.

Faktor yang Mempengaruhi Minat, Motivasi dan Kemampuan Membaca

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat, Motivasi dan Kemampuan Membaca Menurut Para Ahli

Selamat berkunjung kembali di blog Kumpulan Ilmu dan Seputar Informasi Terkini. Melanjutkan publikasi bertema seputar Membaca, pada kesempatan yang berbahagia ini kami akan berbagi posting singkat tentang Faktor yang Mempengaruhi Minat, Motivasi dan Kemampuan Membaca. Atau mungkin sobat ingin sekedar menengok posting sebelumnya, tentang "Manfaat Membaca Menurut Para Ahli".

Faktor yang Mempengaruhi Minat Membaca, Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Membaca, Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Membaca

Berikut ini adalah rangkuman mengenai beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan, minat, dan motivasi seseorang dalam membaca yang kami kumpulkan dari berbagai sumber :

Usep Kuswari (2012) menyebutkan: Faktor-faktor afektif, kognitif dan linguistik saling berinteraksi dalam membentuk dan mempengaruhi kemampuan membaca seseorang. Dalam sebuah penelitian. Athey (1985) telah mengungkapkan beberapa faktor afektif yang mempengaruhi kemampuan membaca: konsep diri, otonomi, penguasaan lingkungan, persepsi tentang realitas dan kecemasan. Dalam konteks kognisi, aspek-aspek memori sangat penting dalam perkembangan kemampuan membaca. Memori ini terdiri atas memori jangka pendek dan memori jangka panjang.

Faktor penting lain yang berkaitan dengan fungsi kognitif adalah metakognisi. Metakognisi ini adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pengetahuan seseorang tentang ciri-ciri proses berpikirnya dan pengaturan pemikirannya. Jika seseorang memiliki kesadaran metakognitif, maka membaca akan menjadi proses berpikir yang aktif dan pemahaman pun akan mudah dicapai. Istilah lain yang digunakan untuk menjelaskan fungsi kognitif ini adalah skemata (kata jamak untuk 'skema'). Menurut Rumelhart (1980), 'skemata adalah fungsi di dalam otak yang menafsirkan, mengatur dan menarik kembali informasi; dengan kata lain, skemata adalah kerangka mental'. Skemata ini sangat penting untuk proses belajar membaca karena skemata menyimpan data masa lalu (pengetahuan dan pengalaman) di dalam memori, yang sewaktu-waktu dapat ditarik kembali jika diperlukan.

Faktor ketiga yang juga sangat penting adalah kemampuan berbahasa. Karena membaca bergantung pada bahasa, maka kemampuan berbahasa seseorang akan mempengaruhi kemampuan membacanya. Namun demikian, membaca berbeda dengan menyimak atau berbicara (DeStefano, 1981). Membaca lebih menuntut si pembaca karena ia harus bergantung pada bahan bacaan saja atau pada kata-kata tertulis saja, dan bahasa tertulis seringkali lebih kompleks daripada bahasa lisan. Di samping, membaca menuntut seorang pembaca untuk menguasai kaidah-kaidah fonologis, semantik dan semantik

Menurut Bromley (Nurbiana, 2006:5.20) minat baca serta kemampuan membaca seseorang juga dipengaruhi oleh bahan bacaan. Bahan bacaan yang terlalu sulit bagi anakakan mematikan selera untuk membaca. Sehubungan dengan bahan bacaan ini perlu diperhatikan yaitu topik atau isi bacaan dan keterbacaan bahan. Anak harus dikenalkan dengan berbagai macam topik bacaan atau isi bacaan, sehingga dapat menambah wawasan anak, namun topik yang dipilih harus menarik bagi anak baik dari segi isi maupun dari segi penyajiannya.

