.

Definisi-Pengertian Membaca Menurut Para Ahli

Pengertian Membaca Menurut Para Ahli

Selamat berkunjung kembali di blog Kumpulan Ilmu dan Seputar Informasi Terkini. Melanjutkan publikasi bertema seputar Pengertian dan Definisi, pada kesempatan yang berbahagia ini kami akan berbagi posting singkat tentang Pengertian Membaca Menurut Para Ahli. Atau mungkin sobat ingin sekedar menengok posting sebelumnya, tentang "Paradigma Total Quality Management dalam Activity-Based Budgeting".

Pengertian Membaca Menurut Para Ahli, Definisi Membaca Menurut Para Ahli, Definisi Membaca Menurut Para Pakar, Pengertian Membaca Menurut Para Pakar, Pengertian Membaca, Definisi Membaca

Definisi membaca dalam Wikipedia bahasa Indonesia, Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis.

Definis membaca dalam KBBI : baca, membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yg tertulis (dengan melisankan atau hanya dalam hati), selain itu baca,membaca juga diartikan sebagai mengeja atau melafalkan apa yg ter-tulis, mengucapkan, meramalkan dan menduga.

==================================================================

Berikut ini adalah beberapa pengertian membaca menurut para pakar yang kami ambil dari berbagai sumber :

Pengertian membaca menurut Kholid A. H dan Lilis S (1997: 140), Membaca adalah mengemukakan atau membunyikan rangkaian lambang – lambang bahan tulis yang dilihatnya dari huruf menjadi kata, kemudian menjadi frasa, kalimat dan seterusnya.

Pengertian membaca menurut Samsu Somadayo (2011: 4) mengungkapkan bahwa membaca adalah suatu kegiatan interaktif untuk memetik serta memahami arti yang terkandung di dalam bahan tulis.

Pengertian membaca menurut Miles A Tingker dan Contasc, membaca melibatkan proses identifikasi dan proses mengingat suatu bahan bacaan yang disajikan sebagai rangsangan untuk membangkitkan pengalaman dan membentuk pengertian baru melalui konsep-konsep yang relevan yang telah dimiliki oleh pembaca. (Darmiyati, Zuchdi, Strategi Meningkatkan Kemampuan Membaca, Yogyakarta : UNY Press, 2007, hal:22)

Pengertian membaca menurut Tampubolon (1990: 5), membaca adalah suatu cara untuk membina daya nalar. Dengan kebiasaan membaca daya nalar siswa menjadi lebih terbina. Kita dapat membaca tanpa menggerakkan mata atau tanpa menggerakkan telunjuk untuk membaca.

Pengertian membaca menurut  Hodgson sebagaimana yang dikutip oleh Tarigan (2008: 7), membaca adalah proses yang dilakukan dan dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis.

Pengertian membaca menurut Artanto (2009) Membaca merupakan aktivitas pencarian informasi melalui lambang-lambang tertulis kemudian menalarkannya.

Pengertian membaca menurut Harjasujana dan Mulyati (1997: 5) mengemukakan bahwa membaca merupakan kemampuan yang kompleks. Membaca bukanlah kegiatan memandangi lambang-lambang tertulis semata-mata. Bermacam-macam kemampuan perlu dikerahkan oleh seorang pembaca agar dia mampu memahami materi yang dibacanya. Pembaca harus berupaya agar lambang-lambang yang dilihatnya menjadi lambang-lambang yang bermakna baginya.

Pengertian membaca menurut Anderson dalam Tarigan (2008: 7) mengemukakan bahwa membaca adalah proses dekoding (decoding). Artinya, suatu kegiatan untuk memecahkan lambang-lambang verbal. Proses dekoding atau pembacaan sandi dapat diartikan pula sebagai proses menghubungkan kata-kata tulis (written word) dengan bahasa lisan (oral language meaning) yang mencakup pengubahan tulisan/cetakan menjadi bunyi yang bermakna.

Pengertian membaca menurut Kridalaksana dalam Fajar Rachmawati (2007: 3) bahwa membaca adalah keterampilan mengenal dan memahami tulisan dalam bentuk urutan lambang–lambang grafis dan perubahannya menjadi wicara bermakna dalam bentuk pemahaman diam–diam atau pengujaran keras-keras

Pengertian membaca menurut  Soedarso (2006: 4) membaca adalah aktivitas yang kompleks dengan menggerakkan sejumlah besar tindakan yang terpisah-pisah. Aktivitas yang kompleks dalam membaca meliputi pengertian dan khayalan, mengamati, serta mengingat-ingat.

Pengertian membaca menurut Nurhadi (Nurhadi, 2008: 13), membaca adalah sebuah proses yang kompleks dan rumit. Kompleks artinya dalam proses membaca terlibat berbagai faktor internal dan faktor eksternal membaca. Faktor internal meliputi intelegensi (IQ), minat, sikap, bakat, motivasi, dan tujuan membaca, sedangkan faktor eksternal meliputi sarana membaca, teks bacaan, faktor lingkungan atau faktor latar belakang sosial ekonomi, kebiasaan, dan tradisi membaca. Rumit artinya faktor eksternal dan internal saling berhubungan membentuk koordinasi yang rumit untuk menunjang pemahaman bacaan.

