi Alternatif Aktiva Lancar Menurut Para Ahli. terimakasih atas kunjungannya n jangan bosan-bosan ataupun jenuh untuk berkunjung kembali di blog kumpulan ilmu dan Seputar Informasi Terkini, semoga ada guna dan manfaatnya. he he he. wassalam.