Tampubolon (1990:90-91) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca terbagi atas dua bagian, yaitu faktor endogen dan faktor eksogen. Faktor endogen adalah faktor-faktor perkembangan baik bersifat biologis, psikologis, dan linguistik yang timbul dalam diri anak. Sedangkan faktor eksogen adalah faktor lingkungan. Tampubolon (1990: 241) mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi membaca yaitu kompetensi kebahasaan. Kompetensi kebahasaan yang dimaksud adalah penguasaan bahasa secara keseluruhan, terutama tata bahasa dan penguasaan kosakata, termasuk berbagai arti, nuansa serta ejaan dan tanda-tanda baca, dan pengelompokan kata. Afiksasi dalam bahasa Indonesia memegang peranan yang sangat penting, oleh karena itu bagian tata bahasa dan penguasaan kosakata perlu dikuasai dengan benar.

Anderson (Nurbiana,2006:3.18) mengemukakan faktor motivasi, lingkungan keluarga, bahan bacaan dan guru sebagai faktor yang berpengaruh pada kemampuan seseorang dalam membaca.

Harjasujana (1992) mengidentifikasi lima faktor sebagai pengaruh kemampuan membaca, yakni:
  1. latar belakang pengalaman
  2. kemampuan berbahasa
  3. kemampuan berpikir
  4. tujuan membaca
  5. berbagai afeksi seperti motivasi, sikap, minat, keyakinan, dan perasaan.
Menurut Crawley dan Mountain (Rita, 2009:114) faktor motivasi akan menjadi pendorong semangat anak untuk membaca. Motivasi merupakan faktor yang cukup besar pengaruhnya terhadap kemampuan membaca dalam situasi membaca dapat dibedakan berdasarkan sumbernya.Dalam hal ini motivasi intrinsik yaitu bersumber pada pembaca itu sendiri dan motivasi ektrinsik yang sumbernya terletak diluar pembaca itu.motivasi adalah suatu ketertarikan untuk membaca, hal ini penting karena jika ada motivasi akan menghasilkan anak yang memiliki kemampuan belajar yang lebih baik.

Dallman, dkk (1974) mengemukakan adanya tujuh faktor yang merupakan elemen utama dalam membaca yaitu:
  1. Physical health
  2. Mental health
  3. Intelegence
  4. Background of experience
  5. Maturity
  6. Purpose and interest
  7. Reading skills.
Faktor-faktor yang mempengaruhi membaca menurut Nurhadi adalah:
  1. Faktor Internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri manusia itu sendiri. Faktor ini terdiri dari atas intelegensi, minat, sikap, bakat,motivasi, tujuan membaca dan lain-lain.
  2. Faktor Eksternal yaitu faktor yang berasal dai luar pembaca yang termasuk faktor eksternal yaitu sarana membaca, teks bacaan, lingkungan, kebiasaan dan tradisi membaca.
Faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca menurut Lamb dan Arnold (Rahim, 2005), adalah:
a. Faktor fisiologis
Faktor fisiologis mencakup kesehatan fisik, pertimbangan neurologis, dan jenis kelamin. Kelelahan juga merupakan kondisi yang tidak menguntungkan bagi anak untuk belajar, khususnya belajar membaca.

b. Faktor intelektual
Intelegensi itu sendiri menurut Henmon (dalam Azwar, 1996) terdiri atas dua macam faktor, yaitu: kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan pengetahuan yang telah diperoleh.

c. Faktor lingkungan
Faktor lingkungan itu mencakup:
1. Faktor latar belakang dan pengalaman individu di rumah
Lingkungan dapat membentuk pribadi, sikap, nilai, dan kemampuan bahasa individu. Kondisi di rumah mempengaruhi pribadi dan penyesuaian diri individu dalam masyarakat. Kondisi itu pada gilirannya dapat membantu individu, dan dapat juga mengahalangi individu dalam membaca. Individu yang tinggal di dalam rumah tangga yang harmonis, rumah yang penuh dengan cinta kasih, yang orang tuanya memahami anak-anaknya, dan mempersiapkan seorang individu dengan harga diri yang tinggi, tidak akan menemukan kendala yang berarti dalam membaca.