Pengertian membaca menurut Sabarti Akhadiah dkk (1991: 22) mengungkapkan bahwa membaca merupakan suatu kesatuan kegiatan seperti mengenali huruf dan kata – kata, menghubungkannya dengan bunyi serta maknanya, serta menarik kesimpulan mengenai maksud jawaban.

Pengertian membaca menurut Farida Rahim (2005: 1), terdapat tiga istilah yang sering digunakan untuk memberikan komponen dasar dari proses membaca yaitu: recording, decoding, dan meaning. Recording merujuk pada kata-kata dan kalimat kemudian mengasosiasikannya dengan bunyi-bunyinya sesuai dengan sistem tulisan yang digunakan. Decoding adalah proses penerjemahan rangkaian grafis ke dalam kata-kata. Penekanan membaca pada tahap recording dan decoding merupakan proses perseptual yaitu pengenalan korespondensi rangkaian huruf dengan bunyi-bunyi bahasa yang sering disebut dengan istilah membaca permulaan sedangkan meaning lebih ditekankan di kelas tinggi Sekolah Dasar.

Pengertian membaca menurut Klein (Farida Rahim, 2005: 3) mengemukakan bahawa definisi membaca mencakup: (1) membaca merupakan suatu proses, (2) membaca adalah strategis, dan (3) membaca merupakan interaktif. Membaca merupakan suatu proses dimaksudkan informasi dari teks dan pengetahuan yang dimiliki oleh pembaca mempunyai peranan yang utama dalam membentuk makna. Membaca adalah strategis diartikan bahwa pembaca yang efektif menggunakan berbagai strategi membaca yang sesuai dengan teks dan konteks dalam rangka mengkonstruk makna ketika membaca. Strategi ini bervariasi sesuai dengan jenis teks dan tujuan membaca. Membaca merupakan interaktif adalah keterlibatan pembaca dengan teks tergantung pada konteks. Orang yang senang membaca teks yang bermanfaat akan menemui beberapa tujuan yang ingin dicapainya. Teks yang dibaca seseorang harus mudah dipahami (readable) sehingga terjadi interaksi antara pembaca dan teks.

Pengertian membaca menurut  Harris dan Sipay (Zuchdi, 2008: 19), membaca dapat didefinisikan penafsiran yang bermakna terhadap bahasa tulis. Hakikat kegiatan membaca adalah memperoleh makna yang tepat. Pengenalan kata dianggap sebagai prasyarat yang diperlukan bagi komprehensi bacaan, tetapi pengenalan kata tanpa komprehensi sangat kecil nilainya.

Pengertian membaca menurut Nuriadi (2008: 29), membaca adalah proses yang melibatkan aktivitas fisik dan mental. Salah satu aktivitas fisik dalam membaca adalah saat pembaca menggerakkan mata sepanjang baris-baris tulisan dalam sebuah teks bacaan. Membaca melibatkan aktivitas mental yang dapat menjamin pemerolehan pemahaman menjadi maksimal. Membaca bukan hanya sekadar menggerakkan bola mata dari margin kiri ke kanan tetapi jauh dari itu, yakni aktivitas berpikir untuk memahami tulisan demi tulisan.

Pengertian membaca menurut Schmitt dan Viala (Madiyant, 1993) Mereka membagi definisi membaca dalam pengertian khusus dan umum. Membaca dalam arti khusus adalah suatu upaya mengurai teks tulis tetapi dalam arti yang lebih luas, membaca adalah suatu kegiatan mengobservasi suatu jaringan tanda sebagaimana karakteristiknya untuk tujuan membongkar maknanya sehingga wajar apabila kegiatan ini meluas menjadi membaca suatu gambar, lukisan, grafik dan sebagainya.

Referensi:
  1. KBBI. 2008. Pusat Bahasa DEPDIKNAS. Jakarta
  2. Kholid A. H dan Lilis S. (1997). Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Jakarta : Universitas Terbuka.
  3. Somadayo, Samsu. 2011. Strategi dan Teknik Pembelajaran Membaca. Yogtakarta: Graha Ilmu.
  4. Harjasujana, A.S. dan Yeti Mulyati, (1997) Membaca 2. Jakarta: Depdikbud, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah.
  5. Darmiyati, Zuchdi, Strategi Meningkatkan Kemampuan Membaca, Yogyakarta : UNY Press, 2007, hal:22
  6. Nurhadi. 2008. Membaca Cepat dan Efektif (Teori dan Latihan). Bandung: Sinar Baru Algensindo.
  7. Nuriadi. 2008. Teknik Jitu Menjadi Pembaca Terampil. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  8. Prastiti, Sri. 2006. Paparan Kuliah Membaca I. Semarang: PBSJ.
  9. Rahim, Farida. 2005. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.
  10. Soedarso. 2006. Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  11. Tarigan, Henry Guntur. 2008. Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Itulah tadi update singkat mengenai Definisi Membaca Menurut Para Ahli. Terimakasih atas kunjungannya n jangan bosan-bosan ataupun jenuh untuk berkunjung kembali di blog Kumpulan Ilmu dan Seputar Informasi Terkini, semoga ada guna dan manfaatnya. wassalam.