2. Faktor sosial ekonomi
Faktor sosioekonomi, orang tua, dan lingkungan tetangga merupakan faktor yang membentuk lingkungan rumah individu. Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa status sosioekonomi individu mempengaruhi kemampuan verbal individu. Semakin tinggi status sosioekonomi individu semakin tinggi kemampuan verbal individu. Anakanak yang mendapat contoh bahasa yang baik dari orang dewasa serta orang tua yang berbicara dan mendorong anak-anak mereka berbicara akan mendukung perkembangan bahasa dan intelegensi anak. Begitu pula dengan kemampuan membaca individu. Individu yang memberikan banyak kesempatan membaca, dalam lingkungan yang penuh dengan bahan bacaan yang beragam akan mempunyai kemampuan membaca yang tinggi.

d. Faktor psikologis
Faktor psikologis ini juga mencakup beberapa faktor, diantaranya sebagai berikut:
1. Motivasi
Motivasi adalah faktor kunci dalam membaca. Kunci motivasi itu sederhana, tetapi tidak mudah untuk mencapainya. Kuncinya adalah guru harus mendemonstrasikan kepada siswa/individu praktik pengajaran dengan minat dan pengalaman individu, sehingga individu memahami belajar itu sendiri sebagai suatu kebutuhan.

2. Kematangan sosial, ekonomi, emosi dan penyesuaian diri
Individu yang lebih mudah mengontrol emosinya, akan lebih mudah memusatkan perhatiannya pada teks yang dibacanya, daripada individu yang mudah marah, menangis, dan bereaksi secara berlebihan ketika mereka tidak mendapatkan sesuatu, atau menarik diri akan mendapat kesulitan dalam membaca.
Individu yang kurang percaya diri, tidak akan bisa mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya, walaupun tugas itu sesuai dengan kemampuannnya. Mereka sangat bergantung kepada orang lain sehingga tidak bisa mengikuti kegiatan mandiri.

Referensi:
  • Kuswari Usep. 2012. Model Vocabulary Self-Collection Strategy (VSS) Dalam Pembelajaran Membaca. Makalah FPBS UPI.
  • Harjasujana, A.S. dan Yeti Mulyati, (1997) Membaca 2. Jakarta: Depdikbud, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah.
  • Harjasujana, A.S. dan Damaianti, V.S. 2003. Membaca dalam Teori dan Praktik. Bandung: Mutiara
  • Harras, K.A. dan Sulistianingsih, L. 1997. Membaca 1. Jakarta: Bagian Proyek Penataran Guru SLTP setara D-III Depdikbud.
  • Tarigan,H.G. 1987. Membaca Salah Satu Keterampilan Berbahasa, Bandung: Penerbit Angkasa.
  • Tarigan, H.G. 1979. Membaca. Bandung: Angkasa.
  • Alexander, Estill, (1988). Teaching Reading. Illinois: Scott, Foresman and Company.
  • Athey, IJ. 1985. Educational Implications of Piagets Theory. Massachuset: Gian-Blaisdell
  • Destefano, J.S. 1981. Language, the Learner and the School. New York: Willy
  • Nurbiana Dhieni. 2006. Metode Pengembangan Bahasa. Jakarta : Universitas Terbuka.
  • Rita Kurnia. 2009. Metodologi Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini. Pekanbaru: Cendikia Insani
  • Dallman, M. 1974. The Teaching of Reading. New York: Holt Rine Hart and Winston Inc.
  • Rahim, Farida. 2005. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.
Itulah tadi update singkat mengenai Faktor yang Mempengaruhi Minat, Motivasi dan Kemampuan Membaca. Terimakasih atas kunjungannya n jangan bosan-bosan ataupun jenuh untuk berkunjung kembali di blog Kumpulan Ilmu dan Seputar Informasi Terkini, semoga ada guna dan manfaatnya. wassalam.